<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bolehnya Menjamak Shalat</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-6583</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-6583</guid>
		<description>Mahfud@ Persyaratan untuk bisa jamak adalah jika perjalanannya sejauh  marhalatain (± 82 KM) atau lebih. Jarak ini terhitung dari batas daerahnya (bukan dari rumah). Sehingga jika jarak Malang - Surabaya lebih dari marhalatain diperbolehkan baginya untuk jamak. Namun jika jarak dari batas daerah Malang tidak mencapai marhalatain, maka menurut pendapat yang kuat di kalangan ulama&#039; tidak diperbolehkan baginya untuk menjamak shalat. Hanya saja, dalam pendapat sebagian ulama&#039; Syafi&#039;iyah menyatakan bolehnya jamak walau jaraknya tidak mencapai marhalatain.
Permasalahan tempat menjamak, boleh dikerjakan diperjalanan setelah melewati batas daerahnya (Malang) atau di tempat tujuannya (Surabaya), kecuali jika ada niat bermukim di Surabaya yaitu berniat untuk menginap lebih dari 4 hari, maka hanya boleh dilakukan ketika di perjalanannya, dan jika sudah mencapai tempat tujuan, maka dilarang untuk menjamak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mahfud@ Persyaratan untuk bisa jamak adalah jika perjalanannya sejauh  marhalatain (± 82 KM) atau lebih. Jarak ini terhitung dari batas daerahnya (bukan dari rumah). Sehingga jika jarak Malang &#8211; Surabaya lebih dari marhalatain diperbolehkan baginya untuk jamak. Namun jika jarak dari batas daerah Malang tidak mencapai marhalatain, maka menurut pendapat yang kuat di kalangan ulama&#8217; tidak diperbolehkan baginya untuk menjamak shalat. Hanya saja, dalam pendapat sebagian ulama&#8217; Syafi&#8217;iyah menyatakan bolehnya jamak walau jaraknya tidak mencapai marhalatain.<br />
Permasalahan tempat menjamak, boleh dikerjakan diperjalanan setelah melewati batas daerahnya (Malang) atau di tempat tujuannya (Surabaya), kecuali jika ada niat bermukim di Surabaya yaitu berniat untuk menginap lebih dari 4 hari, maka hanya boleh dilakukan ketika di perjalanannya, dan jika sudah mencapai tempat tujuan, maka dilarang untuk menjamak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: MAHFUD</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-6582</link>
		<dc:creator>MAHFUD</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 10:55:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-6582</guid>
		<description>ustad mo tanya ... :

saya mo ke sby dari malang untuk ta&#039;ziah jam 11 hanya nginap semalam , dan saya mo jamak ta&#039;khir dhuhur ke ashar tapi sholatnya, saya lakukan ktika sampai di tempat ta&#039;ziah tadi . 

apakah boleh ? 

karna menurut saya jika saya sudah di tempat tujuan saya sudah bukan musafir lagi . 
apa benar pendapat saya yang seperti ini ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustad mo tanya &#8230; :</p>
<p>saya mo ke sby dari malang untuk ta&#8217;ziah jam 11 hanya nginap semalam , dan saya mo jamak ta&#8217;khir dhuhur ke ashar tapi sholatnya, saya lakukan ktika sampai di tempat ta&#8217;ziah tadi . </p>
<p>apakah boleh ? </p>
<p>karna menurut saya jika saya sudah di tempat tujuan saya sudah bukan musafir lagi .<br />
apa benar pendapat saya yang seperti ini ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-5367</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 07:13:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-5367</guid>
		<description>@ abcd, Syarat menjamak shalat atau qashar yaitu dikerjakan setelah menjadi seorang musafir yaitu setelah keluar dari batas daerahnya. Dan bukanlah di daerah tempat tinggalnya karena masih tidak dinamakan musafir. Dengan demikian, jika anda masih memungkinkan untuk shalat di Terminal Probolinggo (sekalipun dengan musholla yang kurang memadai) selama masih bisa shalat dengan sah, maka wajib dikerjakan di tempat tersebut. Namun jika tidak memungkinkan sama sekali, dikarenakan waktu pemberhentian bis yang terlalu singkat atau tidak mendapatkan pakaian yang suci, maka anda bisa mengerjakannya di Terminal Malang (dan bukan di rumah sendiri), dengan mengikuti pendapat yang menyatakan batas daerahnya terhitung tiap kampung/desa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abcd, Syarat menjamak shalat atau qashar yaitu dikerjakan setelah menjadi seorang musafir yaitu setelah keluar dari batas daerahnya. Dan bukanlah di daerah tempat tinggalnya karena masih tidak dinamakan musafir. Dengan demikian, jika anda masih memungkinkan untuk shalat di Terminal Probolinggo (sekalipun dengan musholla yang kurang memadai) selama masih bisa shalat dengan sah, maka wajib dikerjakan di tempat tersebut. Namun jika tidak memungkinkan sama sekali, dikarenakan waktu pemberhentian bis yang terlalu singkat atau tidak mendapatkan pakaian yang suci, maka anda bisa mengerjakannya di Terminal Malang (dan bukan di rumah sendiri), dengan mengikuti pendapat yang menyatakan batas daerahnya terhitung tiap kampung/desa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abcd</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-5363</link>
		<dc:creator>abcd</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 22:46:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-5363</guid>
		<description>Berangkat dari Malang jam 14.00, smpai di Lumajang skitr jam 17.30/18.00. Apkah sya bleh jamak taqdim sholat asharnya ktika msh brda di Malang? karena jika harus sholat jamak di antara kedua kota itu (misal,ktika di pasuruan/probolinggo) sya tdk smpt. Sya naik bus,jd brhnti cma 1 kali yaitu cma di terminal prblinggo dan di sana tdk ada tmpt sholat yg layak.
syukron kadzalik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berangkat dari Malang jam 14.00, smpai di Lumajang skitr jam 17.30/18.00. Apkah sya bleh jamak taqdim sholat asharnya ktika msh brda di Malang? karena jika harus sholat jamak di antara kedua kota itu (misal,ktika di pasuruan/probolinggo) sya tdk smpt. Sya naik bus,jd brhnti cma 1 kali yaitu cma di terminal prblinggo dan di sana tdk ada tmpt sholat yg layak.<br />
syukron kadzalik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-5080</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 00:18:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-5080</guid>
		<description>@ abdurrahman, Jamak itu ada dua macam, yaitu :
1. Jamak Taqdim, yaitu mengumpulkan dua shalat dikerjakan dalam waktu shalat yang pertama, seperti mengerjakan shalat dhuhur dan ashar di waktu dhuhur, atau mengerjakan shalat maghrib dan isyak di waktu maghrib.
2. Jamak Ta&#039;khir, yaitu mengumpulkan dua shalat dikerjakan dalam waktu shalat yang kedua, seperti mengerjakan shalat dhuhur dan ashar di waktu ashar atau mengerjakan shalat maghrib dan isyak di waktu isyak.
Oleh karena itu, waktu mengerjakan jamak shalat bergantung pada jenis jamak yang ingin kita kerjakan, apakah jamak taqdim sehingga dikerjakan di waktu shalat pertama ataukan jamak ta&#039;khir sehingga dikerjakan di waktu shalat kedua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abdurrahman, Jamak itu ada dua macam, yaitu :<br />
1. Jamak Taqdim, yaitu mengumpulkan dua shalat dikerjakan dalam waktu shalat yang pertama, seperti mengerjakan shalat dhuhur dan ashar di waktu dhuhur, atau mengerjakan shalat maghrib dan isyak di waktu maghrib.<br />
2. Jamak Ta&#8217;khir, yaitu mengumpulkan dua shalat dikerjakan dalam waktu shalat yang kedua, seperti mengerjakan shalat dhuhur dan ashar di waktu ashar atau mengerjakan shalat maghrib dan isyak di waktu isyak.<br />
Oleh karena itu, waktu mengerjakan jamak shalat bergantung pada jenis jamak yang ingin kita kerjakan, apakah jamak taqdim sehingga dikerjakan di waktu shalat pertama ataukan jamak ta&#8217;khir sehingga dikerjakan di waktu shalat kedua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abdurahman</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-5075</link>
		<dc:creator>abdurahman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 17:26:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-5075</guid>
		<description>jd klo jamak ngejainnya g boleh y pada solat yg ke dua,harus yg pertama........... ???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jd klo jamak ngejainnya g boleh y pada solat yg ke dua,harus yg pertama&#8230;&#8230;&#8230;.. ???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-4244</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 16:01:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-4244</guid>
		<description>@ afif, Menurut pendapat yang mu&#039;tamad, syarat diperbolehkan jamak dan qashar sama yaitu bepergian sejauh marhalatain (± 82 KM) atau lebih. Sehingga tidak diperbolehkan baik jamak atau qashar, jika tujuan dalam bepergiannya kurang dari marhalatain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ afif, Menurut pendapat yang mu&#8217;tamad, syarat diperbolehkan jamak dan qashar sama yaitu bepergian sejauh marhalatain (± 82 KM) atau lebih. Sehingga tidak diperbolehkan baik jamak atau qashar, jika tujuan dalam bepergiannya kurang dari marhalatain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: afif</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-4243</link>
		<dc:creator>afif</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 15:19:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-4243</guid>
		<description>&lt;blockquote cite=&quot;Termasuk syarat-syarat jamak dan qashar yaitu :

Bepergian sejauh &lt;em&gt;marhalatain &lt;/em&gt;(± 82 KM) atau lebih.
Telah keluar dari batas daerah tempat berdomisilinya.

Bepergian untuk tujuan yang diperbolehkan syariat (bukan untuk tujuan maksiat atau tanpa tujuan atau hanya untuk rekreasi tanpa ada suatu kemaslahatan).
Tidak niat bermukim atau tinggal lebih dari empat hari.

&quot;&gt; setahu saya untuk jamak mungkin gak pakek marahalatain (± 82 KM)
karna itu syarat qosor sholat
dan gak setiap jamak gak selalu qasar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;blockquote cite=&quot;Termasuk syarat-syarat jamak dan qashar yaitu :</p>
<p>Bepergian sejauh <em>marhalatain </em>(± 82 KM) atau lebih.<br />
Telah keluar dari batas daerah tempat berdomisilinya.</p>
<p>Bepergian untuk tujuan yang diperbolehkan syariat (bukan untuk tujuan maksiat atau tanpa tujuan atau hanya untuk rekreasi tanpa ada suatu kemaslahatan).<br />
Tidak niat bermukim atau tinggal lebih dari empat hari.</p>
<p>&#8220;&gt; setahu saya untuk jamak mungkin gak pakek marahalatain (± 82 KM)<br />
karna itu syarat qosor sholat<br />
dan gak setiap jamak gak selalu qasar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-4173</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 06:12:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-4173</guid>
		<description>@ binta, wa&#039;alaikum salam Wr. Wb.
Yang termasuk sebab-sebab diperbolehkannya menjamak shalat adalah bepergian (safar) atau hujan. Sehingga selain dari sebab-sebab itu, seperti karena sibuk atau lainnya, maka tidak diperbolehkan untuk menjamak shalat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ binta, wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.<br />
Yang termasuk sebab-sebab diperbolehkannya menjamak shalat adalah bepergian (safar) atau hujan. Sehingga selain dari sebab-sebab itu, seperti karena sibuk atau lainnya, maka tidak diperbolehkan untuk menjamak shalat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: binta</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/bolehnya-menjamak-shalat/comment-page-1/#comment-4167</link>
		<dc:creator>binta</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 23:42:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=944#comment-4167</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum.. Kalau dalam keadaam sibuk bolehkan sholat di jama&#039;...?
Jazakumullah Khair..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum.. Kalau dalam keadaam sibuk bolehkan sholat di jama&#8217;&#8230;?<br />
Jazakumullah Khair..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

