<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Waktu Mengqadha&#8217; Shalat</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 09:58:11 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1752</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 16:56:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1752</guid>
		<description>@ Ade, jika waktu shalat ada&#039; (seperti shalat maghrib dalam contoh anda di atas) mau habis, maka wajib mengerjakan shalat maghrib dulu dan haram namun tetap sah mendahulukan shalat ashar karena menyebabkan shalat maghrib menjadi qodho&#039; juga. Kewajiban mendahulukan shalat yang ada&#039; (maghrib) daripada yang qodho&#039; (ashar) ini baik meninggalkan shalat asharnya karena udzur atau tanpa udzur.
lihat : kitab fath al-Mu&#039;in juz 1 hal 31

وتقديمه على حاضرة لا يخاف فوتها) إن فات بعذر، وإن خشي فوت جماعتها – على المعتمد -. وإذا فات بلا عذر  فيجب تقديمه عليها. أما إذا خاف فوت الحاضرة بأن يقع بعضها – وإن قل – خارج الوقت فيلزمه البدء بها. ويجب تقديم ما فات بغير عذر على ما فات بعذر. وإن فقد الترتيب لانه سنة والبدار واجب</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Ade, jika waktu shalat ada&#8217; (seperti shalat maghrib dalam contoh anda di atas) mau habis, maka wajib mengerjakan shalat maghrib dulu dan haram namun tetap sah mendahulukan shalat ashar karena menyebabkan shalat maghrib menjadi qodho&#8217; juga. Kewajiban mendahulukan shalat yang ada&#8217; (maghrib) daripada yang qodho&#8217; (ashar) ini baik meninggalkan shalat asharnya karena udzur atau tanpa udzur.<br />
lihat : kitab fath al-Mu&#8217;in juz 1 hal 31</p>
<p>وتقديمه على حاضرة لا يخاف فوتها) إن فات بعذر، وإن خشي فوت جماعتها – على المعتمد -. وإذا فات بلا عذر  فيجب تقديمه عليها. أما إذا خاف فوت الحاضرة بأن يقع بعضها – وإن قل – خارج الوقت فيلزمه البدء بها. ويجب تقديم ما فات بغير عذر على ما فات بعذر. وإن فقد الترتيب لانه سنة والبدار واجب</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ade</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1747</link>
		<dc:creator>Ade</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 13:47:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1747</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum...wr wb.
mau tanya,apakah ketidaktahuan saya mengenai bagaimana urutan mengkada shalat tidak mengesahkan shalat qada yang saya kerjakan?
misalnya saya mau mengkada shalat ashar di waktu magrib,tapi saya tidak tahu secara pasti shalat mana yang harus saya tunaikan terlebih dahulu,maghrib atau mengqada shalat ashas. Karena waktu magrib pada waktu itu mau habis,saya shalat magrib dahulu. Apakah shalat magrib saya sah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum&#8230;wr wb.<br />
mau tanya,apakah ketidaktahuan saya mengenai bagaimana urutan mengkada shalat tidak mengesahkan shalat qada yang saya kerjakan?<br />
misalnya saya mau mengkada shalat ashar di waktu magrib,tapi saya tidak tahu secara pasti shalat mana yang harus saya tunaikan terlebih dahulu,maghrib atau mengqada shalat ashas. Karena waktu magrib pada waktu itu mau habis,saya shalat magrib dahulu. Apakah shalat magrib saya sah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1735</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 17:15:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1735</guid>
		<description>@ fatih, wa&#039;alaikum salam Wr. Wb.
Dalam mengqadha shalat,  bisa dengan mengerjakan satu jenis shalat hingga tuntas, lalu ganti ke jenis shalat lainnya, seperti mengerjakan shalat subuh hingga tuntas lalu mengerjakan shalat dhuhur hingga tuntas dan selanjutnya. Namun yang paling afdhol dengan mengqadha shalat lima waktu secara berurutan,  misal shalat subuh lalu dhuhur lalu ashar, lalu maghrib dan isyak. Begitu seterusnya hingga tuntas semua kewajiban anda. 

jika anda mengetahui bahwa cairan itu adalah madzi yang najis, bukan mani, maka anda wajib untuk mengqadha&#039;i shalat2 yang telah anda kerjakan dengan baju yang najis tersebut. Namun jika anda tidak mengetahuinya secara pasti apakah yang keluar itu mani ataukah madzi, maka tidak ada kewajiban qadha&#039; jika anda telah mandi janabah sebelumnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ fatih, wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.<br />
Dalam mengqadha shalat,  bisa dengan mengerjakan satu jenis shalat hingga tuntas, lalu ganti ke jenis shalat lainnya, seperti mengerjakan shalat subuh hingga tuntas lalu mengerjakan shalat dhuhur hingga tuntas dan selanjutnya. Namun yang paling afdhol dengan mengqadha shalat lima waktu secara berurutan,  misal shalat subuh lalu dhuhur lalu ashar, lalu maghrib dan isyak. Begitu seterusnya hingga tuntas semua kewajiban anda. </p>
<p>jika anda mengetahui bahwa cairan itu adalah madzi yang najis, bukan mani, maka anda wajib untuk mengqadha&#8217;i shalat2 yang telah anda kerjakan dengan baju yang najis tersebut. Namun jika anda tidak mengetahuinya secara pasti apakah yang keluar itu mani ataukah madzi, maka tidak ada kewajiban qadha&#8217; jika anda telah mandi janabah sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fatih</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1730</link>
		<dc:creator>Fatih</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 11:30:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1730</guid>
		<description>Assalamu Alaikum Ustad, semoga dimuliakan Allah atas perhatinnya yang besar dlam menunjukkan kebenaran kepada ummat.

Sy dulu juga suka meninggalkan sholat, sekarang telah kuat keinginan untuk mengqodhonya, cuma saya masih bingung sholat manakah yang mesti dikerjakan. Mengerjakan sholat subuh dulu semua hingga benar-benar yakin tidak ada lagi sholat subuh yang belum terqodho, baru kemudian mengerjakan qodho semua sholat zuhur, seterusnya hingga Isya; ataukah dapat mengqodho sholat tanpa beraturan yang penting terselesaikan semua?

Dulu saya tidak dapat membedakan mana mani dan madzi, sehingga madzi itu saya anggap mani yang bukan najis n ketika keluar madzi pun harus mandi. Kadang pakaian saya yang terkena madzi itu masih terus sy gunakan untuk sholat, padahal itu tidak boleh karena najis. Pertanyaan saya adalah apakah sholat-sholat yang saya kerjakan dengan mengenakan pakaian yang terkena madzi dulu itu wajib sy qodho juga?

Syukran qoblah,
Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu Alaikum Ustad, semoga dimuliakan Allah atas perhatinnya yang besar dlam menunjukkan kebenaran kepada ummat.</p>
<p>Sy dulu juga suka meninggalkan sholat, sekarang telah kuat keinginan untuk mengqodhonya, cuma saya masih bingung sholat manakah yang mesti dikerjakan. Mengerjakan sholat subuh dulu semua hingga benar-benar yakin tidak ada lagi sholat subuh yang belum terqodho, baru kemudian mengerjakan qodho semua sholat zuhur, seterusnya hingga Isya; ataukah dapat mengqodho sholat tanpa beraturan yang penting terselesaikan semua?</p>
<p>Dulu saya tidak dapat membedakan mana mani dan madzi, sehingga madzi itu saya anggap mani yang bukan najis n ketika keluar madzi pun harus mandi. Kadang pakaian saya yang terkena madzi itu masih terus sy gunakan untuk sholat, padahal itu tidak boleh karena najis. Pertanyaan saya adalah apakah sholat-sholat yang saya kerjakan dengan mengenakan pakaian yang terkena madzi dulu itu wajib sy qodho juga?</p>
<p>Syukran qoblah,<br />
Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1529</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 16:18:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1529</guid>
		<description>@ fazi, jika anda meniggalkan shalat selama satu tahun itu tanpa ada udzur, maka menurut imam Ibn Hajar wajib bagi anda untuk segera mengqodho&#039; terlebih dahulu dan tidak boleh mengerjakan shalat sunnah sebelum selesai mengqodho&#039; keseluruhannya. Adapun menurut alhabib Abdullah bin Alawi AlHaddad, tetap diperbolehkan baginya untuk melakukan shalat sunnah selama dia sudah berusaha untuk mengqodhonya walaupun belum selesai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ fazi, jika anda meniggalkan shalat selama satu tahun itu tanpa ada udzur, maka menurut imam Ibn Hajar wajib bagi anda untuk segera mengqodho&#8217; terlebih dahulu dan tidak boleh mengerjakan shalat sunnah sebelum selesai mengqodho&#8217; keseluruhannya. Adapun menurut alhabib Abdullah bin Alawi AlHaddad, tetap diperbolehkan baginya untuk melakukan shalat sunnah selama dia sudah berusaha untuk mengqodhonya walaupun belum selesai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fazi</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1527</link>
		<dc:creator>fazi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 11:55:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1527</guid>
		<description>Ass.wr.wb... FS smga tetap dlm rahmad Allah, ana mau tanya gmn klo punya hutang sholat 1th tp sdh di qodho&#039; setiap waktu mau sholat fardhu, apa kita msih boleh sholat sunnah spt dhuha/awwabin...? Sukron n kher</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.wr.wb&#8230; FS smga tetap dlm rahmad Allah, ana mau tanya gmn klo punya hutang sholat 1th tp sdh di qodho&#8217; setiap waktu mau sholat fardhu, apa kita msih boleh sholat sunnah spt dhuha/awwabin&#8230;? Sukron n kher</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: binta.abdQodir</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1504</link>
		<dc:creator>binta.abdQodir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 10:17:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1504</guid>
		<description>syukran atas penjelasannya.. jadi kalau suci isya&#039; mesti sholat magrib qodho&#039; n sholat isya&#039;.. ana dah faham... jazakumullah khair.. mohon doa biar ana jd lebi baik dunia akherat.. terimakasih Forsan Salaf ^-^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syukran atas penjelasannya.. jadi kalau suci isya&#8217; mesti sholat magrib qodho&#8217; n sholat isya&#8217;.. ana dah faham&#8230; jazakumullah khair.. mohon doa biar ana jd lebi baik dunia akherat.. terimakasih Forsan Salaf ^-^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1493</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 06:15:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1493</guid>
		<description>@ binta.abdQodir, jika sucinya jam 3 malam, maka wajib baginya untuk mengqodho shalat maghrib karena bisa dijamak dengan shalat isya&#039; dan mengerjakan shalat isya&#039; malam itu. Kami katakan wajib mengerjakan shalat isya&#039; malam itu bukan dengan kata qodho&#039; karena waktu isya&#039; masih belum habis, sehingga wajib baginya untuk melaksanakan shalat isya&#039; sebelum keluar waktu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ binta.abdQodir, jika sucinya jam 3 malam, maka wajib baginya untuk mengqodho shalat maghrib karena bisa dijamak dengan shalat isya&#8217; dan mengerjakan shalat isya&#8217; malam itu. Kami katakan wajib mengerjakan shalat isya&#8217; malam itu bukan dengan kata qodho&#8217; karena waktu isya&#8217; masih belum habis, sehingga wajib baginya untuk melaksanakan shalat isya&#8217; sebelum keluar waktu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: binta.abdQodir</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1502</link>
		<dc:creator>binta.abdQodir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 05:56:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1502</guid>
		<description>terimakasi banyak atas jawabannya.. ana perna dengar kalo suci isya&#039; wajib qodho&#039; magrib jg soalnya bisa di Jama&#039;... itu gmn? mohon penjelasanya... maaf ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasi banyak atas jawabannya.. ana perna dengar kalo suci isya&#8217; wajib qodho&#8217; magrib jg soalnya bisa di Jama&#8217;&#8230; itu gmn? mohon penjelasanya&#8230; maaf ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: forsan salaf</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/waktu-mengqadha-shalat/comment-page-1/#comment-1487</link>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 14:36:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1339#comment-1487</guid>
		<description>@ nais, yang dimaksud sengaja mengeluarkan mani sehingga bisa membatalkan puasa adalah berniat dalam hati disertai dengan pekerjaan yang bisa berakibat keluarnya mani dengan cara apapun baik dengan onani/masturbasi, melihat lawan jenis atau sengaja berkhayal tentang wanita dengan tujuan agar keluar mani. Adapun jika hanya terbesit dalam hati kemudian keluar mani maka tidak dikategorikan sengaja mengeluarkan mani, sehingga jika dalam keadaan puasa tidak membatalkan puasanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ nais, yang dimaksud sengaja mengeluarkan mani sehingga bisa membatalkan puasa adalah berniat dalam hati disertai dengan pekerjaan yang bisa berakibat keluarnya mani dengan cara apapun baik dengan onani/masturbasi, melihat lawan jenis atau sengaja berkhayal tentang wanita dengan tujuan agar keluar mani. Adapun jika hanya terbesit dalam hati kemudian keluar mani maka tidak dikategorikan sengaja mengeluarkan mani, sehingga jika dalam keadaan puasa tidak membatalkan puasanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
