<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: &#8221; Alaihis Salam&#8221; Untuk Ahlil Bait</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-5739</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 08:01:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-5739</guid>
		<description>farhan@ Tidak ada larangan dalam mengucapkan &#039;alaihis salam kepada syd ALi dan sydt Fatimah, hanya karena alasan tidak menyerupai dengan syi&#039;ar kaum rofidhoh. Silahkan pahami kembali isi dari artikel kami di atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>farhan@ Tidak ada larangan dalam mengucapkan &#8216;alaihis salam kepada syd ALi dan sydt Fatimah, hanya karena alasan tidak menyerupai dengan syi&#8217;ar kaum rofidhoh. Silahkan pahami kembali isi dari artikel kami di atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: farhan</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-5738</link>
		<dc:creator>farhan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 04:21:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-5738</guid>
		<description>Apa dasarnya saya tidak boleh mendoakan Alaihissalam kepada Fatimah Azzahra dan Imam Ali???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa dasarnya saya tidak boleh mendoakan Alaihissalam kepada Fatimah Azzahra dan Imam Ali???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rejal ba'alawi</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-4740</link>
		<dc:creator>rejal ba'alawi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 04:24:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-4740</guid>
		<description>@aldj : dalil nt koq g ad yg nash bhs arbx, apa nt hanya pke terjemahan...!
An mint klo menamplkn nash dalil sbtkn bhs arabx jgn lgsg terjemahan, klo g bs ahsan nt g ush brdskusi d sini, krn km menggunkn dalil dg ktb aslix(dg bhs arbx) tdk dg terjemahan sprt yg nt tampilkn yg krg bs d pertanggung jwbkn...
Klo nt mau brgabung, tlg periksa dl nash dalil yg asli yg brbhs arab jal...! syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@aldj : dalil nt koq g ad yg nash bhs arbx, apa nt hanya pke terjemahan&#8230;!<br />
An mint klo menamplkn nash dalil sbtkn bhs arabx jgn lgsg terjemahan, klo g bs ahsan nt g ush brdskusi d sini, krn km menggunkn dalil dg ktb aslix(dg bhs arbx) tdk dg terjemahan sprt yg nt tampilkn yg krg bs d pertanggung jwbkn&#8230;<br />
Klo nt mau brgabung, tlg periksa dl nash dalil yg asli yg brbhs arab jal&#8230;! syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-4726</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 09:54:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-4726</guid>
		<description>Asww, @ Aldj, saya coba menanggapi pernyataan Anda:
1. Yang memakruhkan bukan satu, melainkan sebagian Ulama Ahlu Sunnah, sebagaimana di artikel Forsan menyebutkan 2 diantaranya yaitu: Imam Juwaini &amp; Imam Nawawi.
2. Alasan dibuat2??? Itukan menurut Anda, namun menurut sebagian Ulama Ahlu Sunnah tersebut hal ini untuk menjaga pemahaman kaum muslimin.
3. &quot;Mencap&quot; sebagai pendapat Ahlu Sunnah???? Lho apakah kedua Imam tersebut bukan rujukan Ahlu Sunnah???? Imam Al Juwaini &amp; Imam Nawawi adalah dua orang Imam Ahlu Sunnah, yang pendapatnya diakui &amp; dirujuk oleh Ahlu Sunnah, lintas Madzhab. Hal ini adalah perkara yang jelas, justru aneh klo berpendapat sebaliknya...
4. Apakah sahabat memakruhkan ucapan as??? Bukankah sudah dijelaskan tentang penjelasan kata Makruh yang dimaksud??? Adapun kondisi yang dialami tentu berbeda dengan kondisi pada zaman sahabat, sehingga Ulama Salafus Shalih mempunyai cara tersendiri, yang mungkin berbeda dengan pada masa Sahabat.
5. Sikap Imam Nawawi terhadap riwayat Ahlul Bayt &amp; Muawiyah??? Wah klo soal ini saya belum mengetahuinya, saya akan sangat berterima kasih klo antum mau berbagi informasi / ilmunya kepada saya. Ditunggu informasinya.
NB: Antum masih monitor diskusi di artikel ini ya??? Masya Allah, Allahumma Shalli ala Muhammad wa ala Alihi Muhammad.
Salam Ukhuwah. Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asww, @ Aldj, saya coba menanggapi pernyataan Anda:<br />
1. Yang memakruhkan bukan satu, melainkan sebagian Ulama Ahlu Sunnah, sebagaimana di artikel Forsan menyebutkan 2 diantaranya yaitu: Imam Juwaini &amp; Imam Nawawi.<br />
2. Alasan dibuat2??? Itukan menurut Anda, namun menurut sebagian Ulama Ahlu Sunnah tersebut hal ini untuk menjaga pemahaman kaum muslimin.<br />
3. &#8220;Mencap&#8221; sebagai pendapat Ahlu Sunnah???? Lho apakah kedua Imam tersebut bukan rujukan Ahlu Sunnah???? Imam Al Juwaini &amp; Imam Nawawi adalah dua orang Imam Ahlu Sunnah, yang pendapatnya diakui &amp; dirujuk oleh Ahlu Sunnah, lintas Madzhab. Hal ini adalah perkara yang jelas, justru aneh klo berpendapat sebaliknya&#8230;<br />
4. Apakah sahabat memakruhkan ucapan as??? Bukankah sudah dijelaskan tentang penjelasan kata Makruh yang dimaksud??? Adapun kondisi yang dialami tentu berbeda dengan kondisi pada zaman sahabat, sehingga Ulama Salafus Shalih mempunyai cara tersendiri, yang mungkin berbeda dengan pada masa Sahabat.<br />
5. Sikap Imam Nawawi terhadap riwayat Ahlul Bayt &amp; Muawiyah??? Wah klo soal ini saya belum mengetahuinya, saya akan sangat berterima kasih klo antum mau berbagi informasi / ilmunya kepada saya. Ditunggu informasinya.<br />
NB: Antum masih monitor diskusi di artikel ini ya??? Masya Allah, Allahumma Shalli ala Muhammad wa ala Alihi Muhammad.<br />
Salam Ukhuwah. Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aldj</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-4657</link>
		<dc:creator>aldj</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 10:34:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-4657</guid>
		<description>@ahmad
suatu kesimpulan yg aneh dr anda,anda berusaha mengikuti pendpt yg justru merubah suatu yg sdh jelas.
bukhari jelas2 mengatakan/melebelkan bhw mereka ahlulbait(ahlukisa)dgn lebel a.s. kemudian ada SEORANG ulamA dr ribuan ulama terdahulu mengatakan makruh dgn alasan yg dibuat2.
lalu anda membenarkan yg satu.
eh yg lebih parah lg anda mencap sbg pendapat ahlusunah.
bukankah akidah ahlusunah berdasarkan kpd pendapt sahabat n salaf..?
adakah sahabat memakruhkan perkataan a.s.??
ini bukan persoalan moderat atw tdk.
cobalah anda pelajari kitab2 imam nawawi,bgmn posisi dirinya trhdp riwayat2 ttg ahlul bait n lawan2 ahlulbait terutama muawiyah
salam....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ahmad<br />
suatu kesimpulan yg aneh dr anda,anda berusaha mengikuti pendpt yg justru merubah suatu yg sdh jelas.<br />
bukhari jelas2 mengatakan/melebelkan bhw mereka ahlulbait(ahlukisa)dgn lebel a.s. kemudian ada SEORANG ulamA dr ribuan ulama terdahulu mengatakan makruh dgn alasan yg dibuat2.<br />
lalu anda membenarkan yg satu.<br />
eh yg lebih parah lg anda mencap sbg pendapat ahlusunah.<br />
bukankah akidah ahlusunah berdasarkan kpd pendapt sahabat n salaf..?<br />
adakah sahabat memakruhkan perkataan a.s.??<br />
ini bukan persoalan moderat atw tdk.<br />
cobalah anda pelajari kitab2 imam nawawi,bgmn posisi dirinya trhdp riwayat2 ttg ahlul bait n lawan2 ahlulbait terutama muawiyah<br />
salam&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-4622</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 04:36:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-4622</guid>
		<description>@ Semua Pengunjung :
Sebenarnya artikel dari Forsan Salaf diatas sudah cukup jelas dan fair, sehingga mengherankan klo masih didebat juga. Kesimpulannya artikel diatas jelas:
1. Ada Ulama yang MEMBOLEHKAN secara MUTLAK penggunaan istilah AS untuk Ahlul Bayt.
2. Ada Ulama yang Memakruhkan,karena dikhawatirkan menyamai dengan Syiar kelompok yang diluar Ahlu Sunnah, sehingga disarankan menggunakan RA atau RHM.
3. Ketiga istilah tersebut, yaitu AS, RA &amp; RHM adalah SAMA BAGUSNYA, sehingga masing2 kita boleh menggunakan salah satu istilah tersebut &amp; tidak ada yang boleh memaksakan pendapatnya.
4. Soal alasan sebagian Ulama Ahlu Sunnah yang memakruhkan istilah AS karena sebab tertentu diatas, maka itu adalah pendapat Ahlu Sunnah &amp; adalah hak Ulama Ahlu Sunnah untuk berpendapat demikian. Adapun situs ini adalah situs Ahlu Sunnah, jadi adalah haknya Forsan Salaf untuk menulis demikian, jadi klo ada yang tidak setuju, ya silahkan menghubungi Ulamanya masing2 di Situs Anda masing. Kemudian juga yang dimaksud membedakan dengan syiar2 kalangan lain, adalah karena Ulama2 Ahlu Sunnah menganggap ada berbagai hal yang bermasalah dengan pemahaman kalangan lain tersebut, jadi bukan kecintaan kepada Ahlul Baytnya yang bermasalah, tapi keyakinan2 kalangan lain tersebut yang bermasalah.
Jadi saya rasa tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi, karena artikel Forsan Salaf diatas sudah cukup Moderat. Demikian, WaLlahua&#039;lam. Salam Ukhuwwah. Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Semua Pengunjung :<br />
Sebenarnya artikel dari Forsan Salaf diatas sudah cukup jelas dan fair, sehingga mengherankan klo masih didebat juga. Kesimpulannya artikel diatas jelas:<br />
1. Ada Ulama yang MEMBOLEHKAN secara MUTLAK penggunaan istilah AS untuk Ahlul Bayt.<br />
2. Ada Ulama yang Memakruhkan,karena dikhawatirkan menyamai dengan Syiar kelompok yang diluar Ahlu Sunnah, sehingga disarankan menggunakan RA atau RHM.<br />
3. Ketiga istilah tersebut, yaitu AS, RA &amp; RHM adalah SAMA BAGUSNYA, sehingga masing2 kita boleh menggunakan salah satu istilah tersebut &amp; tidak ada yang boleh memaksakan pendapatnya.<br />
4. Soal alasan sebagian Ulama Ahlu Sunnah yang memakruhkan istilah AS karena sebab tertentu diatas, maka itu adalah pendapat Ahlu Sunnah &amp; adalah hak Ulama Ahlu Sunnah untuk berpendapat demikian. Adapun situs ini adalah situs Ahlu Sunnah, jadi adalah haknya Forsan Salaf untuk menulis demikian, jadi klo ada yang tidak setuju, ya silahkan menghubungi Ulamanya masing2 di Situs Anda masing. Kemudian juga yang dimaksud membedakan dengan syiar2 kalangan lain, adalah karena Ulama2 Ahlu Sunnah menganggap ada berbagai hal yang bermasalah dengan pemahaman kalangan lain tersebut, jadi bukan kecintaan kepada Ahlul Baytnya yang bermasalah, tapi keyakinan2 kalangan lain tersebut yang bermasalah.<br />
Jadi saya rasa tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi, karena artikel Forsan Salaf diatas sudah cukup Moderat. Demikian, WaLlahua&#8217;lam. Salam Ukhuwwah. Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Santhos</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-3978</link>
		<dc:creator>Santhos</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 02:34:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-3978</guid>
		<description>Aslmu alaikum.wr.wb bagi sy cr diskusi spt ini tdklah tepat.krn pst berujung kesmbongan(saling menyalahkan dan menganggap diri paling benar:),camkan wahai sdrku smua...Nabi tdk mengajarkan hal spt ini.lalu apakah anda yg saling menyalahkan dan menghujat,masih menganggap diri kalian pengikut nabi?kalo kt sdh pny suatu keyakinan pd suatu dasar,mari kt gunakan dsr itu.tp jgn lantas menyalahkan yg beda dg kt.pangkal dr smuanya adalah hati,mari...kt benahi hati kt dg akhlak mulia.kepandaian tak kan berarti tanpa hati yg tulus dan akhlak yg mulia.
@forsan sy mhon komentar2 yg msuk di  seleksi,kami takut pengunjung yg kapasitasnya spt sy malah jd lari di karenakan bingung dg perselisihan spt ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aslmu alaikum.wr.wb bagi sy cr diskusi spt ini tdklah tepat.krn pst berujung kesmbongan(saling menyalahkan dan menganggap diri paling benar:),camkan wahai sdrku smua&#8230;Nabi tdk mengajarkan hal spt ini.lalu apakah anda yg saling menyalahkan dan menghujat,masih menganggap diri kalian pengikut nabi?kalo kt sdh pny suatu keyakinan pd suatu dasar,mari kt gunakan dsr itu.tp jgn lantas menyalahkan yg beda dg kt.pangkal dr smuanya adalah hati,mari&#8230;kt benahi hati kt dg akhlak mulia.kepandaian tak kan berarti tanpa hati yg tulus dan akhlak yg mulia.<br />
@forsan sy mhon komentar2 yg msuk di  seleksi,kami takut pengunjung yg kapasitasnya spt sy malah jd lari di karenakan bingung dg perselisihan spt ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cah ndeso</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-2819</link>
		<dc:creator>cah ndeso</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 15:06:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-2819</guid>
		<description>mudah-mudahan yang awam tidak tambah syubhat...yang dah tahu...terus posting dan ingatkan bahaya penyimpangan dari agama islam...dan alhamdulillah...tidak susah mendapatkan tulisan-tulisan ulama tentang hal ini...tetapi...orang-orang yang emang suka berdusta untuk menutupi kebatilannya...telah tertutup hatinya...Alloohu musta&#039;an,nas`alulloohassalaamah wal &#039;aafiyah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mudah-mudahan yang awam tidak tambah syubhat&#8230;yang dah tahu&#8230;terus posting dan ingatkan bahaya penyimpangan dari agama islam&#8230;dan alhamdulillah&#8230;tidak susah mendapatkan tulisan-tulisan ulama tentang hal ini&#8230;tetapi&#8230;orang-orang yang emang suka berdusta untuk menutupi kebatilannya&#8230;telah tertutup hatinya&#8230;Alloohu musta&#8217;an,nas`alulloohassalaamah wal &#8216;aafiyah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fatimah al haddar</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-2534</link>
		<dc:creator>fatimah al haddar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 09:49:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-2534</guid>
		<description>mashallah,cuma masalah ucapan salam ja,di permasalahin
alyhi salam _ kan artinya salam atasnya..masa salam kayk gni d haramin,sdangkn setiap orang d zamn dewasa ini slalu mengatakan &quot; ibu salam atas mu dari ayah(umi salam alayk min abi)&quot;,tu kan sama hanya saja paki bhsa indonesia ,,
janagnlah masalah2 ini menjadi perpecahan,marilah kita bersatu,sesungguhnya persatuan sunni syiah sangat di takuti oleh zionist...
SUNNI SYI&#039;AH BERSATU !!

LA SUNNI LA SYI&#039;AH,TSUMMA NA&#039;AM ISLMA RAHMATAN LIL &#039;ALAMIN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mashallah,cuma masalah ucapan salam ja,di permasalahin<br />
alyhi salam _ kan artinya salam atasnya..masa salam kayk gni d haramin,sdangkn setiap orang d zamn dewasa ini slalu mengatakan &#8221; ibu salam atas mu dari ayah(umi salam alayk min abi)&#8221;,tu kan sama hanya saja paki bhsa indonesia ,,<br />
janagnlah masalah2 ini menjadi perpecahan,marilah kita bersatu,sesungguhnya persatuan sunni syiah sangat di takuti oleh zionist&#8230;<br />
SUNNI SYI&#8217;AH BERSATU !!</p>
<p>LA SUNNI LA SYI&#8217;AH,TSUMMA NA&#8217;AM ISLMA RAHMATAN LIL &#8216;ALAMIN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: armand</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/alaihis-salam-untuk-ahlil-bait/comment-page-1/#comment-2531</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 04:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1452#comment-2531</guid>
		<description>@muhammadon

&lt;blockquote&gt;Tapi yang jelas, sebagian besar ulama’ mentafsiri bahwa yang dimaksudkan dalam kalimat “ashabii”, adalah sahabat yang dikhususkan karena lebih dulu masuk islam daripada orang yang dikhitab. &lt;/blockquote&gt;

Sebenarnya makna “ashabii” yg demikian tetap berpotensi menimbulkan masalah.  Kenapa?

(1)  Apakah Nabi saw jg membeda-bedakan kedudukan sahabat-sahabat Beliau?  
Jika tdk, maka anda mesti mengakui bahwa pengertian yg diberikan oleh para ulama tsb hanya mengada-ada dari apa yg dimaksud oleh Nabi saw.   
Jika ya, maka mengapa Rasul saw tdk pernah menggunakan istilah yg berbeda selain menggunakan “ashabii” dalam setiap ucapannya mengenai sahabat?   Apakah semua ucapan “ashabii” oleh Nabi saw akhirnya akan bermakna sahabat yg khusus?

(2)  Apakah pengertian “sahabat yang dikhususkan” ini sdh menjadi pedoman umum bagi ahlussunnah?  Bagaimana membedakannya dgn pendapat ibnu Hajar?  Siapa2 sahabat yg dianggap lebih dulu masuk Islam?  Khusus ini apakah berarti memiliki keutamaan yang lebih dari yang lain?  

Tolong dijawab mas.

Dengan hujjah ini, berarti Nabi saw sedang berbicara kepada sahabat yg tdk khusus atau sahabat yg belakangan masuk Islam termasuk Khalid bin Walid dan Abu Sa’id Al Khudri RA serta beberapa sahabat lain.  Benarkah?  Bisakah mas menyebutkan  siapa-siapa saja yg diajak berbicara oleh Nabi saw saat itu, agar kita bisa membuktikan bahwa beberapa sahabat yg masuk Islam lebih awal tdk termasuk di dalamnya?

&lt;blockquote&gt;Inti dari larangan Nabi adalah larangan mencaci orang2 sebelumnya, dan tidak diberlakukan hanya untuk Khalid bin Walid, karena Nabi menyatakan dengan kalimat jamak sebagai satu isyarat diberlakukan pula bagi orang2 selain sahabat seperti kita saat ini. &lt;/blockquote&gt;

Untuk dalih ini sy tdk akan menentang, karna tentu saja larangan mencaci-maki mestinya ditujukan kepada semua umat yang mengaku umat Muhammad saw.   Namun tetap saja terbentur pada makna “ashabii”, bukan?

&lt;blockquote&gt;Coba anda perhatikan ayat berikut :
Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan puasa dengan menggunakan khitab “ عَلَيْكُمْ “, jika khitab ini hanya diberlakukan untuk sahabat yang hadir waktu turunnya ayat ini, niscaya puasa tidak wajib bagi anda. Namun tidak demikian, walaupun menggunakan khitab, tapi perintah (kewajiban) puasa ini diberlakukan juga untuk setiap muslimin walaupun setelah masa sahabat. &lt;/blockquote&gt;

Dalil penggunaan khitab “alaikum” ini tdk membantu sedikit pun hujjah anda yg memisahkan sahabat khusus dgn yg bukan atau pun hujjah ucapan Nabi saw yg ditujukan ke hanya umat2 sekarang.    Dan sy kira di semua ayat dalam AQ yg menggunakan khitab “’alaikum” juga ditujukan kepada umat yg sekarang, kecuali ayat2 tertentu khusus utk Nabi saw. 

&lt;blockquote&gt;Memang mas, permasalahan ini tidak akan bisa dipahami keculai oleh orang yang telah mempelajari ilmu bahasa dan usul fikh. &lt;/blockquote&gt;

Anda keliru, ini hanyalah masalah bahasa sehari-hari yg semua orang mampu melihat kejanggalannya bahkan oleh orang2 spt anda sekali pun.  Jika anda menganggap ini bkn masalah yg mudah, dan harus menguasai usul fiqh, maka mestinya anda tdk menampilkannya ke umum atau anda sdh memiliki ilmu ini utk menjelaskannya. 

&lt;blockquote&gt;dugaan itu muncul dari tulisan anda sendiri, gimana jawaban anda pada komentar ana tentang “keutamaan sahabat dalam sedekah tidak bisa disamai oleh lainnya”, anda menuliskan tentang perang Uhud lalu anda katakan “ berapa banyak sahabat yang lari dari peperangan itu ?”, apa hubungannya mas ?, kenapa anda pertanyakan sahabat yang lari dari perang Uhud ? sungguh jauh dari sasaran bahkan bertolak belakang 180 derajat. 
Orang yang membaca tulisan anda pasti beranggapan bahwa anda pembenci sahabat… mencoba menunjukkan hal2 yang anda anggap sebagai kejelekan sahabat sebagai hujjah untuk mencaci mereka ???
Klarifikasi lagi tulisan anda biar gak mendatangkan praduga seperti itu…. Sebelum anda beruasaha mengelak dari tuduhan2 seperti ini…&lt;/blockquote&gt;

Sebenarnya jawabannya gampang mas.  Anda mengakui tdk kebenaran riwayat bahwa sebagian sahabat melarikan diri di perang Uhud?  Jika ya, maka perbedaan anda dgn saya adalah hanya sy mengutarakannya di sini, sedang anda tdk.  Jika anda berprasangka buruk kepada sy thd hal itu maka itu salah anda.  Sy menyampaikannya tanpa tendensi kebencian, sama spt pada penulis/penyusun kitab2 yg meriwayatkan peristiwa tsb. Sebaiknya anda klarifikasi dulu apa maksud sy menyampaikan hal tsb sebelum menuduh.  Toh sy jg kan tdk berniat utk meneruskan permasalah perang Uhud ini, spt yg sy katakan sebelumnya &lt;strong&gt;Anda betul, sy ga perlu menampilkan keheranan sy ini&lt;/strong&gt;.

Mohon djawab pertanyaan2 sy mas sebelum mengajukan pertanyaan.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@muhammadon</p>
<blockquote><p>Tapi yang jelas, sebagian besar ulama’ mentafsiri bahwa yang dimaksudkan dalam kalimat “ashabii”, adalah sahabat yang dikhususkan karena lebih dulu masuk islam daripada orang yang dikhitab. </p></blockquote>
<p>Sebenarnya makna “ashabii” yg demikian tetap berpotensi menimbulkan masalah.  Kenapa?</p>
<p>(1)  Apakah Nabi saw jg membeda-bedakan kedudukan sahabat-sahabat Beliau?<br />
Jika tdk, maka anda mesti mengakui bahwa pengertian yg diberikan oleh para ulama tsb hanya mengada-ada dari apa yg dimaksud oleh Nabi saw.<br />
Jika ya, maka mengapa Rasul saw tdk pernah menggunakan istilah yg berbeda selain menggunakan “ashabii” dalam setiap ucapannya mengenai sahabat?   Apakah semua ucapan “ashabii” oleh Nabi saw akhirnya akan bermakna sahabat yg khusus?</p>
<p>(2)  Apakah pengertian “sahabat yang dikhususkan” ini sdh menjadi pedoman umum bagi ahlussunnah?  Bagaimana membedakannya dgn pendapat ibnu Hajar?  Siapa2 sahabat yg dianggap lebih dulu masuk Islam?  Khusus ini apakah berarti memiliki keutamaan yang lebih dari yang lain?  </p>
<p>Tolong dijawab mas.</p>
<p>Dengan hujjah ini, berarti Nabi saw sedang berbicara kepada sahabat yg tdk khusus atau sahabat yg belakangan masuk Islam termasuk Khalid bin Walid dan Abu Sa’id Al Khudri RA serta beberapa sahabat lain.  Benarkah?  Bisakah mas menyebutkan  siapa-siapa saja yg diajak berbicara oleh Nabi saw saat itu, agar kita bisa membuktikan bahwa beberapa sahabat yg masuk Islam lebih awal tdk termasuk di dalamnya?</p>
<blockquote><p>Inti dari larangan Nabi adalah larangan mencaci orang2 sebelumnya, dan tidak diberlakukan hanya untuk Khalid bin Walid, karena Nabi menyatakan dengan kalimat jamak sebagai satu isyarat diberlakukan pula bagi orang2 selain sahabat seperti kita saat ini. </p></blockquote>
<p>Untuk dalih ini sy tdk akan menentang, karna tentu saja larangan mencaci-maki mestinya ditujukan kepada semua umat yang mengaku umat Muhammad saw.   Namun tetap saja terbentur pada makna “ashabii”, bukan?</p>
<blockquote><p>Coba anda perhatikan ayat berikut :<br />
Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan puasa dengan menggunakan khitab “ عَلَيْكُمْ “, jika khitab ini hanya diberlakukan untuk sahabat yang hadir waktu turunnya ayat ini, niscaya puasa tidak wajib bagi anda. Namun tidak demikian, walaupun menggunakan khitab, tapi perintah (kewajiban) puasa ini diberlakukan juga untuk setiap muslimin walaupun setelah masa sahabat. </p></blockquote>
<p>Dalil penggunaan khitab “alaikum” ini tdk membantu sedikit pun hujjah anda yg memisahkan sahabat khusus dgn yg bukan atau pun hujjah ucapan Nabi saw yg ditujukan ke hanya umat2 sekarang.    Dan sy kira di semua ayat dalam AQ yg menggunakan khitab “’alaikum” juga ditujukan kepada umat yg sekarang, kecuali ayat2 tertentu khusus utk Nabi saw. </p>
<blockquote><p>Memang mas, permasalahan ini tidak akan bisa dipahami keculai oleh orang yang telah mempelajari ilmu bahasa dan usul fikh. </p></blockquote>
<p>Anda keliru, ini hanyalah masalah bahasa sehari-hari yg semua orang mampu melihat kejanggalannya bahkan oleh orang2 spt anda sekali pun.  Jika anda menganggap ini bkn masalah yg mudah, dan harus menguasai usul fiqh, maka mestinya anda tdk menampilkannya ke umum atau anda sdh memiliki ilmu ini utk menjelaskannya. </p>
<blockquote><p>dugaan itu muncul dari tulisan anda sendiri, gimana jawaban anda pada komentar ana tentang “keutamaan sahabat dalam sedekah tidak bisa disamai oleh lainnya”, anda menuliskan tentang perang Uhud lalu anda katakan “ berapa banyak sahabat yang lari dari peperangan itu ?”, apa hubungannya mas ?, kenapa anda pertanyakan sahabat yang lari dari perang Uhud ? sungguh jauh dari sasaran bahkan bertolak belakang 180 derajat.<br />
Orang yang membaca tulisan anda pasti beranggapan bahwa anda pembenci sahabat… mencoba menunjukkan hal2 yang anda anggap sebagai kejelekan sahabat sebagai hujjah untuk mencaci mereka ???<br />
Klarifikasi lagi tulisan anda biar gak mendatangkan praduga seperti itu…. Sebelum anda beruasaha mengelak dari tuduhan2 seperti ini…</p></blockquote>
<p>Sebenarnya jawabannya gampang mas.  Anda mengakui tdk kebenaran riwayat bahwa sebagian sahabat melarikan diri di perang Uhud?  Jika ya, maka perbedaan anda dgn saya adalah hanya sy mengutarakannya di sini, sedang anda tdk.  Jika anda berprasangka buruk kepada sy thd hal itu maka itu salah anda.  Sy menyampaikannya tanpa tendensi kebencian, sama spt pada penulis/penyusun kitab2 yg meriwayatkan peristiwa tsb. Sebaiknya anda klarifikasi dulu apa maksud sy menyampaikan hal tsb sebelum menuduh.  Toh sy jg kan tdk berniat utk meneruskan permasalah perang Uhud ini, spt yg sy katakan sebelumnya <strong>Anda betul, sy ga perlu menampilkan keheranan sy ini</strong>.</p>
<p>Mohon djawab pertanyaan2 sy mas sebelum mengajukan pertanyaan.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

