<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Puasa, Hikmah, Rukun Dan Syaratnya</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Husin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-4169</link>
		<dc:creator>Husin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 02:00:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-4169</guid>
		<description>Ustd, saya mau tanya. Bila terjadi perbedaan hr raya idul fitri atau idul adha antara pemerintah dgn organisasi islam. Maka bolehkah kita tdk berpuasa ramadhon hr yg ke-30 krn takut itu hr raya walaupun sholat iednya kita ikut yg  belakangan hr rayanya? Sukron ala ajwabikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustd, saya mau tanya. Bila terjadi perbedaan hr raya idul fitri atau idul adha antara pemerintah dgn organisasi islam. Maka bolehkah kita tdk berpuasa ramadhon hr yg ke-30 krn takut itu hr raya walaupun sholat iednya kita ikut yg  belakangan hr rayanya? Sukron ala ajwabikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: husin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3853</link>
		<dc:creator>husin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 04:45:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3853</guid>
		<description>afwan ustd, maksud saya di sungai atau di bak mandi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>afwan ustd, maksud saya di sungai atau di bak mandi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: husin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3852</link>
		<dc:creator>husin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 04:41:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3852</guid>
		<description>ustd, saya mau tanya. Jika ada orang mandi di sungai ada di bak mandi dgn cara berendam kemudian dia kentut di dlm air, maka gimana
hukum puasanya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustd, saya mau tanya. Jika ada orang mandi di sungai ada di bak mandi dgn cara berendam kemudian dia kentut di dlm air, maka gimana<br />
hukum puasanya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3803</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 15:01:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3803</guid>
		<description>@ ryu, wa’alaikum salam Wr. Wb.
1.	Mengakhirkan qodho’ puasa ramadhan hingga datang ramadhan berikutnya jika masih memungkinkan untuk mengqadha’nya, maka disamping wajib qadha’ juga wajib membayar fidyah berupa 1 mud makanan pokok. Namun jika tidak ada kesempatan untuk mengqadha’ seperti gila mulai 1 syawal dan tidak sembuh hingga datang ramadhan berikutnya, maka hanya wajib qadha’ dan tidak wajib bayar fidyah.
2.	Sebab diwajibkannya membayar fidyah dalam puasa antara lain karena mengakhirkan qadha’ puasa hingga datang ramadhan berikutnya atau membatalkan puasanya karena sebab orang lain seperti karena janin/bayinya. Jika terkumpul dua sebab di atas, seperti membatalkan karena orang lain lalu mengakhirkan qadha’nya hingga datang ramadhan berikutnya, maka kewajiban fidyahnya berlipat menjadi dua mud dan begitu seterusnya.
3.	Jika hanya membatalkan puasa tanpa ada salah satu sebab di atas walaupun disengaja, maka hanya wajib qadha’ dan tidak wajib membayar fidyah.
4.	Tempat niat adalah hati, melafadhkannya sunnah. Ketika lupa niat puasa wajib di malam hari (tanpa ada niat puasa dalam hati sama sekali), maka wajib baginya imsak (menahan diri seperti orang berpuasa) dan wajib qadha’. Namun jika hanya lupa melafadhkannya (hanya niat puasa dalam hati), maka puasanya tetap sah.
Apabila puasa wajib yang dilakukan adalah puasa bulan Ramadhan, maka tidak bisa dirubah niatnya menjadi puasa sunnah. Namun jika puasa wajib lainnya seperti puasa qadha’, nadzar atau kaffaroh, maka boleh untuk dirubah niatnya menjadi puasa sunnah. 
5.	Mandi ketika berpuasa diperbolehkan kecuali berendam, maka makruh. Namun alangkah baiknya dengan menunda mandinya hingga waktu berbuka atau tidak membasuh daerah yang rawan masuknya air ke dalam tubuh seperti muka dan kepala, karena jika ada air basuhan yang masuk ke dalam tubuh melalui lubang-lubang tubuh, maka puasanya batal walaupun tidak disengaja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ryu, wa’alaikum salam Wr. Wb.<br />
1.	Mengakhirkan qodho’ puasa ramadhan hingga datang ramadhan berikutnya jika masih memungkinkan untuk mengqadha’nya, maka disamping wajib qadha’ juga wajib membayar fidyah berupa 1 mud makanan pokok. Namun jika tidak ada kesempatan untuk mengqadha’ seperti gila mulai 1 syawal dan tidak sembuh hingga datang ramadhan berikutnya, maka hanya wajib qadha’ dan tidak wajib bayar fidyah.<br />
2.	Sebab diwajibkannya membayar fidyah dalam puasa antara lain karena mengakhirkan qadha’ puasa hingga datang ramadhan berikutnya atau membatalkan puasanya karena sebab orang lain seperti karena janin/bayinya. Jika terkumpul dua sebab di atas, seperti membatalkan karena orang lain lalu mengakhirkan qadha’nya hingga datang ramadhan berikutnya, maka kewajiban fidyahnya berlipat menjadi dua mud dan begitu seterusnya.<br />
3.	Jika hanya membatalkan puasa tanpa ada salah satu sebab di atas walaupun disengaja, maka hanya wajib qadha’ dan tidak wajib membayar fidyah.<br />
4.	Tempat niat adalah hati, melafadhkannya sunnah. Ketika lupa niat puasa wajib di malam hari (tanpa ada niat puasa dalam hati sama sekali), maka wajib baginya imsak (menahan diri seperti orang berpuasa) dan wajib qadha’. Namun jika hanya lupa melafadhkannya (hanya niat puasa dalam hati), maka puasanya tetap sah.<br />
Apabila puasa wajib yang dilakukan adalah puasa bulan Ramadhan, maka tidak bisa dirubah niatnya menjadi puasa sunnah. Namun jika puasa wajib lainnya seperti puasa qadha’, nadzar atau kaffaroh, maka boleh untuk dirubah niatnya menjadi puasa sunnah.<br />
5.	Mandi ketika berpuasa diperbolehkan kecuali berendam, maka makruh. Namun alangkah baiknya dengan menunda mandinya hingga waktu berbuka atau tidak membasuh daerah yang rawan masuknya air ke dalam tubuh seperti muka dan kepala, karena jika ada air basuhan yang masuk ke dalam tubuh melalui lubang-lubang tubuh, maka puasanya batal walaupun tidak disengaja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Riu</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3794</link>
		<dc:creator>Riu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 03:49:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3794</guid>
		<description>Assalamualaikum,
Bertanya mengenai bayar fidyah qhodo Puasa.

1.Wanita Haid saat ramadhan jika qhodho puasanya tahun ini maka tak wajib bayar fidyah,,bagaimana jika tidak berpuasa (Haid) tahun kemaren blm dibayar hingga lewat ramadhan yg thn ini.apakah wajib qhodho puasa saja atau harus qhodho puasa + bayar fidyah jg,,,mohon penjelasannya.

2.wanita Menyusui yang tidak puasa karena kuatir pada kesehatan anaknya.wajib qhodo + fidyah,,.
sy masih bingung apakah artinya kita wajib Qhodho + byar fidyah 1 mudd,walaupun blm lewat ramadhan berikutnya.
Bagaimana jika lewat 1 bulan ramadhan tp blm dibayar Puasa &amp; Qhodonya apakah Fidyahnya jadi 2 mudd.dan seterusya jika lewat 2 ramadhan fidyahnya jadi 3 mudd.

3.seseorang jika batal puasanya atau tdk berpuasa thn ini tanpa sebab apakah juga harus Qhodo + Bayar fidyah walaupun blm lewati ramadhan berikutnya...atau hanya qhodo puasa saja.

4.jika lupa lafaz niat puasa saat sahur,,dan ingat ketika sudah siang hari,apa yg harus kita lakukan apakah kita tetap lanjutkan puasa atau batalkan saja puasa kita ataukah niatkan jadi puasa sunnah.mohon penjelasannya apa yg harus dilakukan.
kalau kita lanjutkan saja seperti yg saya alami kemaren apakah puasa sy jadi sia2..wajibkah sy mengqhodonya...?

5.Mengenai mandi disore hari saat berpuasa bagaimana hukumnya karena setahu sy jika kita mandi sore hari saat hendak membersihkan diri badan yg lemes jadi segar lg..apakah makruh...?

Demikian pertanyaan sya,,mohon maaf Minta Halal Minta Ridho jika pertanyaan nya kurang berkenan dan sbnrnya telah terjawab dihalaman FS yg lain...
Wassalam smoga FS selalu dirahmati Allah 

Riu AB</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,<br />
Bertanya mengenai bayar fidyah qhodo Puasa.</p>
<p>1.Wanita Haid saat ramadhan jika qhodho puasanya tahun ini maka tak wajib bayar fidyah,,bagaimana jika tidak berpuasa (Haid) tahun kemaren blm dibayar hingga lewat ramadhan yg thn ini.apakah wajib qhodho puasa saja atau harus qhodho puasa + bayar fidyah jg,,,mohon penjelasannya.</p>
<p>2.wanita Menyusui yang tidak puasa karena kuatir pada kesehatan anaknya.wajib qhodo + fidyah,,.<br />
sy masih bingung apakah artinya kita wajib Qhodho + byar fidyah 1 mudd,walaupun blm lewat ramadhan berikutnya.<br />
Bagaimana jika lewat 1 bulan ramadhan tp blm dibayar Puasa &amp; Qhodonya apakah Fidyahnya jadi 2 mudd.dan seterusya jika lewat 2 ramadhan fidyahnya jadi 3 mudd.</p>
<p>3.seseorang jika batal puasanya atau tdk berpuasa thn ini tanpa sebab apakah juga harus Qhodo + Bayar fidyah walaupun blm lewati ramadhan berikutnya&#8230;atau hanya qhodo puasa saja.</p>
<p>4.jika lupa lafaz niat puasa saat sahur,,dan ingat ketika sudah siang hari,apa yg harus kita lakukan apakah kita tetap lanjutkan puasa atau batalkan saja puasa kita ataukah niatkan jadi puasa sunnah.mohon penjelasannya apa yg harus dilakukan.<br />
kalau kita lanjutkan saja seperti yg saya alami kemaren apakah puasa sy jadi sia2..wajibkah sy mengqhodonya&#8230;?</p>
<p>5.Mengenai mandi disore hari saat berpuasa bagaimana hukumnya karena setahu sy jika kita mandi sore hari saat hendak membersihkan diri badan yg lemes jadi segar lg..apakah makruh&#8230;?</p>
<p>Demikian pertanyaan sya,,mohon maaf Minta Halal Minta Ridho jika pertanyaan nya kurang berkenan dan sbnrnya telah terjawab dihalaman FS yg lain&#8230;<br />
Wassalam smoga FS selalu dirahmati Allah </p>
<p>Riu AB</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3741</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 09:06:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3741</guid>
		<description>@ Ozie, Wanita yang sedang hamil jika tidak mampu untuk puasa, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, jika tidak puasanya didasari pada ketakutan akan janin, maka diwajibkan baginya untuk mengqodho&#039; puasa dan membayar fidyah brupa 1 mud makanan pokok. Dan jika didasari pada ketakutan diri sendiri (bukan karena janinnya), maka hanya diwajibkan qodho&#039;.
Kewajiban membayar fidyah adalah setiap hari, tidak boleh untuk dikeluarkan sekaligus (seperti untuk satu bulan penuh) di awal sebelum meninggalkan puasa, namun boleh diakhirkan seperti dibayarkan diakhir ramadhan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Ozie, Wanita yang sedang hamil jika tidak mampu untuk puasa, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, jika tidak puasanya didasari pada ketakutan akan janin, maka diwajibkan baginya untuk mengqodho&#8217; puasa dan membayar fidyah brupa 1 mud makanan pokok. Dan jika didasari pada ketakutan diri sendiri (bukan karena janinnya), maka hanya diwajibkan qodho&#8217;.<br />
Kewajiban membayar fidyah adalah setiap hari, tidak boleh untuk dikeluarkan sekaligus (seperti untuk satu bulan penuh) di awal sebelum meninggalkan puasa, namun boleh diakhirkan seperti dibayarkan diakhir ramadhan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ozie</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3738</link>
		<dc:creator>Ozie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 02:17:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3738</guid>
		<description>Saya mau tanya, Kalau wanita hamil tidak bisa berpuasa karena selalu mual &amp; muntah, apakah diwajibkan membayar fidyah ? atau apakah bisa diganti dengan puasa dilain hari ?, dan kalau diwajibkan membayar fidyah apakah harus sebelum 1 syawal atau bisa dibayar di bulan-bulan berikutnya,terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau tanya, Kalau wanita hamil tidak bisa berpuasa karena selalu mual &amp; muntah, apakah diwajibkan membayar fidyah ? atau apakah bisa diganti dengan puasa dilain hari ?, dan kalau diwajibkan membayar fidyah apakah harus sebelum 1 syawal atau bisa dibayar di bulan-bulan berikutnya,terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: al</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3655</link>
		<dc:creator>al</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 20:13:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3655</guid>
		<description>terima kashh atas jawabannya..sungguh membantu ..
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kashh atas jawabannya..sungguh membantu ..<br />
 <img src='http://www.forsansalaf.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3654</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 16:45:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3654</guid>
		<description>@ yudi, Yang jadi dasar waktu puasa adalah waktu tempat dimana dia berada. Sehingga dalam permasalahan anda, anda tetap bisa mengikuti berbuka mengikuti waktu Papua (WIT) , walaupun berbeda dengan waktu daerah dimana anda makan sahur yaitu Jakarta (WIB).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ yudi, Yang jadi dasar waktu puasa adalah waktu tempat dimana dia berada. Sehingga dalam permasalahan anda, anda tetap bisa mengikuti berbuka mengikuti waktu Papua (WIT) , walaupun berbeda dengan waktu daerah dimana anda makan sahur yaitu Jakarta (WIB).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/puasa-hikmah-rukun-dan-syaratnya/comment-page-1/#comment-3649</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 07:16:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1619#comment-3649</guid>
		<description>@ al, wa&#039;alaikum salam Wr. wb.
setelah berkumur, maka cukup dengan meludahkan saja hingga dirasa tidak ada lagi air kumur, maka sudah diperbolehkan untuk menelan ludah.
Hakikat niat adalah kesengajaan hati untuk mengerjakan sesuatu. Sehingga yang dipandang dalam niat adalah hati bukan lisan. Selama sudah ada kesengajaan hati untuk melakukan puasa Ramadhan esok hari, maka sudah sah walaupun tanpa anda pelafadhan dengan lisan.
Dengan demikian, maksud dari orang yang meninggalkan niat puasa di malam hari adalah tidak ada sama sekali dalam hati satu niat untuk melakukan puasa esok hari.
Melihat dengan syahwat yang termasuk dari hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa adalah melihat hal dibarengi syahwat walaupun bukan perkara yang diharamkan. Adapun perkara yang haram, walaupun tanpa syahwat maka tetap dosa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ al, wa&#8217;alaikum salam Wr. wb.<br />
setelah berkumur, maka cukup dengan meludahkan saja hingga dirasa tidak ada lagi air kumur, maka sudah diperbolehkan untuk menelan ludah.<br />
Hakikat niat adalah kesengajaan hati untuk mengerjakan sesuatu. Sehingga yang dipandang dalam niat adalah hati bukan lisan. Selama sudah ada kesengajaan hati untuk melakukan puasa Ramadhan esok hari, maka sudah sah walaupun tanpa anda pelafadhan dengan lisan.<br />
Dengan demikian, maksud dari orang yang meninggalkan niat puasa di malam hari adalah tidak ada sama sekali dalam hati satu niat untuk melakukan puasa esok hari.<br />
Melihat dengan syahwat yang termasuk dari hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa adalah melihat hal dibarengi syahwat walaupun bukan perkara yang diharamkan. Adapun perkara yang haram, walaupun tanpa syahwat maka tetap dosa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

