<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Konsekuensi Meninggalkan Shalat Witir</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2009/konsekuensi-meninggalkan-shalat-witir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2009/konsekuensi-meninggalkan-shalat-witir/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 10:13:40 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/konsekuensi-meninggalkan-shalat-witir/comment-page-1/#comment-1041</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 14:28:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1129#comment-1041</guid>
		<description>@ abu rayyan &amp; muhammadon,
sebelumnya kami sampaikan terima kasih atas jawaban yang diberikan oleh saudara muhammadon, namun kami melihat ada sedikit yang harus dikoreksi yaitu jawaban nomor (3). jawaban yang tepat adalah : &lt;strong&gt;tetap sah dan mendapatkan fadhilah shalat jama&#039;ah.&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;lihat hasyiyah Jamal juz 1 hal 562-563 cet. Darul Fikr&lt;/em&gt;)
حاشية الجمل - (ج 1 / ص 562-563)
( وَيَصِحُّ ) الِاقْتِدَاءُ ( لِمُؤَدٍّ بِقَاضٍ وَمُفْتَرِضٍ بِمُتَنَفِّلٍ وَفِي طَوِيلَةٍ بِقَصِيرَةِ ) كَظُهْرٍ بِصُبْحٍ ( وَبِالْعُكُوسِ ) أَيْ لِقَاضٍ بِمُؤَدٍّ وَمُتَنَفِّلٍ بِمُفْتَرِضٍ وَفِي قَصِيرَةٍ بِطَوِيلَةٍ وَلَا يَضُرُّ اخْتِلَافُ نِيَّةِ الْإِمَامِ وَالْمَأْمُومِ وَتَعْبِيرِي بِطَوِيلَةٍ إلَى آخِرِهِ أَعَمُّ مِمَّا عَبَّرَ بِهِ .
( قَوْلُهُ وَيَصِحُّ الِاقْتِدَاءُ لِمُؤَدٍّ إلَخْ ) أَيْ وَيَحْصُلُ لَهُ فَضْلُ الْجَمَاعَةِ فِي جَمِيعِ هَذِهِ الصُّوَرِ عَلَى مُعْتَمَدِ م ر ا هـ .شَيْخُنَا لَكِنَّهُ مُشْكِلٌ لِأَنَّ الْجَمَاعَةَ فِي هَذِهِ الصُّوَرِ غَيْرُ سُنَّةٍ بَلْ مَكْرُوهَةٌ ، وَمَا لَا يُطْلَبُ لَا ثَوَابَ فِيهِ ، وَإِنْ أُجِيبَ بِاخْتِلَافِ الْجِهَةِ قُلْنَا أَيْنَ الِاخْتِلَافُ

pertanyaan nomor (4). posisi A &amp; B seharusnya berdiri di belakang imam, jika mereka berdiri di sebelah kiri imam, maka imam mengisyaratkan kepada mereka berdua untuk bergeser ketengah. Adapun jika mereka tidak bergeser ketengah hingga makmum B batal, barulah makmum A bergeser ke tengah di belakang imam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abu rayyan &#038; muhammadon,<br />
sebelumnya kami sampaikan terima kasih atas jawaban yang diberikan oleh saudara muhammadon, namun kami melihat ada sedikit yang harus dikoreksi yaitu jawaban nomor (3). jawaban yang tepat adalah : <strong>tetap sah dan mendapatkan fadhilah shalat jama&#8217;ah.</strong> (<em>lihat hasyiyah Jamal juz 1 hal 562-563 cet. Darul Fikr</em>)<br />
حاشية الجمل &#8211; (ج 1 / ص 562-563)<br />
( وَيَصِحُّ ) الِاقْتِدَاءُ ( لِمُؤَدٍّ بِقَاضٍ وَمُفْتَرِضٍ بِمُتَنَفِّلٍ وَفِي طَوِيلَةٍ بِقَصِيرَةِ ) كَظُهْرٍ بِصُبْحٍ ( وَبِالْعُكُوسِ ) أَيْ لِقَاضٍ بِمُؤَدٍّ وَمُتَنَفِّلٍ بِمُفْتَرِضٍ وَفِي قَصِيرَةٍ بِطَوِيلَةٍ وَلَا يَضُرُّ اخْتِلَافُ نِيَّةِ الْإِمَامِ وَالْمَأْمُومِ وَتَعْبِيرِي بِطَوِيلَةٍ إلَى آخِرِهِ أَعَمُّ مِمَّا عَبَّرَ بِهِ .<br />
( قَوْلُهُ وَيَصِحُّ الِاقْتِدَاءُ لِمُؤَدٍّ إلَخْ ) أَيْ وَيَحْصُلُ لَهُ فَضْلُ الْجَمَاعَةِ فِي جَمِيعِ هَذِهِ الصُّوَرِ عَلَى مُعْتَمَدِ م ر ا هـ .شَيْخُنَا لَكِنَّهُ مُشْكِلٌ لِأَنَّ الْجَمَاعَةَ فِي هَذِهِ الصُّوَرِ غَيْرُ سُنَّةٍ بَلْ مَكْرُوهَةٌ ، وَمَا لَا يُطْلَبُ لَا ثَوَابَ فِيهِ ، وَإِنْ أُجِيبَ بِاخْتِلَافِ الْجِهَةِ قُلْنَا أَيْنَ الِاخْتِلَافُ</p>
<p>pertanyaan nomor (4). posisi A &#038; B seharusnya berdiri di belakang imam, jika mereka berdiri di sebelah kiri imam, maka imam mengisyaratkan kepada mereka berdua untuk bergeser ketengah. Adapun jika mereka tidak bergeser ketengah hingga makmum B batal, barulah makmum A bergeser ke tengah di belakang imam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muhammadon</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/konsekuensi-meninggalkan-shalat-witir/comment-page-1/#comment-1039</link>
		<dc:creator>muhammadon</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 03:46:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1129#comment-1039</guid>
		<description>numpang jawab:
1. posisi kedua makmum persis dibelakang imam. tidak condong ke kanan maupun ke kiri. artinya imam persis di tengah antara dua makmum
2. tetap mereka buat shof kemudian setelah takbir menarik makmun pertama supaya meluruskan shofnya dengan mereka.
3. sah tapi tidak dapat fadhilah jamaah.
4. makmum A bergeser mendekatkan diri pada imam.
wallahu a&#039;lam.
kalau ada yang salah mohon dibetulkan pak Admin...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>numpang jawab:<br />
1. posisi kedua makmum persis dibelakang imam. tidak condong ke kanan maupun ke kiri. artinya imam persis di tengah antara dua makmum<br />
2. tetap mereka buat shof kemudian setelah takbir menarik makmun pertama supaya meluruskan shofnya dengan mereka.<br />
3. sah tapi tidak dapat fadhilah jamaah.<br />
4. makmum A bergeser mendekatkan diri pada imam.<br />
wallahu a&#8217;lam.<br />
kalau ada yang salah mohon dibetulkan pak Admin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu_Rayyan</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/konsekuensi-meninggalkan-shalat-witir/comment-page-1/#comment-1030</link>
		<dc:creator>Abu_Rayyan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:43:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1129#comment-1030</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum Wr. Wb
Syukron atas jawabannya pak admin, tentang sholat jama&#039;ah saya mau bertanya lagi, sbb:
1. Mulai sholat jama&#039;ah dengan 2 makmum, bagaimana posisi makmum? keduanya dikanan belakang (dekat imam)? ato buat shaf dibelakang imam? klo buat shaf, bgmn posisinya? keduanya disebelah kanan? atau 1 pas dibelakang, 1 dikanan?
2. Melanjutkan pertanyaan sodara Nurman diatas, jika baik makmum dan imam tdk mengubah posisinya, apa yg seharusnya dilakukan si makmum masbuk (bgmn posisinya?)
3.Ada makmum masbuk, sedangkan imamnya sholat sunnah rawatib ba&#039;diyah ataupun qobliyah, dan makmumnya niat sholat fardhu 5? Apakah sah sholat si makmum?
4. Makmum A&amp;B diposisi kiri imam, makmum A disebelah kiri makmum B, saat sedang sholat, makmum B membatalkan sholatnya dan kluar dari shof, sehingga kosong, bgmn posisi makmum A, geser ke kanan ato tetep (dgn pertimbangan nanti diisi lagi oleh makmum B ato makmum masbuk lainnya)

Terima kasih atas jawabannya

Wassalamualaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum Wr. Wb<br />
Syukron atas jawabannya pak admin, tentang sholat jama&#8217;ah saya mau bertanya lagi, sbb:<br />
1. Mulai sholat jama&#8217;ah dengan 2 makmum, bagaimana posisi makmum? keduanya dikanan belakang (dekat imam)? ato buat shaf dibelakang imam? klo buat shaf, bgmn posisinya? keduanya disebelah kanan? atau 1 pas dibelakang, 1 dikanan?<br />
2. Melanjutkan pertanyaan sodara Nurman diatas, jika baik makmum dan imam tdk mengubah posisinya, apa yg seharusnya dilakukan si makmum masbuk (bgmn posisinya?)<br />
3.Ada makmum masbuk, sedangkan imamnya sholat sunnah rawatib ba&#8217;diyah ataupun qobliyah, dan makmumnya niat sholat fardhu 5? Apakah sah sholat si makmum?<br />
4. Makmum A&amp;B diposisi kiri imam, makmum A disebelah kiri makmum B, saat sedang sholat, makmum B membatalkan sholatnya dan kluar dari shof, sehingga kosong, bgmn posisi makmum A, geser ke kanan ato tetep (dgn pertimbangan nanti diisi lagi oleh makmum B ato makmum masbuk lainnya)</p>
<p>Terima kasih atas jawabannya</p>
<p>Wassalamualaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
