<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Shalat Dhuhur Setelah Shalat Jum&#8217;ah</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 09:58:11 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/comment-page-1/#comment-3089</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 16:39:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1364#comment-3089</guid>
		<description>@ mujib, ketika pekerjaan anda (penjaga portal kereta api) sangat berkaitan dengan keselamatan orang lain sedangkan anda tidak menemukan pekerjaan lain, maka anda mendapatkan udzur untuk meninggalkan shalat Jum&#039;ah dan menggantinya dengan mengerjakan shalat dhuhur.

@ aji waluyo, permasalahan isi khutbah, jika masih tidak merusak pada persyaratan khutbah, maka tidak bisa dijadikan udzur untuk meninggalkan shalat Jum&#039;ah, artinya jika anda tidak bisa mencari tempat lain untuk shalat Jum&#039;ah, maka anda tetap wajib mengerjakan shalat Jum&#039;ah di tempat itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ mujib, ketika pekerjaan anda (penjaga portal kereta api) sangat berkaitan dengan keselamatan orang lain sedangkan anda tidak menemukan pekerjaan lain, maka anda mendapatkan udzur untuk meninggalkan shalat Jum&#8217;ah dan menggantinya dengan mengerjakan shalat dhuhur.</p>
<p>@ aji waluyo, permasalahan isi khutbah, jika masih tidak merusak pada persyaratan khutbah, maka tidak bisa dijadikan udzur untuk meninggalkan shalat Jum&#8217;ah, artinya jika anda tidak bisa mencari tempat lain untuk shalat Jum&#8217;ah, maka anda tetap wajib mengerjakan shalat Jum&#8217;ah di tempat itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aji Waluyo</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/comment-page-1/#comment-3087</link>
		<dc:creator>Aji Waluyo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 14:16:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1364#comment-3087</guid>
		<description>ditempat saya para khotib dalam khutbahnya selalu mengecam golongan ummat Islam yg tidak sepaham dengannya. dengan tuduhan kafir dan syirik padahal para jamaah jumat yg hadir tidak ada satupun yang melakukan perbutan kafir dan syirik. saya heran seperti tidak ada topik lagi dalam khutbah jumatnya kecuali kafir dan syirik. terus terang saya males mendengarkan tuduhan-tuduhan palsu itu kepada ummat Islam. apa boleh saya meninggalkan jumat karena hal ini. kalau saya mencari tempat sholat jumat yg lain jaraknya bisa 10 km, saya bisa terlambat bekerja. bagaimana ustad jalan keluarnya
terima kasih
Wassalam
Aji Waluyo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ditempat saya para khotib dalam khutbahnya selalu mengecam golongan ummat Islam yg tidak sepaham dengannya. dengan tuduhan kafir dan syirik padahal para jamaah jumat yg hadir tidak ada satupun yang melakukan perbutan kafir dan syirik. saya heran seperti tidak ada topik lagi dalam khutbah jumatnya kecuali kafir dan syirik. terus terang saya males mendengarkan tuduhan-tuduhan palsu itu kepada ummat Islam. apa boleh saya meninggalkan jumat karena hal ini. kalau saya mencari tempat sholat jumat yg lain jaraknya bisa 10 km, saya bisa terlambat bekerja. bagaimana ustad jalan keluarnya<br />
terima kasih<br />
Wassalam<br />
Aji Waluyo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mujib</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/comment-page-1/#comment-3086</link>
		<dc:creator>Mujib</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 14:09:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1364#comment-3086</guid>
		<description>pak ustad. saya kerjanya menjaga portal kreta api. kalau saya tinggal jumatan maka akan terjadi kecelakaan. saya sudah berusaha mencari pekerjaan yang lain tapi tidak dapat. apa boleh saya tidak mengerjakan jumatan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak ustad. saya kerjanya menjaga portal kreta api. kalau saya tinggal jumatan maka akan terjadi kecelakaan. saya sudah berusaha mencari pekerjaan yang lain tapi tidak dapat. apa boleh saya tidak mengerjakan jumatan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/comment-page-1/#comment-1627</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 13:25:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1364#comment-1627</guid>
		<description>@ arisyuni, sebenarnya mimbar adalah tempat untuk mengajak manusia untuk selalu taat dan beribadah kepada Allah SWT bukan untuk tujuan duniawi atau lainnya. Dan inilah yang menjadi tuntutan seorang muballigh dalam ceramahnya kepada umat, bukan dengan membicarakan seorang pemimpin atau urusan dunia lainnya yang bisa membuat fitnah dikalangan umat manusia. Adapun, pemimpin yang dholim, maka dalam menasehatinya ada adab/tatacara tersendiri, yaitu menasehati secara langsung bukan didepan khalayak ramai apalagi dengan demonstrasi turun ke jalan karena bisa menjadikan masyarakat tidak lagi menghormati dan mematuhi seorang imam/pemimpin. hal ini bertentangan dengan ajaran al-Qur&#039;an untuk taat kepada Imam (ulil Amri).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ arisyuni, sebenarnya mimbar adalah tempat untuk mengajak manusia untuk selalu taat dan beribadah kepada Allah SWT bukan untuk tujuan duniawi atau lainnya. Dan inilah yang menjadi tuntutan seorang muballigh dalam ceramahnya kepada umat, bukan dengan membicarakan seorang pemimpin atau urusan dunia lainnya yang bisa membuat fitnah dikalangan umat manusia. Adapun, pemimpin yang dholim, maka dalam menasehatinya ada adab/tatacara tersendiri, yaitu menasehati secara langsung bukan didepan khalayak ramai apalagi dengan demonstrasi turun ke jalan karena bisa menjadikan masyarakat tidak lagi menghormati dan mematuhi seorang imam/pemimpin. hal ini bertentangan dengan ajaran al-Qur&#8217;an untuk taat kepada Imam (ulil Amri).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arisyuni</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/comment-page-1/#comment-1572</link>
		<dc:creator>arisyuni</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 07:22:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1364#comment-1572</guid>
		<description>salaam!
bagaimana jk di suatu negeri dikuasai oleh penguasa muslim yg zalim tp dekat dg ulama2,kyai2 shg mereka dukung rezim zalim ini dg mengisi mimbar2 jumat nya dg ayat2 quran n hadits yg selaras dg kebijakan2 rezim shg seolah rakyat juga mendukungnya. masihkah kita wajib ikuti kegiatan mimbar jumat sepertiitu?
&gt; lalu bgmn jk ulama2/kyai di negeri itu yg mayoritas jg muslim tp keadaan sosialnya penuh kezaliman berdiam seolah tak berdaya melawan kekuasaan macam itu, shg mengisi mimbar2 jumatnya terbatas pada ritual2 peribadatan harian spt sholat wajib n sunnat, puasa wajib n sunnat, zakat, sodaqoh dll. dg kata lain kurang peduli dg urusan duniawi. apakah spt itulah fungsi mimbar jumat?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salaam!<br />
bagaimana jk di suatu negeri dikuasai oleh penguasa muslim yg zalim tp dekat dg ulama2,kyai2 shg mereka dukung rezim zalim ini dg mengisi mimbar2 jumat nya dg ayat2 quran n hadits yg selaras dg kebijakan2 rezim shg seolah rakyat juga mendukungnya. masihkah kita wajib ikuti kegiatan mimbar jumat sepertiitu?<br />
&gt; lalu bgmn jk ulama2/kyai di negeri itu yg mayoritas jg muslim tp keadaan sosialnya penuh kezaliman berdiam seolah tak berdaya melawan kekuasaan macam itu, shg mengisi mimbar2 jumatnya terbatas pada ritual2 peribadatan harian spt sholat wajib n sunnat, puasa wajib n sunnat, zakat, sodaqoh dll. dg kata lain kurang peduli dg urusan duniawi. apakah spt itulah fungsi mimbar jumat?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/comment-page-1/#comment-1531</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 16:35:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1364#comment-1531</guid>
		<description>@ hasan, jika kerja anda sifatnya darurat seperti tidak bisa memenuhi nafkah kecuali dengan kerja di pabrik itu, maka anda boleh untuk meninggalkan shalat jum&#039;ah. Namun jika bukan dalam keadaan darurat, seperti walaupun dipecat dari perusahaan itu anda bisa mendapatkan pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan anda, maka anda wajib untuk melaksanakan shalat jum&#039;ah dan haram meninggalkannya. jika anda tinggalkan, maka anda tidak boleh untuk melaksanakan shalat dhuhur kecuali jika tidak memungkinkan lagi untuk mengerjakan shalat jum&#039;ah.
adapun shalat dhuhur dan ashar, maka tidak diperbolehkan untuk meninggalkannya dengan alasan diatas.
Oleh karena itu, kami sarankan sebaiknya anda tinggalkan pekerjaan itu dan beralih ke pekerjaan lain yang tidak mengganggu ibadah anda, insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi anda dan memudahkan segala urusan anda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ hasan, jika kerja anda sifatnya darurat seperti tidak bisa memenuhi nafkah kecuali dengan kerja di pabrik itu, maka anda boleh untuk meninggalkan shalat jum&#8217;ah. Namun jika bukan dalam keadaan darurat, seperti walaupun dipecat dari perusahaan itu anda bisa mendapatkan pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan anda, maka anda wajib untuk melaksanakan shalat jum&#8217;ah dan haram meninggalkannya. jika anda tinggalkan, maka anda tidak boleh untuk melaksanakan shalat dhuhur kecuali jika tidak memungkinkan lagi untuk mengerjakan shalat jum&#8217;ah.<br />
adapun shalat dhuhur dan ashar, maka tidak diperbolehkan untuk meninggalkannya dengan alasan diatas.<br />
Oleh karena itu, kami sarankan sebaiknya anda tinggalkan pekerjaan itu dan beralih ke pekerjaan lain yang tidak mengganggu ibadah anda, insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi anda dan memudahkan segala urusan anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hasan</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/shalat-dhuhur-setelah-shalat-jumah/comment-page-1/#comment-1484</link>
		<dc:creator>hasan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 14:08:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1364#comment-1484</guid>
		<description>assalamualikum
saya mau tanya ttng solat jumat:
saya diluar negri saya ini susah tdk ada waktu untuk mengerjakan solat jumat krn kerja juga jauh jaraknya untuk kemesjid?saya sering solat jumat saya ganti dgn solat dhuhur.trs jg saya kerja ini mulai pagi sampai magrib dhuhur sm ashar saya sulit untuk mengerjakan karna kerjanya terkena najis jadi saya was2?saya sering mengkodhok solat dhuhur-ashar ampir tiap hari?krn kerja nya nonstop.terimakasih
saya tunggu jawabanya?...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualikum<br />
saya mau tanya ttng solat jumat:<br />
saya diluar negri saya ini susah tdk ada waktu untuk mengerjakan solat jumat krn kerja juga jauh jaraknya untuk kemesjid?saya sering solat jumat saya ganti dgn solat dhuhur.trs jg saya kerja ini mulai pagi sampai magrib dhuhur sm ashar saya sulit untuk mengerjakan karna kerjanya terkena najis jadi saya was2?saya sering mengkodhok solat dhuhur-ashar ampir tiap hari?krn kerja nya nonstop.terimakasih<br />
saya tunggu jawabanya?&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
