<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Haid Terputus-putus</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/haid-terputus-putus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/haid-terputus-putus/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/haid-terputus-putus/comment-page-1/#comment-5211</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 11:41:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1378#comment-5211</guid>
		<description>@ Husin, wa&#039;alaikum salam Wr. Wb.
Paling sedikitnya darah haid adalah satu hari satu malam (24 jam), dan paling lamanya adalah 15 hari 15 malam. Ketika darah yang keluar melebihi dari batas maksimal haid (15 hari 15 malam), maka perempuan tersebut terkena istihadhoh dimana darah haidnya bercampur dengan darah istihadhoh yang dianggap suci. Dalam penentuan lama masa haidnya ketika terkena istihadhah adalah jika MUBTADA&#039;AH yaitu perempuan yang baru pertama kali mengalami haid, maka darah haidnya adalah satu hari satu malam pertama, adapun darah selanjutnya adalah istihadhah dan dihukumi suci sehingga wajib mengqadha&#039; shalat yang telah ditinggalkan di hari- hari tersebut.
Dan jika seorang MU&#039;TADAH, yaitu perempuan yang sudah pernah mengalami haid dan suci, maka penentuan darah haidnya adalah mengikuti kebiasaannya di bulan sebelumnya. Jika haid bulan sebelumnya adalah 6 hari, maka sekarang haidnya hanya 6 hari dan hari berikutnya adalah darah istihadhah yang dianggap suci.
Ketika seorang wanita mengalami haid, maka diharamkan baginya untuk membaca Al-Qur&#039;an, sekalipun untuk menjaga hafalannya. Ini pendapat yang masyhur dikalangan Imam Syafi&#039;i. Namun dalam pendapat dari Imam Malik dinyatakan seorang wanita dengan alasan untuk menjaga hafalan al-Qur&#039;annya diperbolehkan baginya untuk membacanya sekalipun dalam keadaan haid, hanya saja seukuran kebutuhan yaitu dengan sekiranya hafalannya tidak hilang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Husin, wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.<br />
Paling sedikitnya darah haid adalah satu hari satu malam (24 jam), dan paling lamanya adalah 15 hari 15 malam. Ketika darah yang keluar melebihi dari batas maksimal haid (15 hari 15 malam), maka perempuan tersebut terkena istihadhoh dimana darah haidnya bercampur dengan darah istihadhoh yang dianggap suci. Dalam penentuan lama masa haidnya ketika terkena istihadhah adalah jika MUBTADA&#8217;AH yaitu perempuan yang baru pertama kali mengalami haid, maka darah haidnya adalah satu hari satu malam pertama, adapun darah selanjutnya adalah istihadhah dan dihukumi suci sehingga wajib mengqadha&#8217; shalat yang telah ditinggalkan di hari- hari tersebut.<br />
Dan jika seorang MU&#8217;TADAH, yaitu perempuan yang sudah pernah mengalami haid dan suci, maka penentuan darah haidnya adalah mengikuti kebiasaannya di bulan sebelumnya. Jika haid bulan sebelumnya adalah 6 hari, maka sekarang haidnya hanya 6 hari dan hari berikutnya adalah darah istihadhah yang dianggap suci.<br />
Ketika seorang wanita mengalami haid, maka diharamkan baginya untuk membaca Al-Qur&#8217;an, sekalipun untuk menjaga hafalannya. Ini pendapat yang masyhur dikalangan Imam Syafi&#8217;i. Namun dalam pendapat dari Imam Malik dinyatakan seorang wanita dengan alasan untuk menjaga hafalan al-Qur&#8217;annya diperbolehkan baginya untuk membacanya sekalipun dalam keadaan haid, hanya saja seukuran kebutuhan yaitu dengan sekiranya hafalannya tidak hilang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Husin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/haid-terputus-putus/comment-page-1/#comment-5204</link>
		<dc:creator>Husin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 01:47:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1378#comment-5204</guid>
		<description>Assalamualaikum ustd. Saya mau tanya. 1. Bila wanita itu haid biasanya cuma 6 hari kemudian setelah melahirkan karena dia tdk mau makan sayur maka haidnya berubah menjadi lama waktunya kadang2 lebih dari 15 hari tetap keluar darah. Yg saya tanyakan berapa hari darah haidnya skrng dan  brp hari yang bukan?. 2. Bgmn hukum wanita haid yg membaca alquran untuk menjaga hafalan alqurannya karena dia seorang yg hafal alquran? Sukron ala ajwaabikum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ustd. Saya mau tanya. 1. Bila wanita itu haid biasanya cuma 6 hari kemudian setelah melahirkan karena dia tdk mau makan sayur maka haidnya berubah menjadi lama waktunya kadang2 lebih dari 15 hari tetap keluar darah. Yg saya tanyakan berapa hari darah haidnya skrng dan  brp hari yang bukan?. 2. Bgmn hukum wanita haid yg membaca alquran untuk menjaga hafalan alqurannya karena dia seorang yg hafal alquran? Sukron ala ajwaabikum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AuliaLubis09</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/haid-terputus-putus/comment-page-1/#comment-1878</link>
		<dc:creator>AuliaLubis09</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 08:11:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1378#comment-1878</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr.wb.

Minta ijin Artikel Pertanyaan dan jawabannya yg ada pada forsan salaf saya ambil untuk menambah ilmu dan sharing ke teman2 saya, KARENA KAJIANNYA DAN PEMAHAMANNYA INSYA ALLAH SAMA DENGAN PENGAJIAN SAYA LAKUKAN. SOALNYA AGAK PAYAH MENCARI WEB DAN BLOG SEPERTI INI SELAIN ALMUTTAQIN, SALAFY TOBAT YG LAINNYA BANYAK BUATAN WAHABI DAN HTI dll yg tak jelas akidah dan syari&#039;atnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.wb.</p>
<p>Minta ijin Artikel Pertanyaan dan jawabannya yg ada pada forsan salaf saya ambil untuk menambah ilmu dan sharing ke teman2 saya, KARENA KAJIANNYA DAN PEMAHAMANNYA INSYA ALLAH SAMA DENGAN PENGAJIAN SAYA LAKUKAN. SOALNYA AGAK PAYAH MENCARI WEB DAN BLOG SEPERTI INI SELAIN ALMUTTAQIN, SALAFY TOBAT YG LAINNYA BANYAK BUATAN WAHABI DAN HTI dll yg tak jelas akidah dan syari&#8217;atnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/haid-terputus-putus/comment-page-1/#comment-1624</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 13:05:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1378#comment-1624</guid>
		<description>@ karni, sebenarnya tidak ada sejarah tentang pembacaan tahlil di hari ke-7. ke-40 dan ke-1000 harinya, bahkan tidak ada nash haditsnya. Namun, memandang dari isinya yang berupa pembacaan Al-Qur&#039;an dan dzikir serta bersedekah untuk kemudian dihadiahkan pahalanya kepada mayyit, maka diperbolehkan. Dan pahala2 itu semua akan sampai kepada si mayyit, sebagaimana riwayat dari Anas ra :
ان النبي صلى الله عليه وسلم سئل فقال السائل : يا رسول الله انا نتصدق عن مةتانا ونحج عنهم وندعو لهم، هل يصل ذلك اليهم ؟ قال : نعم، انه ليصل اليهم وانهم ليفرحون به كما يفرح احدكم بالطبق اذا اهدي اليهم &quot; رواه ابو حفص الأكبري
Sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya seseorang: &quot; wahai Rasulullah, kami bersedekah dan berhaji yang pahalanya kami peruntukkan orang2 kami yang telah meninggal dunia dan kami berdo&#039;a untuk mereka, apakah pahalanya sampai kepada mereka ?&quot; Rasulullah SAW menjawab : &quot;iya, pahalanya betul2 sampai kepada mereka dan mereka sangat merasa gembira sebagaimana kalian gembira apabila menerima hadiah.&quot; HR. Abu Hafs Al-Akbari.
CATATAN : karena pandangan kebolehannya dari sisi isinya yang berupa pekerjaan baik, bukan dari segi nash tentang memperingati hari ketujuh dan lainnya, maka tidak diperkenankan untuk meyakininya sebagai hari khusus yang terikat dengan waktu itu saja, bukan di hari2 lainnya. Akan tetapi meyakini bahwa bisa dilakukan di hari2 lainnya meskipun tidak tepat dengan hari kematian si mayit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ karni, sebenarnya tidak ada sejarah tentang pembacaan tahlil di hari ke-7. ke-40 dan ke-1000 harinya, bahkan tidak ada nash haditsnya. Namun, memandang dari isinya yang berupa pembacaan Al-Qur&#8217;an dan dzikir serta bersedekah untuk kemudian dihadiahkan pahalanya kepada mayyit, maka diperbolehkan. Dan pahala2 itu semua akan sampai kepada si mayyit, sebagaimana riwayat dari Anas ra :<br />
ان النبي صلى الله عليه وسلم سئل فقال السائل : يا رسول الله انا نتصدق عن مةتانا ونحج عنهم وندعو لهم، هل يصل ذلك اليهم ؟ قال : نعم، انه ليصل اليهم وانهم ليفرحون به كما يفرح احدكم بالطبق اذا اهدي اليهم &#8221; رواه ابو حفص الأكبري<br />
Sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya seseorang: &#8221; wahai Rasulullah, kami bersedekah dan berhaji yang pahalanya kami peruntukkan orang2 kami yang telah meninggal dunia dan kami berdo&#8217;a untuk mereka, apakah pahalanya sampai kepada mereka ?&#8221; Rasulullah SAW menjawab : &#8220;iya, pahalanya betul2 sampai kepada mereka dan mereka sangat merasa gembira sebagaimana kalian gembira apabila menerima hadiah.&#8221; HR. Abu Hafs Al-Akbari.<br />
CATATAN : karena pandangan kebolehannya dari sisi isinya yang berupa pekerjaan baik, bukan dari segi nash tentang memperingati hari ketujuh dan lainnya, maka tidak diperkenankan untuk meyakininya sebagai hari khusus yang terikat dengan waktu itu saja, bukan di hari2 lainnya. Akan tetapi meyakini bahwa bisa dilakukan di hari2 lainnya meskipun tidak tepat dengan hari kematian si mayit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: karni</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/haid-terputus-putus/comment-page-1/#comment-1567</link>
		<dc:creator>karni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 13:32:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1378#comment-1567</guid>
		<description>Assalamu alaikum wr. wb. Habib Taufik bin Abdulqadir Assegaf yg mudah2 an dimulyakan Allah SWT. Langsung saja ke pokok pertanyaan Bib. yg ingin sy tanyakan adalah ada nggk sejarah tentang tahlilan bagi orng meninggal 7 hari,40 hr ,100 hr dst? kalo ada tolong sebutkan bserta nash2nya.Demikian pertanyaan saya seblm dan ssudhnya saya ucapkan trima kasih.Wassalamu alaikum wr wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum wr. wb. Habib Taufik bin Abdulqadir Assegaf yg mudah2 an dimulyakan Allah SWT. Langsung saja ke pokok pertanyaan Bib. yg ingin sy tanyakan adalah ada nggk sejarah tentang tahlilan bagi orng meninggal 7 hari,40 hr ,100 hr dst? kalo ada tolong sebutkan bserta nash2nya.Demikian pertanyaan saya seblm dan ssudhnya saya ucapkan trima kasih.Wassalamu alaikum wr wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

