<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perempuan Isthadhah Baca Al-Qur&#8217;an</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/comment-page-1/#comment-3707</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 04:45:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1238#comment-3707</guid>
		<description>@ akuw, jika keputihannya keluar secara terus menerus tanpa ada terputusnya, maka hukumnya sama dengan perempuan yang istihadhah, yaitu wajib wudhu&#039; setiap shalat fardhu, dan lain-lain. Namun jika tidak secara terus menerus seperti hanya beberapa saat, maka tidak dihukumi seperti perempuan istihadhah.
Ketika sudah berwudhu, diperbolehkan baginya untuk melakukan segala hal yang masih tergolong kemaslahatan shalat seperti shala sunnah qabliyah, menunggu shalat berjamaah, menjawab adzan atau iqomah, menutup aurat tanpa harus mengulangi wudhu&#039;nya kembali.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ akuw, jika keputihannya keluar secara terus menerus tanpa ada terputusnya, maka hukumnya sama dengan perempuan yang istihadhah, yaitu wajib wudhu&#8217; setiap shalat fardhu, dan lain-lain. Namun jika tidak secara terus menerus seperti hanya beberapa saat, maka tidak dihukumi seperti perempuan istihadhah.<br />
Ketika sudah berwudhu, diperbolehkan baginya untuk melakukan segala hal yang masih tergolong kemaslahatan shalat seperti shala sunnah qabliyah, menunggu shalat berjamaah, menjawab adzan atau iqomah, menutup aurat tanpa harus mengulangi wudhu&#8217;nya kembali.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: akuw</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/comment-page-1/#comment-3679</link>
		<dc:creator>akuw</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 15:53:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1238#comment-3679</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
bagaimana kalau wanita yang keputihan atau wanita yang mengeluarkan cairan bening seperti ingus? apakah sama juga harus wudu&#039; setiap mau sholat fardu.bagaimana kalau sebelum fardu dia sholat sunat qobliyah dulu apakah harus wudu&#039; lagi untuk fardunya? 
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
bagaimana kalau wanita yang keputihan atau wanita yang mengeluarkan cairan bening seperti ingus? apakah sama juga harus wudu&#8217; setiap mau sholat fardu.bagaimana kalau sebelum fardu dia sholat sunat qobliyah dulu apakah harus wudu&#8217; lagi untuk fardunya?<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/comment-page-1/#comment-1319</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 17:58:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1238#comment-1319</guid>
		<description>@ binta abd. qodir,  amin, mudah2an bisa memberikan manfaat buat kita dan semua umat muslimin. Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ binta abd. qodir,  amin, mudah2an bisa memberikan manfaat buat kita dan semua umat muslimin. Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Binta abd.Qodir</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/comment-page-1/#comment-1311</link>
		<dc:creator>Binta abd.Qodir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 06:02:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1238#comment-1311</guid>
		<description>Terimakasi banyak penjelesannya. Sangat membantu..^_^
Smg tetap istiqomah dalam berdakwah,..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasi banyak penjelesannya. Sangat membantu..^_^<br />
Smg tetap istiqomah dalam berdakwah,..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/comment-page-1/#comment-1306</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 17:06:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1238#comment-1306</guid>
		<description>@ binta abdulqodir, 
1.	Wudhu’nya perempuan yang sedang istihadhah hanya bisa digunakan untuk satu kali shalat fardhu dan boleh untuk selainnya walau berkali-kali sebagaimana orang yang bersuci dengan tayammum. 
2.	Perempuan yang sedang istihadhoh diperbolehkan untuk membaca Al-Qur’an walaupun dalam keadaan mengeluarkan darah, namun tidak diperbolehkan untuk memegangnya kecuali jika berwudhu’ dan tidak keluar darahnya akibat kecerobohannya seperti tidak menyumbat kemaluannya atau tidak menahan keluarnya darah dengan penahan yang kuat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ binta abdulqodir,<br />
1.	Wudhu’nya perempuan yang sedang istihadhah hanya bisa digunakan untuk satu kali shalat fardhu dan boleh untuk selainnya walau berkali-kali sebagaimana orang yang bersuci dengan tayammum.<br />
2.	Perempuan yang sedang istihadhoh diperbolehkan untuk membaca Al-Qur’an walaupun dalam keadaan mengeluarkan darah, namun tidak diperbolehkan untuk memegangnya kecuali jika berwudhu’ dan tidak keluar darahnya akibat kecerobohannya seperti tidak menyumbat kemaluannya atau tidak menahan keluarnya darah dengan penahan yang kuat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Binta abd.Qodir</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/comment-page-1/#comment-1295</link>
		<dc:creator>Binta abd.Qodir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 08:36:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1238#comment-1295</guid>
		<description>Terimakasi banyak Forsan Salaf.. Jazakumullah khair,
Maaf mau tanya lg,
1.Perempuan istihadhoh wudlu&#039;ny apa hanya utk satu sholat ja meski tdk keluar darahnya, misalnya 1wudlu&#039; buat sholat ìsya&#039; n s.ba&#039;diyah isya&#039;?
Yg ke2, kalau mau baca alqur&#039;an tdk papa jika tiba2 keluar darah? Maaf saya banyak tanya, ana bener2 bingung.. Mohom bimbingan nya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasi banyak Forsan Salaf.. Jazakumullah khair,<br />
Maaf mau tanya lg,<br />
1.Perempuan istihadhoh wudlu&#8217;ny apa hanya utk satu sholat ja meski tdk keluar darahnya, misalnya 1wudlu&#8217; buat sholat ìsya&#8217; n s.ba&#8217;diyah isya&#8217;?<br />
Yg ke2, kalau mau baca alqur&#8217;an tdk papa jika tiba2 keluar darah? Maaf saya banyak tanya, ana bener2 bingung.. Mohom bimbingan nya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/comment-page-1/#comment-1294</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 06:59:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1238#comment-1294</guid>
		<description>@ binta abdulkaqodir, hukum darah pertama selama 10 hari (mulai tanggal 1-10) adalah &lt;strong&gt;haid&lt;/strong&gt;, sedangkan darah kedua selama 5 hari (tanggal 21-25) dihukumi &lt;strong&gt;istihadhah&lt;/strong&gt; karena masih menyempurnakan masa suci sebelumnya (tanggal 11-20) agar mencapai paling sedikitnya suci yaitu 15 hari terhitung dari tanggal 11-25. Jika darah yang kedua lebih dari 5 hari seperti keluar dari tanggal 21-30, maka 5 hari pertama (tanggal 21-25) dihukumi istihadhah, sedangkan darah yang selanjutnya (tanggal 26-30) dihukumi haid kedua.
Ketika masa istihadhah (tanggal 21-25) dihukumi seperti perempuan yang suci sebagaimana keterangan di atas.
&lt;em&gt;Referensi : Hasyiah al-Qulyubi juz 2 hal. 19&lt;/em&gt;

&lt;strong&gt;حاشيتا قليوبي - وعميرة - (ج 2 / ص&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;19)
( فَصْلٌ ) إذَا ( رَأَتْ ) دَمًا ( لِسِنِّ الْحَيْضِ أَقَلُّهُ ) فَأَكْثَرُ ( وَلَمْ يَعْبُرْ أَكْثَرُهُ ) أَيْ لَمْ يُجَاوِزْهُ ( فَكُلُّهُ حَيْضٌ ) أَسْوَدَ كَانَ أَوْ أَحْمَرَ أَوْ أَشْقَرَ مُبْتَدَأَةً كَانَتْ أَوْ مُعْتَادَةً تَغَيَّرَتْ عَادَتُهَا أَوْ لَا إلَّا أَنْ يَكُونَ عَلَيْهَا بَقِيَّةُ طُهْرٍ كَأَنْ رَأَتْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ دَمًا ثُمَّ اثْنَيْ عَشَرَ نَقَاءً ثُمَّ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ دَمًا ثُمَّ انْقَطَعَ ، فَالثَّلَاثَةُ الْأَخِيرَةُ دَمُ فَسَادٍ لَا حَيْضٌ ذُكِرَ ذَلِكَ فِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ مُفَرَّقًا&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ binta abdulkaqodir, hukum darah pertama selama 10 hari (mulai tanggal 1-10) adalah <strong>haid</strong>, sedangkan darah kedua selama 5 hari (tanggal 21-25) dihukumi <strong>istihadhah</strong> karena masih menyempurnakan masa suci sebelumnya (tanggal 11-20) agar mencapai paling sedikitnya suci yaitu 15 hari terhitung dari tanggal 11-25. Jika darah yang kedua lebih dari 5 hari seperti keluar dari tanggal 21-30, maka 5 hari pertama (tanggal 21-25) dihukumi istihadhah, sedangkan darah yang selanjutnya (tanggal 26-30) dihukumi haid kedua.<br />
Ketika masa istihadhah (tanggal 21-25) dihukumi seperti perempuan yang suci sebagaimana keterangan di atas.<br />
<em>Referensi : Hasyiah al-Qulyubi juz 2 hal. 19</em></p>
<p><strong>حاشيتا قليوبي &#8211; وعميرة &#8211; (ج 2 / ص</strong> <strong>19)<br />
( فَصْلٌ ) إذَا ( رَأَتْ ) دَمًا ( لِسِنِّ الْحَيْضِ أَقَلُّهُ ) فَأَكْثَرُ ( وَلَمْ يَعْبُرْ أَكْثَرُهُ ) أَيْ لَمْ يُجَاوِزْهُ ( فَكُلُّهُ حَيْضٌ ) أَسْوَدَ كَانَ أَوْ أَحْمَرَ أَوْ أَشْقَرَ مُبْتَدَأَةً كَانَتْ أَوْ مُعْتَادَةً تَغَيَّرَتْ عَادَتُهَا أَوْ لَا إلَّا أَنْ يَكُونَ عَلَيْهَا بَقِيَّةُ طُهْرٍ كَأَنْ رَأَتْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ دَمًا ثُمَّ اثْنَيْ عَشَرَ نَقَاءً ثُمَّ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ دَمًا ثُمَّ انْقَطَعَ ، فَالثَّلَاثَةُ الْأَخِيرَةُ دَمُ فَسَادٍ لَا حَيْضٌ ذُكِرَ ذَلِكَ فِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ مُفَرَّقًا</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Binta abd.Qodir</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/perempuan-isthadhah-baca-al-quran/comment-page-1/#comment-1293</link>
		<dc:creator>Binta abd.Qodir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 02:14:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1238#comment-1293</guid>
		<description>Syukran ats penjelasannya dr Forsan salaf.. Maaf ana mau tanya 1.kalau misalnya tgl 1-10 haid trus suci dr 11-20 dan keluar darah lg tgl 21-25.. Itu bgm?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syukran ats penjelasannya dr Forsan salaf.. Maaf ana mau tanya 1.kalau misalnya tgl 1-10 haid trus suci dr 11-20 dan keluar darah lg tgl 21-25.. Itu bgm?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

