<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Shalat Dengan  Mukenah Transparan</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-5828</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 02:40:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-5828</guid>
		<description>samsul arifin@ wa&#039;alaikum salam wr. wb.
Zakat maal setelah di kalkulasikan jumlah yang harus dikeluarkan menjadi dzimmah (tanggungan) dari pemilik harta yang bisa dikeluarkan dari uang milik dia yang manapun. Namun jika sejumlah uang sudah ditentukan menjadi zakatnya, maka uang itu telah menjadi hak dari fakir miskin (mustahiq zakat) sehingga tidak bisa di tashorrufkan (dipergunakan) untuk kepentingan lainnya. Berbeda halnya jika belum menentukannya, maka masih berupa tanggungan yang bisa dipenuhi dengan uangnya yang manapun, maka boleh baginya untuk mempergunakannya membeli hewan kurban.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>samsul arifin@ wa&#8217;alaikum salam wr. wb.<br />
Zakat maal setelah di kalkulasikan jumlah yang harus dikeluarkan menjadi dzimmah (tanggungan) dari pemilik harta yang bisa dikeluarkan dari uang milik dia yang manapun. Namun jika sejumlah uang sudah ditentukan menjadi zakatnya, maka uang itu telah menjadi hak dari fakir miskin (mustahiq zakat) sehingga tidak bisa di tashorrufkan (dipergunakan) untuk kepentingan lainnya. Berbeda halnya jika belum menentukannya, maka masih berupa tanggungan yang bisa dipenuhi dengan uangnya yang manapun, maka boleh baginya untuk mempergunakannya membeli hewan kurban.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Samsul arifin</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-5827</link>
		<dc:creator>Samsul arifin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 15:56:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-5827</guid>
		<description>Assalammu&#039;alaikum wr.wb. Saya mo tanya ustadz. Bolehkah uang yg kita niatkan utk zakat maal kemudian kita gunakan utk berkurban (membeli hewan kurban) ? Terima kasih atas jawabannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaikum wr.wb. Saya mo tanya ustadz. Bolehkah uang yg kita niatkan utk zakat maal kemudian kita gunakan utk berkurban (membeli hewan kurban) ? Terima kasih atas jawabannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-4039</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 14:31:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-4039</guid>
		<description>@santos,wa&#039;alaikum salam.
jamak taqdim dipebolehkan bagi musafir dengan 4 syarat :
1.memulai sholat yg pertama (dhuhur dulu kemudian ashar)
2.niat jamak pada sholat yg pertama
3.tidak dipisah dg waktu yg lama
4.belum sampai batas kota/masih musafir
jika sudah memenuhi syarat diatas maka diperbolehkan jamak taqdim bagi musafir,karena anda dan ustadz anda sudah dikatakan musafir maka diperbolehkan untuk menjamak,selama syarat2 diatas terpenuhi
syarat jamak takkhir adalah :
1.niat untuk menjamak sholat di waktu yg pertama (maghrib)
2.masih dalam keadaan musafir (belum masuk batas kota)
jadi sholat yg anda &amp; ustad anda kerjakan sah slama syarat tersebut dipenuhi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@santos,wa&#8217;alaikum salam.<br />
jamak taqdim dipebolehkan bagi musafir dengan 4 syarat :<br />
1.memulai sholat yg pertama (dhuhur dulu kemudian ashar)<br />
2.niat jamak pada sholat yg pertama<br />
3.tidak dipisah dg waktu yg lama<br />
4.belum sampai batas kota/masih musafir<br />
jika sudah memenuhi syarat diatas maka diperbolehkan jamak taqdim bagi musafir,karena anda dan ustadz anda sudah dikatakan musafir maka diperbolehkan untuk menjamak,selama syarat2 diatas terpenuhi<br />
syarat jamak takkhir adalah :<br />
1.niat untuk menjamak sholat di waktu yg pertama (maghrib)<br />
2.masih dalam keadaan musafir (belum masuk batas kota)<br />
jadi sholat yg anda &#038; ustad anda kerjakan sah slama syarat tersebut dipenuhi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Santhos</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-4029</link>
		<dc:creator>Santhos</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 02:48:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-4029</guid>
		<description>Aslmu alaikum wr wb. Mhon maaf,kalo mgkn sblmnya sdh ada pembahasan ttg solat jamak dan qosor.sy prnh pergi keluar kota brsma seorg ustadz,brgkt sblm duhur dg niat menjamak takhir duhur dan ashar.alhmdulillah sampe tujuan msi dlm wkt solat duhur(sekitar jam 2 siang)tp ustadz tsb ttp menjamak solatnya.dan diwkt solat magrib dan isya ustd tsb jg menjamak takhir solatnya.krn sy org awam ikut aj kt ustadz.mhon pnjelasanya ttg hal ini,soalnya kami tdk berani menanyakan kpd ustadz tsb.terima kasih...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aslmu alaikum wr wb. Mhon maaf,kalo mgkn sblmnya sdh ada pembahasan ttg solat jamak dan qosor.sy prnh pergi keluar kota brsma seorg ustadz,brgkt sblm duhur dg niat menjamak takhir duhur dan ashar.alhmdulillah sampe tujuan msi dlm wkt solat duhur(sekitar jam 2 siang)tp ustadz tsb ttp menjamak solatnya.dan diwkt solat magrib dan isya ustd tsb jg menjamak takhir solatnya.krn sy org awam ikut aj kt ustadz.mhon pnjelasanya ttg hal ini,soalnya kami tdk berani menanyakan kpd ustadz tsb.terima kasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-3457</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 17:06:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-3457</guid>
		<description>@ muhammad husen, wa&#039;alaikum salam Wr. Wb.
Kami belum menemukan keterangan sepeti itu, baik dari hadits ataukah pendapat ulama&#039;, justru yang ada adalah dianjurkan untuk bersegera menguburkannya. Dan menguburkan siang lebih utama daripada malam hari, kecuali jika dikhawatirkan terjadi peruabahan pada diri mayit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ muhammad husen, wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.<br />
Kami belum menemukan keterangan sepeti itu, baik dari hadits ataukah pendapat ulama&#8217;, justru yang ada adalah dianjurkan untuk bersegera menguburkannya. Dan menguburkan siang lebih utama daripada malam hari, kecuali jika dikhawatirkan terjadi peruabahan pada diri mayit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muhammad fauzan</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-3455</link>
		<dc:creator>muhammad fauzan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 15:55:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-3455</guid>
		<description>Assalamulaikum ustazd.ana mau tanya pertanyaan nya begini sekitar satu bulan yang lalu orang tua ustazd kami disini meninggal dunia. pada waktu mau menguburkan ditunda, kerana harus menunggu azan dimasjid kerana harus bertepatan dengan azan itu sendiri padahal sipelayat keluputan untuk keutaan sholt berjamaah kerna acara pemakaman tadi  nah pertanyaan ana apa memang ada dalil alquran ,hadist,kitab2ulama yang memperbuat begitu tolong jelaskan sejelasnya syukron atas jawaban nya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamulaikum ustazd.ana mau tanya pertanyaan nya begini sekitar satu bulan yang lalu orang tua ustazd kami disini meninggal dunia. pada waktu mau menguburkan ditunda, kerana harus menunggu azan dimasjid kerana harus bertepatan dengan azan itu sendiri padahal sipelayat keluputan untuk keutaan sholt berjamaah kerna acara pemakaman tadi  nah pertanyaan ana apa memang ada dalil alquran ,hadist,kitab2ulama yang memperbuat begitu tolong jelaskan sejelasnya syukron atas jawaban nya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-3447</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 12:37:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-3447</guid>
		<description>@ muhammad husen, Syarat sahnya shalat adalah menutup aurat dengan segala pakaian sekiranya memenuhi persyaratannya. Oleh karena itu, shalat menggunakan celana ataukah mukenah selama menutup auratnya, maka shalatnya sah.
Namun dipandang dari adap dengan Allah, maka hal demikian kurang pantas (tidak bisa membedakan antara menghadap Allah dengan makhluk) dan tidak melakukan apa yang disukai oleh Rasulullah SAW yaitu shalat dengan pakaian putih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ muhammad husen, Syarat sahnya shalat adalah menutup aurat dengan segala pakaian sekiranya memenuhi persyaratannya. Oleh karena itu, shalat menggunakan celana ataukah mukenah selama menutup auratnya, maka shalatnya sah.<br />
Namun dipandang dari adap dengan Allah, maka hal demikian kurang pantas (tidak bisa membedakan antara menghadap Allah dengan makhluk) dan tidak melakukan apa yang disukai oleh Rasulullah SAW yaitu shalat dengan pakaian putih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad husen</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-3444</link>
		<dc:creator>Muhammad husen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 14:52:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-3444</guid>
		<description>Bagaiman hukumnya seorang perempuan yg sholat dgn memakai celana panjang sebagai ganti mukenah,
Boleh apa tidak?
Syukron ustd..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaiman hukumnya seorang perempuan yg sholat dgn memakai celana panjang sebagai ganti mukenah,<br />
Boleh apa tidak?<br />
Syukron ustd..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-3440</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 06:12:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-3440</guid>
		<description>@ muhammad husen, salah satu syarat sahnya bacaan al-Fatihah dalam shalat adalah dengan sekiranya terdengar suaranya oleh dirinya sendiri walaupun tidak terdengar oleh orang didekatnya . Oleh karena itu, jika hanya menggerakkan lisan tidak sah karena tidak dinamakan membaca. Kami sampai sekarang masih belum menemukan pendapat dalam madzhab Syafi&#039;i yang menyatakan bahwa bacaan Fatihah cukup dengan menggerakkan lisan saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ muhammad husen, salah satu syarat sahnya bacaan al-Fatihah dalam shalat adalah dengan sekiranya terdengar suaranya oleh dirinya sendiri walaupun tidak terdengar oleh orang didekatnya . Oleh karena itu, jika hanya menggerakkan lisan tidak sah karena tidak dinamakan membaca. Kami sampai sekarang masih belum menemukan pendapat dalam madzhab Syafi&#8217;i yang menyatakan bahwa bacaan Fatihah cukup dengan menggerakkan lisan saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muhammad husen</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dengan-mukenah-transparan/comment-page-1/#comment-3429</link>
		<dc:creator>muhammad husen</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 14:27:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1577#comment-3429</guid>
		<description>Adakah pendapat ulama didalam madzhab imam syafi,i yang membolehkan membaca alfatihah hanya dengan menggerakan lisannya saja dan tidak terdengar telinganya sendiri?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Adakah pendapat ulama didalam madzhab imam syafi,i yang membolehkan membaca alfatihah hanya dengan menggerakan lisannya saja dan tidak terdengar telinganya sendiri?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

