<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mahram Yang Membatalkan Wudhu&#8217;</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-5611</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 16:11:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-5611</guid>
		<description>@ Marin, Wa&#039;alaikum salam wr. wb.
Dalam satu hadits sydt A&#039;isyah yang diriwayatkan oleh An-Nasa&#039;i dinyatakan bahwa &quot; Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya lalu melaksanakan shalat tanpa berwudhu&#039; &quot;.
Hadits ini mempertegas bahwa menyentuh istri (dengan tanpa syahwat) adalah tidak membatalkan wudhu&#039;, sehingga Imam Abu Hanifah berhujjah dengan hadits ini menyatakan bahwa menyentuh perempuan jika tanpa syahwat tidak membatalkan wudhu&#039;. 
Namun menurut Imam Syafi&#039;i, hal ini hanya menjadi kekhususan Rasulullah yang tidak berlaku pada umatnya, atau dinyatakan bahwa hadits ini telah dihapuskan hukumnya dengan ayat Al-Qur&#039;an :
 أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ 
&quot; kamu kalian sentuh perempuan (yang tidak mahrom) &quot;
sehingga beliau berpendapat bahwa menyentuh perempuan yang tidak ada hubungan mahram adalah membatalkan wudhu&#039; baik dalam keadaan syahwat ataukah tidak.
Dengan demikian, maka ketika terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama&#039;, maka demi kehati-hatian dalam beribadah, anda berwudhu&#039; lagi setelah tersentuh oleh istri anda sekalipun tanpa syahwat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Marin, Wa&#8217;alaikum salam wr. wb.<br />
Dalam satu hadits sydt A&#8217;isyah yang diriwayatkan oleh An-Nasa&#8217;i dinyatakan bahwa &#8221; Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya lalu melaksanakan shalat tanpa berwudhu&#8217; &#8220;.<br />
Hadits ini mempertegas bahwa menyentuh istri (dengan tanpa syahwat) adalah tidak membatalkan wudhu&#8217;, sehingga Imam Abu Hanifah berhujjah dengan hadits ini menyatakan bahwa menyentuh perempuan jika tanpa syahwat tidak membatalkan wudhu&#8217;.<br />
Namun menurut Imam Syafi&#8217;i, hal ini hanya menjadi kekhususan Rasulullah yang tidak berlaku pada umatnya, atau dinyatakan bahwa hadits ini telah dihapuskan hukumnya dengan ayat Al-Qur&#8217;an :<br />
 أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ<br />
&#8221; kamu kalian sentuh perempuan (yang tidak mahrom) &#8221;<br />
sehingga beliau berpendapat bahwa menyentuh perempuan yang tidak ada hubungan mahram adalah membatalkan wudhu&#8217; baik dalam keadaan syahwat ataukah tidak.<br />
Dengan demikian, maka ketika terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama&#8217;, maka demi kehati-hatian dalam beribadah, anda berwudhu&#8217; lagi setelah tersentuh oleh istri anda sekalipun tanpa syahwat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-5605</link>
		<dc:creator>Marin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 11:31:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-5605</guid>
		<description>Assalaamualaikum ww.
Mau nanyak nih. Saya sangat bingung tentang hal2 yg membatalkan wudhuk. Menurut pengetahuan saya dari orang tua saya, bersentuhan dgn istri termasuk membatalkan wudhuk. Tetapi ada pernah saya membaca bhw bersentuhan dgn istri tdk membatalkan wudhuk. Dalilnya katanya Nabi Muhammad pernah mencium istrinya ketika mau mengerjakan sholat dan beliau tdk berwudhuk lagi. Apakah hadist tsb shohih. Apakah orang ingin mempermudahnya saja dgn mendalihkan dgn dalil yg blm pasti tentang keshohihannya. Terimakasih. Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamualaikum ww.<br />
Mau nanyak nih. Saya sangat bingung tentang hal2 yg membatalkan wudhuk. Menurut pengetahuan saya dari orang tua saya, bersentuhan dgn istri termasuk membatalkan wudhuk. Tetapi ada pernah saya membaca bhw bersentuhan dgn istri tdk membatalkan wudhuk. Dalilnya katanya Nabi Muhammad pernah mencium istrinya ketika mau mengerjakan sholat dan beliau tdk berwudhuk lagi. Apakah hadist tsb shohih. Apakah orang ingin mempermudahnya saja dgn mendalihkan dgn dalil yg blm pasti tentang keshohihannya. Terimakasih. Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Santhos</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-4069</link>
		<dc:creator>Santhos</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 00:23:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-4069</guid>
		<description>Terima kasih to forsan atas jawabanya dan habib taufik,doaken sy smoga jd org yg bnr dlm mengamalkan islam.sukses buat forsan n CN...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih to forsan atas jawabanya dan habib taufik,doaken sy smoga jd org yg bnr dlm mengamalkan islam.sukses buat forsan n CN&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-4057</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 07:04:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-4057</guid>
		<description>@ santhos, 
1. Anak dari paman atau bibi (sepupu) bukan termasuk mahram, sehingga membatalkan wudhu&#039; dan haram saling bersalaman.
2. Mahram adalah perempuan-perempuan yang haram untuk dinikahi. Sehingga istri bukanlah mahram karena boleh untuk dinikahi, oleh karena itu menyentuhnya bisa membatalkan wudhu&#039;, hanya saja telah menjadi halal (dalam berhubungan) karena ikatan pernikahan.
3. &amp; 4. Bersentuhan kulit dari 2 orang laki-laki dan perempuan yang tidak ada hubungan mahram yang dapat membatalkan wudhu&#039; adalah pertemuan apa yang dinamakan kulit baik telapak tangan atau lainnya termasuk gusi, lidah dan bola mata. Adapun yang tidak dikategorikan sebagai kulit seperti rambut, kuku atau gigi, maka menyentuhnya tidak membatalkan wudhu&#039;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ santhos,<br />
1. Anak dari paman atau bibi (sepupu) bukan termasuk mahram, sehingga membatalkan wudhu&#8217; dan haram saling bersalaman.<br />
2. Mahram adalah perempuan-perempuan yang haram untuk dinikahi. Sehingga istri bukanlah mahram karena boleh untuk dinikahi, oleh karena itu menyentuhnya bisa membatalkan wudhu&#8217;, hanya saja telah menjadi halal (dalam berhubungan) karena ikatan pernikahan.<br />
3. &#038; 4. Bersentuhan kulit dari 2 orang laki-laki dan perempuan yang tidak ada hubungan mahram yang dapat membatalkan wudhu&#8217; adalah pertemuan apa yang dinamakan kulit baik telapak tangan atau lainnya termasuk gusi, lidah dan bola mata. Adapun yang tidak dikategorikan sebagai kulit seperti rambut, kuku atau gigi, maka menyentuhnya tidak membatalkan wudhu&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Santhos</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-4055</link>
		<dc:creator>Santhos</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 00:32:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-4055</guid>
		<description>Mhon maaf kalo sy trlambat dlm artikel ini,mhon jawabanya.
1.apakah berarti anak dr paman ato bibi bkn trmasuk mahrom?
2.apakah brsentuhan dg istri membatalkan wudhu?
3.bgmana yg di maksud dg bersentuhan,kulit dg kulit ataukah hanya telapak tangan yg menyentuh kulit?
4.gimana dg rambut,apakah trmasuk bagian yg mmbatalkan wudhu jika tersentuh?
Terima kasih...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mhon maaf kalo sy trlambat dlm artikel ini,mhon jawabanya.<br />
1.apakah berarti anak dr paman ato bibi bkn trmasuk mahrom?<br />
2.apakah brsentuhan dg istri membatalkan wudhu?<br />
3.bgmana yg di maksud dg bersentuhan,kulit dg kulit ataukah hanya telapak tangan yg menyentuh kulit?<br />
4.gimana dg rambut,apakah trmasuk bagian yg mmbatalkan wudhu jika tersentuh?<br />
Terima kasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-1335</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 02:11:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-1335</guid>
		<description>@ kesiv el-qurb, maksud dari fitnah disini adalah dengan sekiranya bisa semakin mengajak untuk berbuat kemungkaran seperti semakin mengajak untuk mengenal lebih dekat, lalu berpacaran bahkan berkeinginan untuk melakukan hubungan yang diharamkan oleh syariat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ kesiv el-qurb, maksud dari fitnah disini adalah dengan sekiranya bisa semakin mengajak untuk berbuat kemungkaran seperti semakin mengajak untuk mengenal lebih dekat, lalu berpacaran bahkan berkeinginan untuk melakukan hubungan yang diharamkan oleh syariat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kesiv el-qurb</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-1332</link>
		<dc:creator>kesiv el-qurb</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:08:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-1332</guid>
		<description>@forsan;Tolong bisa dijelaskan fitnah pd deskripsi di atas. syukron katsir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@forsan;Tolong bisa dijelaskan fitnah pd deskripsi di atas. syukron katsir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abdulloh</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-1277</link>
		<dc:creator>abdulloh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 13:24:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-1277</guid>
		<description>Alhamdulillah wa jazakumulloh kher ats jawaban &amp; nasehatnya ust. Mdh2an insya Allah kita akn smakin brusaha utk ttp mengedepankan syari&#039;at skalipun org kbanyakan akan menentang kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah wa jazakumulloh kher ats jawaban &amp; nasehatnya ust. Mdh2an insya Allah kita akn smakin brusaha utk ttp mengedepankan syari&#8217;at skalipun org kbanyakan akan menentang kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-1189</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 17:22:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-1189</guid>
		<description>@ abdullah, anda seharusnya mengarahkan permaslahan yang anda hadapi untuk bisa sesuai dengan syariat, bukan sebaliknya anda arahkan syariat sesuai dengan permasalahan anda. Sehingga jika permasalahan yang anda hadapi tidak sesuai dengan syariat, anda harus meninggalkannya atau mengarahkannya bagaimana caranya agar tidak bertentangan dengan syari&#039;at seperti jika ada acara reuni keluarga , maka usahakan untuk memisahkan antara laki-laki dan perempuan.
permasalahan berjabat tangan dengan ajnabiyah tidaklah lepas dari fitnah walaupun menggunakan sarung tangan. oleh karena itu, wajib bagi kita untuk meninggalkannya. Jika kita menghendaki diri kita untuk menjadi hamba yang diridhoi oleh Allah, maka anda akan berbuat dengan perbuatan yang membuat Allah ridho walaupun orang2 murka dengan anda....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abdullah, anda seharusnya mengarahkan permaslahan yang anda hadapi untuk bisa sesuai dengan syariat, bukan sebaliknya anda arahkan syariat sesuai dengan permasalahan anda. Sehingga jika permasalahan yang anda hadapi tidak sesuai dengan syariat, anda harus meninggalkannya atau mengarahkannya bagaimana caranya agar tidak bertentangan dengan syari&#8217;at seperti jika ada acara reuni keluarga , maka usahakan untuk memisahkan antara laki-laki dan perempuan.<br />
permasalahan berjabat tangan dengan ajnabiyah tidaklah lepas dari fitnah walaupun menggunakan sarung tangan. oleh karena itu, wajib bagi kita untuk meninggalkannya. Jika kita menghendaki diri kita untuk menjadi hamba yang diridhoi oleh Allah, maka anda akan berbuat dengan perbuatan yang membuat Allah ridho walaupun orang2 murka dengan anda&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abdulloh</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/mahram-yang-membatalkan-wudhu/comment-page-1/#comment-1164</link>
		<dc:creator>abdulloh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 16:38:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1183#comment-1164</guid>
		<description>Tolong jawaban dan penjelasannya ust, terkait masalah di atas:

1. Bagaimana ust solusi terbaik ketika dalam keluarga kita sudah menganggap saudara sendiri (menjadi mahrom) ketika fulan/fulanah telah menjadi ipar, karena keluarga mengadakan REUNI KELUARGA yg tentu dihadiri oleh ajnabiyah dari kalangan ipar kita yang berlainan jenis.

2. Ato juga orang tua dan kebanyakan dari keluarga yang memaksa kita untuk berjabat tangan dengan ajnabiyah. Apakah bisa jika dengan memakai sarung tangan atau kain yang lain sebagai solusinya ust?

KAmi nantikan jawabannya ust..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tolong jawaban dan penjelasannya ust, terkait masalah di atas:</p>
<p>1. Bagaimana ust solusi terbaik ketika dalam keluarga kita sudah menganggap saudara sendiri (menjadi mahrom) ketika fulan/fulanah telah menjadi ipar, karena keluarga mengadakan REUNI KELUARGA yg tentu dihadiri oleh ajnabiyah dari kalangan ipar kita yang berlainan jenis.</p>
<p>2. Ato juga orang tua dan kebanyakan dari keluarga yang memaksa kita untuk berjabat tangan dengan ajnabiyah. Apakah bisa jika dengan memakai sarung tangan atau kain yang lain sebagai solusinya ust?</p>
<p>KAmi nantikan jawabannya ust..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

