<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Muhrim Ataukah Mahrom ?</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/comment-page-1/#comment-5845</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 16:27:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1468#comment-5845</guid>
		<description>@ tito, wa&#039;alaikum salam wr. wb.
Pengertian dari mahrom sebagaimana dalam artikel di atas adalah perempuan-perempuan yang haram untuk dinikahi, sedangkan istri karena bisa untuk dinikahi maka bukan dinamakan MAHROM, hanya saja ketika ada pernikahan yang sah, maka hubungan keduanya menjadi halal.
Apa yang berlaku di masyarakat sering terjadi salah kaprah dalam penggunaan istilah, karena seandainya istri dikatakan mahrom, maka seharusnya tidak bisa dinikahi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ tito, wa&#8217;alaikum salam wr. wb.<br />
Pengertian dari mahrom sebagaimana dalam artikel di atas adalah perempuan-perempuan yang haram untuk dinikahi, sedangkan istri karena bisa untuk dinikahi maka bukan dinamakan MAHROM, hanya saja ketika ada pernikahan yang sah, maka hubungan keduanya menjadi halal.<br />
Apa yang berlaku di masyarakat sering terjadi salah kaprah dalam penggunaan istilah, karena seandainya istri dikatakan mahrom, maka seharusnya tidak bisa dinikahi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tito</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/comment-page-1/#comment-5843</link>
		<dc:creator>tito</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 13:43:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1468#comment-5843</guid>
		<description>assalamualaikum ust ...
seorang perempuan yang telah dinikahi apakah disebut muhrim ?
ini pingin ana tanyakan soalnya dari yang ana dengar sehari-hari bahwa perempuan yg belum dinikahi (selain mahrom) disebut &#039;bukan muhrim&#039;,, setelah dinikahi disebut muhrim,,

terima kasih sebelumnya ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum ust &#8230;<br />
seorang perempuan yang telah dinikahi apakah disebut muhrim ?<br />
ini pingin ana tanyakan soalnya dari yang ana dengar sehari-hari bahwa perempuan yg belum dinikahi (selain mahrom) disebut &#8216;bukan muhrim&#8217;,, setelah dinikahi disebut muhrim,,</p>
<p>terima kasih sebelumnya &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/comment-page-1/#comment-5270</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 07:04:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1468#comment-5270</guid>
		<description>@ Rahman, wa&#039;alaikum salam wr. wb.
Anak perempuan bibi atau paman yang dinamakan dengan sepupu adalah bukan mahrom karena tidak termasuk dalam salah satu dari sebab-sebab Mahrom di atas. Sehingga tidak diperbolehkan untuk saling bersalaman dan bisa membatalkan wudhu&#039;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Rahman, wa&#8217;alaikum salam wr. wb.<br />
Anak perempuan bibi atau paman yang dinamakan dengan sepupu adalah bukan mahrom karena tidak termasuk dalam salah satu dari sebab-sebab Mahrom di atas. Sehingga tidak diperbolehkan untuk saling bersalaman dan bisa membatalkan wudhu&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahman</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/comment-page-1/#comment-5269</link>
		<dc:creator>rahman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 02:26:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1468#comment-5269</guid>
		<description>aslmkum ust....
ana mw bertanya apakah anak perempuan bibi atau paman termasuk mahrom kita ? syukran...jazakumullah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aslmkum ust&#8230;.<br />
ana mw bertanya apakah anak perempuan bibi atau paman termasuk mahrom kita ? syukran&#8230;jazakumullah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/comment-page-1/#comment-3616</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 14:22:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1468#comment-3616</guid>
		<description>@ asyat, wa&#039;alaikum salam Wr. Wb.
Rujukan yang bisa untuk diikuti setelah Nabi Muhammad SAW adalah para sahabat khususnya khulafa&#039;ur Rosyidin, dan para tabi&#039;in serta para ulama&#039; yang mengikuti jalan para sahabat seperti para a&#039;immah arba&#039;ah dan ulama&#039; penerusnya yang telah mengikuti jalan mereka dalam melakukan istimbath hukum islam dari Al-Qur&#039;an dan Hadits Nabi SAW, dengan ketentuan terbukukan secara jelas dan dengan akidah yang sesuai dengan akidah Nabi. Rasulullah SAW bersabda tentang ulama :
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

&quot; Sesungguhnya para ulama&#039; adalah pewaris para Nabi, para Nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa ygn mengambil darinya, maka benar-benar telah mengambil bagian yang sempurna&quot;.

Permasalahan shalawat atau taraddhi disela-sela shalat tarawih tidak disunnahkan secara khusus di waktu tersebut, bahkan jika pernyatakan kesunnahan secara khusus diwaktu itu adalah bid&#039;ah. namun tetap diperbolehkan secara umum yaitu membaca shalawat atau taraddhi diwaktu kapanpun termasuk diantara dua salam shalat Tarawih. Disamping itu, dianjurkan juga diantara dua salam untuk berpindah tempat atau berdzikir jika tidak mampu. Oleh karena berpindah tempat tidaklah memungkinkan dalam shalat tarawih dipandang dari segi tempat yang sempit, maka ulama menggantikannya dengan dzikir. Dalam memilih dzikirnya pun tergantung masing-masing individu, bisa dengan shalawat, taraddhi atau yang lainnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ asyat, wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.<br />
Rujukan yang bisa untuk diikuti setelah Nabi Muhammad SAW adalah para sahabat khususnya khulafa&#8217;ur Rosyidin, dan para tabi&#8217;in serta para ulama&#8217; yang mengikuti jalan para sahabat seperti para a&#8217;immah arba&#8217;ah dan ulama&#8217; penerusnya yang telah mengikuti jalan mereka dalam melakukan istimbath hukum islam dari Al-Qur&#8217;an dan Hadits Nabi SAW, dengan ketentuan terbukukan secara jelas dan dengan akidah yang sesuai dengan akidah Nabi. Rasulullah SAW bersabda tentang ulama :<br />
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ</p>
<p>&#8221; Sesungguhnya para ulama&#8217; adalah pewaris para Nabi, para Nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa ygn mengambil darinya, maka benar-benar telah mengambil bagian yang sempurna&#8221;.</p>
<p>Permasalahan shalawat atau taraddhi disela-sela shalat tarawih tidak disunnahkan secara khusus di waktu tersebut, bahkan jika pernyatakan kesunnahan secara khusus diwaktu itu adalah bid&#8217;ah. namun tetap diperbolehkan secara umum yaitu membaca shalawat atau taraddhi diwaktu kapanpun termasuk diantara dua salam shalat Tarawih. Disamping itu, dianjurkan juga diantara dua salam untuk berpindah tempat atau berdzikir jika tidak mampu. Oleh karena berpindah tempat tidaklah memungkinkan dalam shalat tarawih dipandang dari segi tempat yang sempit, maka ulama menggantikannya dengan dzikir. Dalam memilih dzikirnya pun tergantung masing-masing individu, bisa dengan shalawat, taraddhi atau yang lainnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asyat</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/comment-page-1/#comment-3610</link>
		<dc:creator>asyat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 07:45:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1468#comment-3610</guid>
		<description>aslamu ‘alaikum ustdz…
pertanyaan ana berikutnya.
berhubungan dengan bulan romadhon.
apakah ada penjelasan dari Imam Asy-Syafi&#039;i tentang bersholawat pada sholat taraweh??
kalau ada,tolong sertakan lafazh sholawat-sholawatnya.
Jazakalloh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aslamu ‘alaikum ustdz…<br />
pertanyaan ana berikutnya.<br />
berhubungan dengan bulan romadhon.<br />
apakah ada penjelasan dari Imam Asy-Syafi&#8217;i tentang bersholawat pada sholat taraweh??<br />
kalau ada,tolong sertakan lafazh sholawat-sholawatnya.<br />
Jazakalloh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asyat</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/muhrim-ataukah-mahrom/comment-page-1/#comment-3609</link>
		<dc:creator>asyat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 07:39:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1468#comment-3609</guid>
		<description>aslamu &#039;alaikum ustdz...
ana ingin mengajukan banyak pertanyaa.
dkrnakan ana pemula menntut ilmu agma.
1. Rujukan yang bisa diakui adalah Nabi.SAW,Sahabat R.Hum dan Tabi&#039;in Rah.a. selain itu adakah Rujukan yang bisa diakui sesuai dengan keterang Hadist atau yang lainya???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aslamu &#8216;alaikum ustdz&#8230;<br />
ana ingin mengajukan banyak pertanyaa.<br />
dkrnakan ana pemula menntut ilmu agma.<br />
1. Rujukan yang bisa diakui adalah Nabi.SAW,Sahabat R.Hum dan Tabi&#8217;in Rah.a. selain itu adakah Rujukan yang bisa diakui sesuai dengan keterang Hadist atau yang lainya???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

