<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Israf (Berlebihan) Dalam Wudhu&#8217;</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-5579</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 14:01:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-5579</guid>
		<description>@ husin, wa&#039;alaikum salam wr. wb.
Batasan wajah secara memanjang (vertikal) adalah dari tempat awal tumbuhnya rambut hingga pertemuan 2 tulang rahang. Dan secara melebar (horsontal) adalah antara kedua telinga.
Namun untuk memastikan bahwa semua bagian wajah terbasuh secara yakin, maka wajib pula membasuh bagian yang lebih dari batasan wajah diatas disegala sisinya. Sehingga wajib membasuh pula sedikit dari bagian kepala dan dibawah dagu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ husin, wa&#8217;alaikum salam wr. wb.<br />
Batasan wajah secara memanjang (vertikal) adalah dari tempat awal tumbuhnya rambut hingga pertemuan 2 tulang rahang. Dan secara melebar (horsontal) adalah antara kedua telinga.<br />
Namun untuk memastikan bahwa semua bagian wajah terbasuh secara yakin, maka wajib pula membasuh bagian yang lebih dari batasan wajah diatas disegala sisinya. Sehingga wajib membasuh pula sedikit dari bagian kepala dan dibawah dagu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Husin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-5501</link>
		<dc:creator>Husin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 14:56:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-5501</guid>
		<description>Assalamualaikum ustd. Saya mau tanya, bagian wajah di dalam wudhu itu sampai mana saja? apakah dagu bagian bawah itu termasuk bagian wajah  secara panjang sehingga wajib dibasuh di dalam wudhu? Sukron ala ajwabikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ustd. Saya mau tanya, bagian wajah di dalam wudhu itu sampai mana saja? apakah dagu bagian bawah itu termasuk bagian wajah  secara panjang sehingga wajib dibasuh di dalam wudhu? Sukron ala ajwabikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-5213</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 12:44:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-5213</guid>
		<description>@ Husin, Wa&#039;alaikum salam Wr. Wb.
Mengusap tengkuk (leher bagian belakang) dalam wudhu&#039; menurut Imam Ghozali, al-Baghawi dan ar-Rafi&#039;i adalah sunnah. yaitu dengan menggunakan tangan kanan dan mengucapkan :
اَللَّهُمَّ فُكَّ رَقَبَتِي مِنَ النَّارْ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ السَّلاَسِلِ وَاْلأَغْلاَلْ
“ Ya Allah, selamatkanlah tengkukku dari neraka, dan aku berlindung kepada-Mu dari belenggu dan rantai (dari api di neraka) “

Mereka berpendapat demikian mendasarkan pada hadits riwayat dari Imam Ahmad dan Abu Daud, bahwasanya :&quot; Rasulullah SAW mengusap kepalanya (ketika wudhu&#039;) hingga sampai pada belakang kepala dan sekitarnya hingga pada tengkuk &quot;.

Namun pendapat ulama&#039; lainnya menyatakan tidak ada kesunahan dalam mengusap tengkuk ketika wudhu&#039; dan menganggap dalil akan kesunahannya tidak benar.
Dengan demikian, anda bisa menilai dan mengikuti yang mana, karena keduanya memiliki dalil dan para ulama&#039; yang menyatakan sunnah juga adalah ulama&#039; besar dan terkenal dengan kesholihannnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Husin, Wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.<br />
Mengusap tengkuk (leher bagian belakang) dalam wudhu&#8217; menurut Imam Ghozali, al-Baghawi dan ar-Rafi&#8217;i adalah sunnah. yaitu dengan menggunakan tangan kanan dan mengucapkan :<br />
اَللَّهُمَّ فُكَّ رَقَبَتِي مِنَ النَّارْ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ السَّلاَسِلِ وَاْلأَغْلاَلْ<br />
“ Ya Allah, selamatkanlah tengkukku dari neraka, dan aku berlindung kepada-Mu dari belenggu dan rantai (dari api di neraka) “</p>
<p>Mereka berpendapat demikian mendasarkan pada hadits riwayat dari Imam Ahmad dan Abu Daud, bahwasanya :&#8221; Rasulullah SAW mengusap kepalanya (ketika wudhu&#8217;) hingga sampai pada belakang kepala dan sekitarnya hingga pada tengkuk &#8220;.</p>
<p>Namun pendapat ulama&#8217; lainnya menyatakan tidak ada kesunahan dalam mengusap tengkuk ketika wudhu&#8217; dan menganggap dalil akan kesunahannya tidak benar.<br />
Dengan demikian, anda bisa menilai dan mengikuti yang mana, karena keduanya memiliki dalil dan para ulama&#8217; yang menyatakan sunnah juga adalah ulama&#8217; besar dan terkenal dengan kesholihannnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Husin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-5203</link>
		<dc:creator>Husin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 01:32:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-5203</guid>
		<description>Assalamualaikum ustd. Saya mau tanya, bolehkah kita mengamalkan sunnah membasuh leher bagian belakang setelah membasuh dua  telinga?  Sukron ala ajwaabikum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ustd. Saya mau tanya, bolehkah kita mengamalkan sunnah membasuh leher bagian belakang setelah membasuh dua  telinga?  Sukron ala ajwaabikum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Muzakki</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-4132</link>
		<dc:creator>Abu Muzakki</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 04:17:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-4132</guid>
		<description>Tapi yg perlu diperhatikan ketika wudlu ... selain sesuai syariat juga dlm penggunaan air wudlu yg berlebihan ( mubadzir ), saya sering perhatikan orang sedang wudlu kadang bahkan hampir semua ketika membuka kran air dengan putaran penuh / maksimal sehingga banyak air yg terbuang percuma klo bisa dengan putaran 1/4 atau 1/3 atau 1/2 putaran sudah cukup ( air keluar normal ) mengapa tidak dilakukan baik wudlu di rumah / musholla lebih2 masjid, makanya ada kemakruhan lebih dari 3 basuhan yg menggunakan air .......

wasssalam

NB = sebaiknya di musholla atau masjid di tempel tulisan warning untuk berhemat air ketika wudlu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi yg perlu diperhatikan ketika wudlu &#8230; selain sesuai syariat juga dlm penggunaan air wudlu yg berlebihan ( mubadzir ), saya sering perhatikan orang sedang wudlu kadang bahkan hampir semua ketika membuka kran air dengan putaran penuh / maksimal sehingga banyak air yg terbuang percuma klo bisa dengan putaran 1/4 atau 1/3 atau 1/2 putaran sudah cukup ( air keluar normal ) mengapa tidak dilakukan baik wudlu di rumah / musholla lebih2 masjid, makanya ada kemakruhan lebih dari 3 basuhan yg menggunakan air &#8230;&#8230;.</p>
<p>wasssalam</p>
<p>NB = sebaiknya di musholla atau masjid di tempel tulisan warning untuk berhemat air ketika wudlu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-3805</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 11:45:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-3805</guid>
		<description>@ joko, wudhu dengan mengerjakan wajibnya saja hukumnya sah dan makruh melakukan basuhan atau usapan kurang dari tiga kali. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ joko, wudhu dengan mengerjakan wajibnya saja hukumnya sah dan makruh melakukan basuhan atau usapan kurang dari tiga kali.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joko</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-3804</link>
		<dc:creator>Joko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 01:33:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-3804</guid>
		<description>Bagaimna hukumnya wudhu hanya yang wajibnya saja sedangkan yang sunnah tidak dikerjakan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimna hukumnya wudhu hanya yang wajibnya saja sedangkan yang sunnah tidak dikerjakan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-3589</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 03:49:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-3589</guid>
		<description>@ abu rayyan, Dalam pelaksanaan shalat witir, jika anda terbiasa bangun malam, maka lebih baik mengakhirkan shalat witirnya sebagai penutup shalat malam, karena ada hadits Nabi SAW :
اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
“ jadikanlah akhir (penutup) shalat malammu dengan shalat witir “
sehingga urutan pelaksanaannya adalah : shalat tarawih, tahajjud dan witir.
Namun, jika anda ada kekhawatiran tidak bangun malam, maka lebih baik mengerjakan shalat witir setelah shalat tarawih (sebelum tidur).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abu rayyan, Dalam pelaksanaan shalat witir, jika anda terbiasa bangun malam, maka lebih baik mengakhirkan shalat witirnya sebagai penutup shalat malam, karena ada hadits Nabi SAW :<br />
اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا<br />
“ jadikanlah akhir (penutup) shalat malammu dengan shalat witir “<br />
sehingga urutan pelaksanaannya adalah : shalat tarawih, tahajjud dan witir.<br />
Namun, jika anda ada kekhawatiran tidak bangun malam, maka lebih baik mengerjakan shalat witir setelah shalat tarawih (sebelum tidur).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Rayyan</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-3588</link>
		<dc:creator>Abu Rayyan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 03:10:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-3588</guid>
		<description>Pertanyaan No. 2 maksudnya urutan pelaksanaannya bagaimana?
1. Tarawih - Witir - Tahajjud
2. Tarawih - Tahajjud - Witir
Klo, no. 2, berarti setelah sholat berjama&#039;ah tarawih, kita tidak ikut jama&#039;ah witir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan No. 2 maksudnya urutan pelaksanaannya bagaimana?<br />
1. Tarawih &#8211; Witir &#8211; Tahajjud<br />
2. Tarawih &#8211; Tahajjud &#8211; Witir<br />
Klo, no. 2, berarti setelah sholat berjama&#8217;ah tarawih, kita tidak ikut jama&#8217;ah witir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/israf-berlebihan-dalam-wudhu/comment-page-1/#comment-3582</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 05:21:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1608#comment-3582</guid>
		<description>@ abu rayyan, 
1. perbedaan antara shalat tarawih dan tahajjud :
SHALAT TARAWIH adalah shalat sunnah mutlak di malam bulan Ramadhan. Jumlah rakaat menurut kebanyakan riwayat adalah 20 rakaat.
SHALAT TAHAJJUD adalah shalat malam setelah tidur dan melaksanakan shalat Isya&#039;. jumlah rakaatnya tidak terbatas.

2. Urutan afdholnya shalat sebagai berikut : shalat witir (karena ada khilaf dalam hukum wajibnya) lalu shalat Tarawih (karena disunnahkan berjamaah), lalu shalat tahajjud.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abu rayyan,<br />
1. perbedaan antara shalat tarawih dan tahajjud :<br />
SHALAT TARAWIH adalah shalat sunnah mutlak di malam bulan Ramadhan. Jumlah rakaat menurut kebanyakan riwayat adalah 20 rakaat.<br />
SHALAT TAHAJJUD adalah shalat malam setelah tidur dan melaksanakan shalat Isya&#8217;. jumlah rakaatnya tidak terbatas.</p>
<p>2. Urutan afdholnya shalat sebagai berikut : shalat witir (karena ada khilaf dalam hukum wajibnya) lalu shalat Tarawih (karena disunnahkan berjamaah), lalu shalat tahajjud.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

