<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dahulukan Iman Dalam Peristiwa Isra`-Mi`raj</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/dahulukan-iman-dalam-peritiwa-isra-miraj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/dahulukan-iman-dalam-peritiwa-isra-miraj/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: prihatin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/dahulukan-iman-dalam-peritiwa-isra-miraj/comment-page-1/#comment-3826</link>
		<dc:creator>prihatin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 01:31:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1612#comment-3826</guid>
		<description>salam
tentang isra mi&#039;raj ini adalah soal iman
abubakar sidiq membenar semua yg terjadi kepada nabi
Islam itu zahir dan batin, atau ghaib, maknanya apa 2 yg terjadi asal dari sumber yg soheh dari nabi. kita wajib imani.
Namun patut kita terima bahawa nabi Muhammad keturunan adam, adam dari tanah. Tak patut kita katakan baginda dari nur. Nur yg digunakan sebagai istilah bahawa nabi mampu menerangi kegelapan kesesatan. Allah &#039;alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam<br />
tentang isra mi&#8217;raj ini adalah soal iman<br />
abubakar sidiq membenar semua yg terjadi kepada nabi<br />
Islam itu zahir dan batin, atau ghaib, maknanya apa 2 yg terjadi asal dari sumber yg soheh dari nabi. kita wajib imani.<br />
Namun patut kita terima bahawa nabi Muhammad keturunan adam, adam dari tanah. Tak patut kita katakan baginda dari nur. Nur yg digunakan sebagai istilah bahawa nabi mampu menerangi kegelapan kesesatan. Allah &#8216;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: M.husin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/dahulukan-iman-dalam-peritiwa-isra-miraj/comment-page-1/#comment-3527</link>
		<dc:creator>M.husin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 01:02:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1612#comment-3527</guid>
		<description>Assalamualaikum ustd. Ana ada pertanyaan mengenai isro&#039; wal mi&#039;roj : 1. Ana minta  penjelasan tentang  Nabi Muhammad kembali kepada Allah untuk meminta keringanan sholat yana ada pada tafsir showi? 2. Ana mau tanya apa itu lauh mahfud dan lauh mahwi wal itsbat? dan lauh mahfud itu berada di langit ke tujuh apa di mustawa?  Jazakumulloh khoir kasiiro.Sukron ala ajwabikum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ustd. Ana ada pertanyaan mengenai isro&#8217; wal mi&#8217;roj : 1. Ana minta  penjelasan tentang  Nabi Muhammad kembali kepada Allah untuk meminta keringanan sholat yana ada pada tafsir showi? 2. Ana mau tanya apa itu lauh mahfud dan lauh mahwi wal itsbat? dan lauh mahfud itu berada di langit ke tujuh apa di mustawa?  Jazakumulloh khoir kasiiro.Sukron ala ajwabikum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kang mas messi</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/dahulukan-iman-dalam-peritiwa-isra-miraj/comment-page-1/#comment-3486</link>
		<dc:creator>kang mas messi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 12:58:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1612#comment-3486</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;kronologinya adalah siapa yang menjalankan? Allah. Dengan siapa? Malaikat dan menaiki kendaraan apa? Buraq. Buraq diibaratkan sebagai kilat dan malaikat tercipta dari nur (cahaya)&lt;/blockquote&gt;

Pada hakikatnya berkunjungnya Nabi saw untuk bertemu dgn Allah swt tdk membutuhkan alat, yg dgn segala sifatnya tdk akan mampu, dari segala sisi mana pun melebihi Nabi saw. Bouraq, jika pun ada, adalah makhluk yg hrs kita yakini lbh rendah kedudukannya dari Nabi saw, baik asal kejadiannya maupun sifat2nya.  Begitu jg dgn malaikat.  Setinggi apa pun kedudukan malaikat, tetap tdk mampu langsung &quot;berhadapan&quot; dgn Sang Pencipta.  Hal ini dibuktikan dgn mundurnya malaikat Jibril (?) pada ketika mencapai Sidratul Muntaha dan mempersilakan Nabi saw sendiri utk bertemu Tuhan-nya.  Dari fakta ini kita mestinya dpt memahami bahwa malaikat hanyalah sebagai pengantar (lbh cocok guide) dimana bouraq adalah sebuah istilah alat saja utk memudahkan pemahaman.

Bagi kita yg memahami bahwa Nabi saw adalah makhluk termulia diantara makhluk mulia yang pernah ada, serta penciptaannya yg berbeda dgn makhluk lain sebab berasal dari nur yg mulia, maka bukan hal yg aneh bila nur mampu bertemu dgn nur.  Allah swt tdklah mungkin ditemui dgn jasad yg bersifat materi.  Ia hanya dapat dijumpai dalam keadaan yg sama dgn sifat-Nya yakni dalam keadaan nur yg inmateri.

Maaf kalau jadi ngawur</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>kronologinya adalah siapa yang menjalankan? Allah. Dengan siapa? Malaikat dan menaiki kendaraan apa? Buraq. Buraq diibaratkan sebagai kilat dan malaikat tercipta dari nur (cahaya)</p></blockquote>
<p>Pada hakikatnya berkunjungnya Nabi saw untuk bertemu dgn Allah swt tdk membutuhkan alat, yg dgn segala sifatnya tdk akan mampu, dari segala sisi mana pun melebihi Nabi saw. Bouraq, jika pun ada, adalah makhluk yg hrs kita yakini lbh rendah kedudukannya dari Nabi saw, baik asal kejadiannya maupun sifat2nya.  Begitu jg dgn malaikat.  Setinggi apa pun kedudukan malaikat, tetap tdk mampu langsung &#8220;berhadapan&#8221; dgn Sang Pencipta.  Hal ini dibuktikan dgn mundurnya malaikat Jibril (?) pada ketika mencapai Sidratul Muntaha dan mempersilakan Nabi saw sendiri utk bertemu Tuhan-nya.  Dari fakta ini kita mestinya dpt memahami bahwa malaikat hanyalah sebagai pengantar (lbh cocok guide) dimana bouraq adalah sebuah istilah alat saja utk memudahkan pemahaman.</p>
<p>Bagi kita yg memahami bahwa Nabi saw adalah makhluk termulia diantara makhluk mulia yang pernah ada, serta penciptaannya yg berbeda dgn makhluk lain sebab berasal dari nur yg mulia, maka bukan hal yg aneh bila nur mampu bertemu dgn nur.  Allah swt tdklah mungkin ditemui dgn jasad yg bersifat materi.  Ia hanya dapat dijumpai dalam keadaan yg sama dgn sifat-Nya yakni dalam keadaan nur yg inmateri.</p>
<p>Maaf kalau jadi ngawur</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

