<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Jual Beli Uang Baru</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2009/jual-beli-uang-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2009/jual-beli-uang-baru/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 10:13:40 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: safii</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/jual-beli-uang-baru/comment-page-1/#comment-1351</link>
		<dc:creator>safii</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 04:19:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1074#comment-1351</guid>
		<description>sukur atas pemahaman yang diberikan Allah. kalau jual arisan (misal saya mendapat giliran arisan no 30, karena saya butuh uang hari ini, lalu saya jual &quot;nerima uang lebih awal&quot; dengan nominal lebih rendah daripada nerima tepat waktu), apa termasuk jual beli uang (bukan naqd) yang jawaz...? mohon penjelasan akhy.., trimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sukur atas pemahaman yang diberikan Allah. kalau jual arisan (misal saya mendapat giliran arisan no 30, karena saya butuh uang hari ini, lalu saya jual &#8220;nerima uang lebih awal&#8221; dengan nominal lebih rendah daripada nerima tepat waktu), apa termasuk jual beli uang (bukan naqd) yang jawaz&#8230;? mohon penjelasan akhy.., trimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aam</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/jual-beli-uang-baru/comment-page-1/#comment-1152</link>
		<dc:creator>Aam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 08:16:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1074#comment-1152</guid>
		<description>wah tapi transaksi spt itu udah umum, jadi gmn nih menghadapinya?
Toh klo kita minta tolong ke orang, ya pasti orang itu biasanya nukarnya di jasa2 penukaran yg ada biaya jasa tadi...

Sedangkan Bank sptnya udah ga mumpuni bila menjelang hari raya. Beneran ane baru tau keharaman hal ini, bisa2 bila ane sampaikan ke orang2 sekitar ane bakal kaget dll...

Oke lah, insyaAllah lebaran taun depan ga pake jasa gitu lagi... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah tapi transaksi spt itu udah umum, jadi gmn nih menghadapinya?<br />
Toh klo kita minta tolong ke orang, ya pasti orang itu biasanya nukarnya di jasa2 penukaran yg ada biaya jasa tadi&#8230;</p>
<p>Sedangkan Bank sptnya udah ga mumpuni bila menjelang hari raya. Beneran ane baru tau keharaman hal ini, bisa2 bila ane sampaikan ke orang2 sekitar ane bakal kaget dll&#8230;</p>
<p>Oke lah, insyaAllah lebaran taun depan ga pake jasa gitu lagi&#8230; <img src='http://www.forsansalaf.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/jual-beli-uang-baru/comment-page-1/#comment-908</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 14:58:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1074#comment-908</guid>
		<description>@ Aam, selama kita katakan sebagai naqd dan dengan akad jual-beli maka tetap tidak boleh dan termasuk riba... sedangkan kalo kita katakan upah bukan atas perintah kita serta uang sudah ditangan mereka, oleh karena itu tetap haram...
Kami sarankan untuk menukarkan langsung di Bank agar tidak terkena jual-beli riba dan tidak mengkhilah (mencari-cari jalan keluar agar halal), karena hal demikian hukumnya haram...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Aam, selama kita katakan sebagai naqd dan dengan akad jual-beli maka tetap tidak boleh dan termasuk riba&#8230; sedangkan kalo kita katakan upah bukan atas perintah kita serta uang sudah ditangan mereka, oleh karena itu tetap haram&#8230;<br />
Kami sarankan untuk menukarkan langsung di Bank agar tidak terkena jual-beli riba dan tidak mengkhilah (mencari-cari jalan keluar agar halal), karena hal demikian hukumnya haram&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aam</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/jual-beli-uang-baru/comment-page-1/#comment-897</link>
		<dc:creator>Aam</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:09:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1074#comment-897</guid>
		<description>jadi ga boleh ya kita beli uang baru (secara fisik) dg harga berlebih dr nilai nominal tertulis? gmn klo di akadnya lebihnya itu sebagai upah penjual untuk tukar uang baru?
maturnuwun...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi ga boleh ya kita beli uang baru (secara fisik) dg harga berlebih dr nilai nominal tertulis? gmn klo di akadnya lebihnya itu sebagai upah penjual untuk tukar uang baru?<br />
maturnuwun&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
