<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Membakar Mushaf Rusak</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2009/membakar-mushaf-rusak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2009/membakar-mushaf-rusak/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: muhibbin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/membakar-mushaf-rusak/comment-page-1/#comment-6515</link>
		<dc:creator>muhibbin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 15:23:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1242#comment-6515</guid>
		<description>Ass. Pak Ustadz,
Kalo sudah dibakar apakah abunya harus dikubur atau apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. Pak Ustadz,<br />
Kalo sudah dibakar apakah abunya harus dikubur atau apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/membakar-mushaf-rusak/comment-page-1/#comment-3090</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 16:53:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1242#comment-3090</guid>
		<description>@ subhan, 
Urutan dalam merawat mushab yang sudah rusak sebagai beikut:
1. menyimpan di tempat yang aman dari jatuh dan semakin rusaknya mushab.
2. jika tidak memungkinkan untuk menjaganya, maka dengan mencucinya jika tidak dikhawatirkan jatuhnya air bekas basuhan ke tanah.
3. jika ada kekhawatiran jatuhnya air bekas basuhan ke tanah, maka lebih utama dengan dibakar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ subhan,<br />
Urutan dalam merawat mushab yang sudah rusak sebagai beikut:<br />
1. menyimpan di tempat yang aman dari jatuh dan semakin rusaknya mushab.<br />
2. jika tidak memungkinkan untuk menjaganya, maka dengan mencucinya jika tidak dikhawatirkan jatuhnya air bekas basuhan ke tanah.<br />
3. jika ada kekhawatiran jatuhnya air bekas basuhan ke tanah, maka lebih utama dengan dibakar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Subhan</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/membakar-mushaf-rusak/comment-page-1/#comment-3083</link>
		<dc:creator>Subhan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 03:28:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1242#comment-3083</guid>
		<description>Sebagian ulama’ berpendapat, mencuci huruf-hurufnya lebih afdhol dari pada membakar dengan syarat tidak jatuh air cuciannya ke tanah.?
maksud dari &quot; tidak jatuh air cuciannya ke tanah&quot;? jadi sebaikanya ap yang harus kita lakukan apabila kita tidak dapat menjaga?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian ulama’ berpendapat, mencuci huruf-hurufnya lebih afdhol dari pada membakar dengan syarat tidak jatuh air cuciannya ke tanah.?<br />
maksud dari &#8221; tidak jatuh air cuciannya ke tanah&#8221;? jadi sebaikanya ap yang harus kita lakukan apabila kita tidak dapat menjaga?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/membakar-mushaf-rusak/comment-page-1/#comment-1707</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 08:45:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1242#comment-1707</guid>
		<description>@ zen, jika ada tulisan al-Qur&#039;an tergeletak seperti dalam undangan atau majalah, maka karena kebanyakan potongan ayat al-Qur&#039;an itu memang ditujukan untuk menulis ayat al-Qur&#039;an, maka hukumnya sebagaimana mushab, karena mushab itu tidak harus berupa satu al-Qur&#039;an penuh, akan tetapi mencakup lembaran atau bahkan ayat2 al-Qur&#039;an selama penulisannya bertujuan untuk menulis al-Qur&#039;an.
sedangkan permasalahan membakarnya sebagaimana perincian hukum di atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ zen, jika ada tulisan al-Qur&#8217;an tergeletak seperti dalam undangan atau majalah, maka karena kebanyakan potongan ayat al-Qur&#8217;an itu memang ditujukan untuk menulis ayat al-Qur&#8217;an, maka hukumnya sebagaimana mushab, karena mushab itu tidak harus berupa satu al-Qur&#8217;an penuh, akan tetapi mencakup lembaran atau bahkan ayat2 al-Qur&#8217;an selama penulisannya bertujuan untuk menulis al-Qur&#8217;an.<br />
sedangkan permasalahan membakarnya sebagaimana perincian hukum di atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zen</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/membakar-mushaf-rusak/comment-page-1/#comment-1696</link>
		<dc:creator>zen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 07:55:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1242#comment-1696</guid>
		<description>misal dalam undangan atau sobekan majalah atau lainnya terdapat ayat al-quran, gmn ust? bolehkah di bakar atau gimana ust?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>misal dalam undangan atau sobekan majalah atau lainnya terdapat ayat al-quran, gmn ust? bolehkah di bakar atau gimana ust?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

