<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tegakkan Shalat dan Berjamaah!</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 17:15:52 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4974</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 04:46:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4974</guid>
		<description>@ Abl, Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi anda dan semua pengunjung website ini. Terima kasih atas do&#039;anya, kami akan selalu setia menantikan pertanyaan dari anda dan semuanya demi menyebarkan ilmu syari&#039;at.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Abl, Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi anda dan semua pengunjung website ini. Terima kasih atas do&#8217;anya, kami akan selalu setia menantikan pertanyaan dari anda dan semuanya demi menyebarkan ilmu syari&#8217;at.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abl</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4972</link>
		<dc:creator>Abl</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 02:50:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4972</guid>
		<description>Syukron2 semoga jwbn antum menjadi amalan solihan maqbulan dan tdk bosen dgn pertanyaan2 yg lain. Tetap jaya d internat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syukron2 semoga jwbn antum menjadi amalan solihan maqbulan dan tdk bosen dgn pertanyaan2 yg lain. Tetap jaya d internat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4968</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 18:48:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4968</guid>
		<description>@ Abl, wa&#039;alaikum salam Wr. Wb.
Jika permasalahannya seperti yang anda sebutkan di atas, maka perlu anda ketahui, bahwa mengangkat tangan ketika takbir walaupun takbirotul ihrom adalah pekerjaan sunnah dan bukan wajib, sehingga sekalipun ditinggalkan tidak akan merusak shalatnya.
Sedangkan tempat untum membaca Fatihah adalah ketika berdiri tegak atau paling tidak lebih dekat ke berdiri tegak dari pada paling sedikitnya rukuk. Sehingga jika posisi imam dalam deskripsi masalah anda telah sampai pada tempat pembacaan Fatihah, maka shalatnya tetap sah, walaupun dalam keadaan mengangkat tangan. Namun jika tidak demikian yaitu sudah membaca padahal posisi imam belum mencapai batas minimal untuk baca Fatihah, maka bacaan fatihahnya tidak sah, dan bagi makmum harus memisahkan diri dari berjamaah bersama Imam.
Ketika makmum sudah melepaskan diri bersama imam, maka baginya tidak diperbolehkan untuk tetap mengikuti imam dengan menunggu gerakan imam tanpa melakukan suatu pekerjaan shalat seperti menunggu imam selesai baca Fatihah baru kemudian dirinya membaca Fatihah, maka shalat makmum batal. Akan tetapi jika hanya menunggu sebentar atau tidak menunggu sama sekali tapi menyibukkan diri dengan pekerjaan shalat walaupun selesainya bersamaan, maka shalat makmum tetap sah.
Permasalahan kedua, kewajiban dalam takbirotul ihrom adalah melafadhkan kalimat &quot;ALLAHU AKBAR&quot;, sedangkan mengangkat kedua tangan adalah sunnah, sehingga tetap sah shalatnya walaupun dalam takbirotul ihrom tidak mengangkat tangan.
Dalam tatacara takbirotul ihrom, terdapat beberapa cara dikalangan ulama&#039;, namun cara yang paling utama adalah melafadhkan takbir ketika mulai mengangkat kedua tangan dan berakhir pelafadhannya ketika berada dipuncak mengangkat tangan yaitu ketika kedua tangan berada di sejajar kepala. Kemudian menurunkan kedua tangan dengan tanpa bacaan takbir. Oleh karena itu, shalat imam dengan pelaksanaan takbir seperti yang anda sebutkan tetap sah, sehingga anda tetap bisa meneruskan shalat berjamaah dengannya hingga selesai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Abl, wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.<br />
Jika permasalahannya seperti yang anda sebutkan di atas, maka perlu anda ketahui, bahwa mengangkat tangan ketika takbir walaupun takbirotul ihrom adalah pekerjaan sunnah dan bukan wajib, sehingga sekalipun ditinggalkan tidak akan merusak shalatnya.<br />
Sedangkan tempat untum membaca Fatihah adalah ketika berdiri tegak atau paling tidak lebih dekat ke berdiri tegak dari pada paling sedikitnya rukuk. Sehingga jika posisi imam dalam deskripsi masalah anda telah sampai pada tempat pembacaan Fatihah, maka shalatnya tetap sah, walaupun dalam keadaan mengangkat tangan. Namun jika tidak demikian yaitu sudah membaca padahal posisi imam belum mencapai batas minimal untuk baca Fatihah, maka bacaan fatihahnya tidak sah, dan bagi makmum harus memisahkan diri dari berjamaah bersama Imam.<br />
Ketika makmum sudah melepaskan diri bersama imam, maka baginya tidak diperbolehkan untuk tetap mengikuti imam dengan menunggu gerakan imam tanpa melakukan suatu pekerjaan shalat seperti menunggu imam selesai baca Fatihah baru kemudian dirinya membaca Fatihah, maka shalat makmum batal. Akan tetapi jika hanya menunggu sebentar atau tidak menunggu sama sekali tapi menyibukkan diri dengan pekerjaan shalat walaupun selesainya bersamaan, maka shalat makmum tetap sah.<br />
Permasalahan kedua, kewajiban dalam takbirotul ihrom adalah melafadhkan kalimat &#8220;ALLAHU AKBAR&#8221;, sedangkan mengangkat kedua tangan adalah sunnah, sehingga tetap sah shalatnya walaupun dalam takbirotul ihrom tidak mengangkat tangan.<br />
Dalam tatacara takbirotul ihrom, terdapat beberapa cara dikalangan ulama&#8217;, namun cara yang paling utama adalah melafadhkan takbir ketika mulai mengangkat kedua tangan dan berakhir pelafadhannya ketika berada dipuncak mengangkat tangan yaitu ketika kedua tangan berada di sejajar kepala. Kemudian menurunkan kedua tangan dengan tanpa bacaan takbir. Oleh karena itu, shalat imam dengan pelaksanaan takbir seperti yang anda sebutkan tetap sah, sehingga anda tetap bisa meneruskan shalat berjamaah dengannya hingga selesai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abl</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4961</link>
		<dc:creator>Abl</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 03:54:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4961</guid>
		<description>Ass..forsalf, maaf sblmnya ya..! Tak tunggu jawabn pertanyaanku kmrn, soalnya ana sampe skrng  msh jamaah d masjid tp gak niat jamaah klo shofnya ikut jamaah soalnya msh bingung dan satu pertanyaan lg, jika siimam takbirotul ihrom(takbir masuk shlt) sudah melafadkan Allohu akbar tp tanganya belum sempurna (belum smp sendakep) dan ini yg sering saya lihat &amp;terjadi pd imam2 yg lain(sori klo slalu ngoreksi shlt org). Bagaimana solat sy apakah sy terus ikut aja atau gmna? Soalnya ada yg mengatakan soal sah / diterimanya sholat kita pasrahkan/tergantung pd Allah. Wass...! Syukron jazakumullah ahsanal jaza.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass..forsalf, maaf sblmnya ya..! Tak tunggu jawabn pertanyaanku kmrn, soalnya ana sampe skrng  msh jamaah d masjid tp gak niat jamaah klo shofnya ikut jamaah soalnya msh bingung dan satu pertanyaan lg, jika siimam takbirotul ihrom(takbir masuk shlt) sudah melafadkan Allohu akbar tp tanganya belum sempurna (belum smp sendakep) dan ini yg sering saya lihat &amp;terjadi pd imam2 yg lain(sori klo slalu ngoreksi shlt org). Bagaimana solat sy apakah sy terus ikut aja atau gmna? Soalnya ada yg mengatakan soal sah / diterimanya sholat kita pasrahkan/tergantung pd Allah. Wass&#8230;! Syukron jazakumullah ahsanal jaza.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abl</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4905</link>
		<dc:creator>Abl</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 13:13:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4905</guid>
		<description>Syukron atas jwbnya  yg kemaren, sebenarnya maksud pertanyaan saya yg kmaren begini..imam di waktu bangun dr sujudnya belum sempurna berdiri tp melafadkan Allohu akbar dah selesai sedangkan tangan imam belum &quot; sendakep masih ketawehan &quot; sdh baca fatehah apakah itu membatalkan sholat atau tdk?soalnya sering saya lihat jika diimami(si A) dan siimam tsb ngimami sholt asar&amp;isyak dan akhirnya saya sholt niat sendiri tp tetap dlm shof jamaah dan ketika di sholt yg jahr di rokaat ke2 waktu imam baca fatehah saya diam, stlah imam selesai fatehah baru saya baca fatehah, soalnya takut kalau terjadi fitnah atau takut dikatain orang &quot;sholatnya kok aneh.! ikut imam siapa ini...&quot; soale katanya ada yg membolehkan jika terjadi fitnah dan apakah sholat saya tetap sah ? jika persoalan imam tsb tdk membatalkan alhamdulillah saya merasa seneng banget bisa jamaah terus soale di mesjid suasana hati bisa sejuk dr pd di rumah. Sekian..sorry pertanyaannya pnjng banget. Dan terima ksh banget kpd kru forsalf yg sdh perduli menjawab dg lillah ta&#039;ala semoga amal kalian di terima Alloh SWT.Amiin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syukron atas jwbnya  yg kemaren, sebenarnya maksud pertanyaan saya yg kmaren begini..imam di waktu bangun dr sujudnya belum sempurna berdiri tp melafadkan Allohu akbar dah selesai sedangkan tangan imam belum &#8221; sendakep masih ketawehan &#8221; sdh baca fatehah apakah itu membatalkan sholat atau tdk?soalnya sering saya lihat jika diimami(si A) dan siimam tsb ngimami sholt asar&amp;isyak dan akhirnya saya sholt niat sendiri tp tetap dlm shof jamaah dan ketika di sholt yg jahr di rokaat ke2 waktu imam baca fatehah saya diam, stlah imam selesai fatehah baru saya baca fatehah, soalnya takut kalau terjadi fitnah atau takut dikatain orang &#8220;sholatnya kok aneh.! ikut imam siapa ini&#8230;&#8221; soale katanya ada yg membolehkan jika terjadi fitnah dan apakah sholat saya tetap sah ? jika persoalan imam tsb tdk membatalkan alhamdulillah saya merasa seneng banget bisa jamaah terus soale di mesjid suasana hati bisa sejuk dr pd di rumah. Sekian..sorry pertanyaannya pnjng banget. Dan terima ksh banget kpd kru forsalf yg sdh perduli menjawab dg lillah ta&#8217;ala semoga amal kalian di terima Alloh SWT.Amiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4896</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 12:34:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4896</guid>
		<description>@Abl,
jika makmum melihat imam mengerjakan sesuatu yang membatalkan sholat maka wajib bagi makmum untuk niat mufaroqoh.
apabila makmum mengikuti imam dg tanpa niat berjamaah maka sholatnya batal jika menunggu gerakan imam terlalu lama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abl,<br />
jika makmum melihat imam mengerjakan sesuatu yang membatalkan sholat maka wajib bagi makmum untuk niat mufaroqoh.<br />
apabila makmum mengikuti imam dg tanpa niat berjamaah maka sholatnya batal jika menunggu gerakan imam terlalu lama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abl</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4886</link>
		<dc:creator>Abl</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 15:27:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4886</guid>
		<description>Bagaimana sholat berjamaah tp niat shlt sendiri. Karena melihat imam telah melanggar dr rukun sholat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana sholat berjamaah tp niat shlt sendiri. Karena melihat imam telah melanggar dr rukun sholat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4543</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 13:54:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4543</guid>
		<description>@ ana, Yang dimaksud dalam hadits larangan menggauli istri dari belakang adalah menggauli pada duburnya, dan bukanlah dari belakang walaupun pada qubul (kemaluan depan), karena Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur&#039;an :
سَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ
&quot; istri-istri kalian adalah ibarat ladang bagi kalian (untuk bercocok tanam anak), maka datangilah istri kalian semau kalian&quot;.
Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan tentang kebolehan dalam melakukan hubungan suami istri baik dengan cara duduk, dari depan atau belakang selama masih pada tempat yang diperbolehkan yaitu qubul (kemaluan depan), karena disinilah yang menjadi alasan dalam pernikahan yaitu memperbanyak keturunan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ana, Yang dimaksud dalam hadits larangan menggauli istri dari belakang adalah menggauli pada duburnya, dan bukanlah dari belakang walaupun pada qubul (kemaluan depan), karena Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur&#8217;an :<br />
سَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ<br />
&#8221; istri-istri kalian adalah ibarat ladang bagi kalian (untuk bercocok tanam anak), maka datangilah istri kalian semau kalian&#8221;.<br />
Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan tentang kebolehan dalam melakukan hubungan suami istri baik dengan cara duduk, dari depan atau belakang selama masih pada tempat yang diperbolehkan yaitu qubul (kemaluan depan), karena disinilah yang menjadi alasan dalam pernikahan yaitu memperbanyak keturunan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ana</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-4524</link>
		<dc:creator>ana</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 08:19:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-4524</guid>
		<description>apakah yg dimaksud tidak diperbolehkan menggauli istri lewat belakang tersebut dalam hadis diatas,lewat dubur atau masih dikemaluan tpi pakai gaya doggy istilah jmn skrg ini,syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah yg dimaksud tidak diperbolehkan menggauli istri lewat belakang tersebut dalam hadis diatas,lewat dubur atau masih dikemaluan tpi pakai gaya doggy istilah jmn skrg ini,syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/tegakkan-shalat-dan-berjamaah/comment-page-1/#comment-1967</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 22:30:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1388#comment-1967</guid>
		<description>@ zen, jika kita shalat berjamaah di masjid, keluarga kita akan shalat sendiri, maka kita dirikan shalat berjamaah dengan keluarga kita itu lebih afdhol daripada kita shalat berjamaah di masjid, apalagi jika imam di masjid orang ahli bid&#039;ah atau orang fasik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ zen, jika kita shalat berjamaah di masjid, keluarga kita akan shalat sendiri, maka kita dirikan shalat berjamaah dengan keluarga kita itu lebih afdhol daripada kita shalat berjamaah di masjid, apalagi jika imam di masjid orang ahli bid&#8217;ah atau orang fasik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

