<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Forum Santri Sunniyah Salafiyah &#187; Konsultasi Umum</title>
	<atom:link href="http://www.forsansalaf.com/category/konsultasi-umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forsansalaf.com</link>
	<description>forsansalaf</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 16:36:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Khianat Pada Dunia Pendidikan</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2010/khianat-pada-dunia-pendidikan/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2010/khianat-pada-dunia-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 08:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1406</guid>
		<description><![CDATA[
Permasalahan
Sekarang banyak bermunculan madrasah-madrasah di pelosok daerah, namun sebagian dari mereka memilki tujuan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Tapi kalau dapat bantuan, dana tersebut disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Bagaimana menyikapi fenomena ini?
Abdurrahman-Jember
08123384xxx
FORSAN SALAF menjawab:

Madrasah adalah sarana ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1407" title="pendidikan" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2010/02/pendidikan.JPG" alt="pendidikan" width="295" height="223" /></p>
<p>Permasalahan</p>
<p>Sekarang banyak bermunculan madrasah-madrasah di pelosok daerah, namun sebagian dari mereka memilki tujuan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Tapi kalau dapat bantuan, dana tersebut disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Bagaimana menyikapi fenomena ini?</p>
<p>Abdurrahman-Jember</p>
<p>08123384xxx</p>
<p><span style="color: #339966;"><strong>FORSAN SALAF menjawab:<span id="more-1406"></span><br />
</strong></span></p>
<p>Madrasah adalah sarana pendidikan yang berfungsi mencetak pelajar yang mumpuni dalam pengetahuan Islam. Kelak ilmu mereka diharapkan bisa diamalkan di tengah masyarakat. Karena itu, Pengelola madrasah hendaknya bekerja semaksimal mungkin untuk memajukan kualitas pembelajaran anak-anak didiknya. Tujuan utama membangun madrasah, tak lain tak bukan, adalah untuk meminimalisir kebodohan yang nyatanya masih banyak menjangkiti masyarakat.</p>
<p>Segala upaya yang mendukung kemajuan pendidikan hendaknya dilaksanakan, seperti peningkatan mutu pendidikan, perekrutan guru-guru yang berkualitas serta penyediaan sarana dan prasana yang memadai. Itu semua harus tersedia demi kelancaran proses belajar mengajar.</p>
<p>Sarana yang lengkap berguna agar para anak didik lebih tenang dalam belajar dan guru lebih nyaman mengajar. Faktor ini sangat membantu bagi perkembangan pendidikan. Bila ada bantuan dari pemerintah, hendaknya pengelola madrasah bersikap jujur. Bantuan pemerintah adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan penyalurannya.  Namun kalau dana itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,  itu namanya pengkhianatan. Pertama berkhianat kepada Allah SWT dan  yang kedua berkhianat kepada pemerintah, anak didik, wali murid, dan masyarakat.</p>
<p>Bisa dibayangkan, madrasah adalah wadah pendidikan untuk mencetak kader-kader yang berilmu dan bertakwa, akan tetapi apabila yang mengurus madrasah tersebut berkhianat, bagaimana dengan anak didiknya kelak kalau sampai mencontoh orang-orang yang selama ini dijadikan suri tauladan bagi mereka. Maka dari itu perlu adanya kejujuran bagi pengelola madrasah untuk mengelola dana bantuan tersebut.</p>
<p>Sifat jujur harus dimiliki pengelola madrasah. Perbuatan apapun, kalau tidak didasari dengan kejujuran, akan sia-sia. Apalagi bila hal itu menyangkut kemaslahatan masyarakat . Sifat jujur kalau benar-benar diterapkan akan bisa memberikan manfaat kepada pelakunya dan orang lain. Kelak, di akhirat, dia akan mendapat tempat istimewa. Allah SWT berfirman:</p>
<h3 style="text-align: center;">يَوْ مَ يَنْفَعُ الصَّادِقِيْنَ صِدْ قُهُمْ</h3>
<p><em>Di hari yang bermanfaat orang-orang yang jujur dengan kejujuran mereka</em></p>
<p>Firman di atas menyuratkan betapa perlunya kejujuran bagi setiap orang agar kehidupannya bisa memberikan manfaat kepada dirinya dan orang lain, baik di dunia maupun akhirat.</p>
<p>Tetapi, sangat disayangkan, akhir-akhir ini lembaga-lembaga pendidikan berlomba membangun madrasah dengan tujuan agar mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ironisnya lagi, kebanyakan proposal yang diajukan jauh dari fakta sesungguhnya. Misal, yang banyak terjadi, murid-muridnya yang hanya tiga puluh ditulis tiga ratus, dan lain sebagainya. Setelah bantuan tersebut diterima, ternyata tidak digunakan sebagaimana semestinya. Ini merupakan penipuan berkedok pendidikan. Maka jangan heran bila kini madrasah-madrasah lebih berburu murid dari pada berburu kualitas pendidikan. Kalau hal ini sudah terjadi maka murid-murid yang lulus akan minim prestasi, karena yang diutamakan hanya sisi luarnya, bukan pada mutu pendidikannya.</p>
<p>Untuk itu, bagi pemerintah seharusnya selektif dalam memilih madrasah-madrasah yang akan dibantu. Haram bagi pemerintah memberikan bantuan kepada pihak yang tidak berhak menerima. Begitu juga sebaliknya, haram hukumnya menerima bantuan bagi yang mereka yang tidak mempunyai hak. Carilah madrasah-madrasah yang kualitas pendidikannya bagus dan mampu mencetak kader-kader yang mumpuni dalam keilmuan yang nantinya berguna bagi agama, nusa dan bangsa.</p>
<p>Agar bantuan tepat sasaran, seyogianya pemerintah mensurvei langsung madrasah dengan melihat fakta di lapangan. Perhatikan kondisi murid, guru serta hal-hal lainnya. Atau dengan cara bagi setiap madrasah yang mampu mencetak murid-murid yang mumpuni dan handal atau menuai prestasi yang tinggi, madrasah itulah yang berhak mendapatkan bantuan.</p>
<p>Jika pemerintah melakukan cara di atas, tentunya madrasah-madrasah akan berlomba mencerdaskan anak didiknya. Itu bisa menjadi tren positif bagi kemajuan dunia pendidikan dan bagi pemerintah.</p>
<p>Kemajuan pendidikan adalah ciita-cita kita semua. Karena  bangsa ini membutuhkan generasi-generasi penerus yang mampu menegakkan agama ini setinggi-tingginya serta mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan Negara. Dan hal itu perlu dukungan-dukungan bagi semua pihak untuk merealisasikan itu semua.</p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=1406&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2010/khianat-pada-dunia-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ucapan &#8220;SELAMAT NATAL&#8221;</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/ucapan-selamat-natal/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/ucapan-selamat-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 02:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1257</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Team forsansalaf yang kami hormati, ada satu pertanyaan yang kami mohon untuk dijawab.
Gimana menurut pendangan islam tentang seorang muslim mengucapkan selamat natal kepada orang kristiani. Bagaimana dengan yang ada di sebagian buku2 yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-1270" title="16790.imgcache" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/12/16790.imgcache-300x225.jpg" alt="16790.imgcache" width="210" height="158" />Assalamu’alaikum Wr. Wb.</em></p>
<p>Team forsansalaf yang kami hormati, ada satu pertanyaan yang kami mohon untuk dijawab.</p>
<p>Gimana menurut pendangan islam tentang seorang muslim mengucapkan selamat natal kepada orang kristiani. Bagaimana dengan yang ada di sebagian buku2 yang beredar, salah satunya bukunya Dr. Qurays Syihab, yang menyatakan boleh bagi seorang muslim mengucapkan SELAMAT NATAL ?</p>
<p>Atas jawabannya kami ucapkan terima lasih.</p>
<p><em>Wassalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</em></p>
<p><strong>from : islamhakiki</strong></p>
<p><strong><span style="color: #008000;">FORSAN SALAF menjawab :</span><span id="more-1257"></span><br />
</strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.</em></p>
<p>Selamat natal bagi kaum nasrani berarti ucapan selamat atas kelahiran Yesus sebagai anak Tuhan. Dalam Al-Qur’an Allah SWT menyebutkan keselamatan atas kelahiran Nabi Isa as, sebagaimana firman Allah :</p>
<h3 style="text-align: right; ">وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا</h3>
<p><em>&#8220;Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.&#8221; (Q.S. Maryam ;33)</em><em> </em></p>
<p>Namun ayat di atas, dalam konteks Nabi Isa sebagai makhluk pilihan Allah, bukan sebagai anak Tuhan. Oleh karena itu, ketika seorang muslim mengucapkan selamat natal kepada kaum nasrani, berarti melegalkan keyakinan akan Yesus sebagai anak Tuhan.  Allah berfirman :</p>
<h3 style="text-align: right; ">لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ</h3>
<p><em>“ Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.“ (Q.S. alMujadalah ; 22)</em></p>
<p>Yang harus dikatakan dari orang muslim kepada orang-orang kafir bukanlah ucapan selamat, akan tetapi mengajak kembali ke agama Islam dan meninggalkan keyakinan sebelumnya. Allah SWT berfirman :</p>
<h3>يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا</h3>
<p>“ Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: &#8220;(Tuhan itu) tiga&#8221;, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.“ (Q.S. An-Nisa’ ; 171)</p>
<p>Dalam ayat lain Allah berfirman :</p>
<h3 style="text-align: right; ">قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ</h3>
<p><em>“Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah“ (Q.S. Ali Imron ; 64)</em></p>
<p>Kalimat-kalimat seperti dalam ayat-ayat itulah yang harus diucapkan dan disampaikan kepada mereka, bukan justru melegalkan keyakinan mereka yang salah. Mensyukuri atas kelahiran dan diutusnya Nabi Isa dan para nabi lainnya adalah satu kewajiban bagi setiap muslim. Salam juga disebutkan dalam Al-Qur’an untuk nabi-nabi selain Nabi Isa, sebagaimana firman Allah :</p>
<h3 style="text-align: center; ">سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ</h3>
<p align="center"><em>&#8220;Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.&#8221;</em><em></em></p>
<p>Juga kepada Nabi Musa :</p>
<h3 style="text-align: center; ">سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ</h3>
<p align="center"><em>&#8220;Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun.&#8221;</em><em></em></p>
<p>Begitu juga kepada Nabi Ilyas :</p>
<h3 style="text-align: center; ">سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ</h3>
<p align="center"><em>&#8220;Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas.&#8221;</em><em></em></p>
<p>Salam juga disebutkan dalam Al-Qur’an bagi orang yang mengikuti petunjuk Allah. Firman Allah :</p>
<h3 style="text-align: center; ">وَالسَّلَامُ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى</h3>
<p align="center"><em>“Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. “</em></p>
<p>Oleh karena itu, orang-orang yang menyekutukan Allah SWT atau meyakini Allah mempunyai anak, tidak layak untuk mendapatkan ucapan selamat.</p>
<p>Adapun toleransi (kerukunan) antar umat beragama, maka Islam telah mengaturnya dalam Al-Qur’an :</p>
<h3 style="text-align: right; ">قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ #<strong> </strong>لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ # وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ</h3>
<p style="text-align: left; "><em>“Katakanlah (Muhammad), wahai orang-orang kafir. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah” (Q.S. Al Kafirun 1-3)</em></p>
<p>Dalam ayat lain :</p>
<h3 style="text-align: right; ">لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ  أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ</h3>
<p><em>“Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.&#8221; (Q.S. Yunus ; 41)</em></p>
<p>Ucapan selamat natal kepada orang nasrani merupakan syiar agama mereka dan terhitung sebagai ibadah bagi mereka.</p>
<p>Selain itu, tidak ada nash yang menetapkan tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Nabi Isa as. Malah tidak ada satu pun ahli sejarah yang membenarkannya. Bahkan British Encylopedia dan American Ensyclopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as.  Selain itu, ritual perayaan mereka atas kelahiran Nabi Isa sangatlah bertentangan dengan syariat Islam. Bukankah kemungkaran harus kita ingkari ?</p>
<p>Rasulullah SAW selama hidup beliau tidak pernah mengucapkan salam kepada orang-orang kafir. Sebagaimana dalam surat menyurat beliau kepada raja-raja kafir, beliau menyertainya dengan kalimat : السلام على من اتبع الهدى (<em>semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk Islam</em>), salam itu tidak ditujukan kepada para raja kafir.</p>
<p>Adapun puasa Asyura’ yang dilakukan dan diperintahkan oleh Rasulullah bukanlah karena mengikuti cara ibadah orang Yahudi, akan tetapi Nabi SAW mengambil alih ibadah itu karena kaum muslimin lebih berhak menghormati Nabi Musa. Sabda Rasulullah SAW:</p>
<h3 style="text-align: center;">نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ</h3>
<p align="center"><em>“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”</em></p>
<p>Bahkan beliau menganjurkan bagi umatnya untuk berpuasa sehari sebelumnya agar tidak serupa dengan ibadah orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, mengucapkan selamat natal adalah termasuk bentuk peyerupaan diri dengan orang nasrani.</p>
<p>Akhirnya, marilah kita baca surat Al-Ikhlas dengan penuh keyakinan akan keesaan Tuhan.</p>
<p align="center"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم . قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2)<strong> لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ</strong> (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)</strong></p>
<p><em>Katakanlah: &#8220;Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.&#8221;</em></p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=1257&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/ucapan-selamat-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1431 H</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/selamat-tahun-baru-islam-1431-h/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/selamat-tahun-baru-islam-1431-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1226</guid>
		<description><![CDATA[ 
 SELAMAT 
 TAHUN     BARU    ISLAM
 1431 H


MUDAH-MUDAHAN DENGAN MASUKNYA TAHUN BARU ISLAM MENJADI BARU KEMBALI SEMANGAT KITA UNTUK KEJAYAAN ISLAM.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1228" title="1431" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/12/1431.jpg" alt="1431" width="300" height="400" /><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<h1 style="text-align: left;"><strong><strong><span style="color: #0000ff;"> S</span></strong><span style="font-size: large;"><span style="color: #0000ff;">ELAMAT </span></span></strong></h1>
<h1><strong><span style="font-size: large;"><span style="color: #0000ff;"> TAHUN     BARU    ISLAM</span></span></strong></h1>
<h1><strong><span style="font-size: large;"><span style="color: #0000ff;"> 1431 H</span></span></strong></h1>
<p><strong><span style="font-size: large;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></span></strong></p>
<h3>MUDAH-MUDAHAN DENGAN MASUKNYA TAHUN BARU ISLAM MENJADI BARU KEMBALI SEMANGAT KITA UNTUK KEJAYAAN ISLAM.</h3>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=1226&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/selamat-tahun-baru-islam-1431-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asyura&#8217;, Hari Berkabung ?</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/asyura-hari-berkabung/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/asyura-hari-berkabung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 05:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1195</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Team forsan salaf yang kami hormati, saya mau bertanya terkait masalah ritual Assyuro.
Apakah benar ada ritual assyuro sebagai hari berkabung atas kematian syd Husein bin Ali bin Abi Tholib? Adakah hari berkabung dalam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-1196" title="karbala (1)" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/12/karbala-11.jpg" alt="karbala (1)" width="409" height="273" />Assalamu’alaikum Wr. Wb.</em></p>
<p>Team forsan salaf yang kami hormati, saya mau bertanya terkait masalah ritual Assyuro.</p>
<p>Apakah benar ada ritual assyuro sebagai hari berkabung atas kematian syd Husein bin Ali bin Abi Tholib? Adakah hari berkabung dalam islam ? bagaimana dengan klaim sebagian orang yang menyatakan bahwa alhabib Abdullah Alhaddad menyebutnya dalam kitab <em>tatsbitul fu’ad </em>karangan beliau sebagai hari berkabung ?</p>
<p>Mohon dijelaskan beserta dalil2 yang ada, agar kami bisa mengetahui kebenarannya……</p>
<p>From : pencari.kebenaran &lt;<a href="mailto:akidahku@yahoo.com">akidahku@yahoo.com</a>&gt;</p>
<p><span style="color: #008000;"> </span><strong><span style="color: #008000;">FORSAN SALAF menjawab :<span id="more-1195"></span><br />
</span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan pilihan yang disebut <em>Asyhurul Hurum</em>. Firman Allah SWT :</p>
<h3 style="text-align: right;">إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ</h3>
<p><em>“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram “ (Q.S at-Taubah : 36)</em><em> </em></p>
<p>Di bulan itu, disunnahkan untuk berpuasa. Rasulullah SAW bersabda :</p>
<h3 style="text-align: right;">أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ</h3>
<p><em>“ Paling utamanya puasa setelah Ramadhan, yaitu puasa di bulan Muharram, dan paling utamanya shalat setelah shalat fadhu adalah shalat malam “.</em></p>
<p>Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari Asyura’. Ketika Rasulullah ditanya tentang keutamaan puasa di hari Asyura’, Beliau menjawab :</p>
<h3 style="text-align: center;">إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ</h3>
<p align="center"><em>“ Aku berharap kepada Allah, bisa menghapus dosa satu tahun yang telah lalu”.</em></p>
<p>Diriwayatkan dalam hadits :</p>
<h3 style="text-align: right;">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأُنَاسٍ مِنْ الْيَهُودِ قَدْ صَامُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا مِنْ الصَّوْمِ قَالُوا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي نَجَّى اللَّهُ مُوسَى وَبَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ الْغَرَقِ وَغَرَّقَ فِيهِ فِرْعَوْنَ وَهَذَا يَوْمُ اسْتَوَتْ فِيهِ السَّفِينَةُ عَلَى الْجُودِيِّ فَصَامَهُ نُوحٌ وَمُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ تَعَالَى فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى وَأَحَقُّ بِصَوْمِ هَذَا الْيَوْمِ فَأَمَرَ أَصْحَابَهُ بِالصَّوْمِ  (رواه احمد في مسنده)</h3>
<p style="text-align: left;">Dari Abi Hurairah ra berkata : Nabi Saw melewati sekelompok orang yahudi, mereka berpuasa di hari Asyura’. Nabi bertanya : <em>“Puasa apa ini?”</em>. Mereka menjawab : “Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, dan menenggelamkan Fir’aun. Dan hari ini juga adalah hari merapatnya bahtera (Nabi Nuh) di bukit Judiy. Maka Nabi  Nuh dan Nabi Musa berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah SWT ”. Lalu Nabi berkata : <em>“Saya lebih berhak dengan Nabi Musa dan lebih berhak untuk berpuasa di hari ini”.</em> Nabi pun memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa.</p>
<p style="text-align: left;">
<p>Dan masih banyak riwayat-riwayat lain yang menerangkan keutamaan puasa Asyura’.</p>
<p>Di hari ini pula, meninggalnya cucu Rasulullah  sayyidina Husein ra. Diriwayatkan :</p>
<h3 style="text-align: right;">قالت أم سلمة كان النبي صلى الله عليه وسلم نائما في بيتي فجاء حسين يدرج ، قالت : فقعدت على الباب فأمسكته مخافة أن يدخل فيوقظه ، قالت : ثم غفلت في شيء فدب فدخل فقعد على بطنه ، قالت : فسمعت نحيب رسول الله صلى الله عليه وسلم فجئت فقلت : يا رسول الله والله ما علمت به ؟ فقال : « إنما جاءني جبريل عليه السلام وهو على بطني قاعد ، فقال لي أتحبه ؟ فقلت : نعم قال : إن أمتك ستقتله ألا أريك التربة التي يقتل بها ؟ قال : فقلت : بلى قال : فضرب بجناحه فأتاني بهذه التربة » قالت : فإذا في يده تربة حمراء ، وهو يبكي ويقول : « يا ليت شعري من يقتلك بعدي ؟ »</h3>
<p>Berkata Umi Salamah, sewaktu Nabi tidur ada di rumahku, tiba-riba Husein hendak masuk, maka aku (umi salamah) duduk didepan pintu mencegahnya masuk karena khawatir membangunkan Nabi. Umi Salamah berkata “ kemudian aku lupa akan sesuatu sehingga Husein merangkak masuk dan duduk di atas perut Rasulullah SAW. Lalu aku mendengar rintihan Rasulullah SAW, akupun mendatangi-Nya dan bertanya “ apa yang engkau ketahui sehingga engkau merintih seperti itu “. Rasulullah menjawab : “ Jibril datang kepada-Ku ketika Husein ada di atas perutku seraya berkata kepada-Ku “ apa Engkau mencintai-Nya (Husein) ?, maka akupun menjawab “ ya, Aku mencintai-Nya “, lalu Jibril berkata “ sesungguhnya dari umat-Mu ada yang akan membunuh-Nya (Husein), maukah Engkau aku tunjukkan tanah tempat pembunuhan-Nya ?, maka Akupun menjawab “ ya “, maka Jibrilpun mengepakkan sayapnya lalu memberikan kepadaku tanah ini “. Umi salamah berkata “ maka Nampak pada tangan Rasulullah tanah merah, dan Rasulullah SAW menangis seraya berkata “ siapakah yang akan membunuhmu (wahai Husein) sepeninggal-Ku ?”.</p>
<p>Sebagian kelompok islam menjadikan hari itu adalah hari berkabung karena kematian sayyidina Husein ra dalam keadaan yang sangat mengenaskan berdasarkan menangisnya Rasulullah SAW sebagaimana keterangan di atas. Bahkan mereka meratap-ratap sambil menyakiti diri sebagai bukti keprihatinan dan kecintaan kepada sayyidina Husein ra.</p>
<p><strong>Ketahuilah</strong>, perbuatan seperti itu dan pendapat seperti itu tidaklah benar. Tidak diriwayatkan bahwa Rasulullah berbuat demikian atau memerintahkan umatnya untuk berbuat seperti itu, juga yang dilakukan oleh Ahlil bait serta orang-orang shaleh yang lainnya, bahkan Rasulullah melarang untuk meratap-ratap karena kematian sebagaimana orang-orang jahiliyah sambil memukul-mukul anggota badan.  Dirawayatkan hadits shahih :</p>
<h3 style="text-align: center;">لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ</h3>
<p><em>“ bukanlah termasuk golonganku, orang yang memukul-mukul pipi-pipinya (karena kematian seseorang), dan merobek pakaian-pakaiannya serta menjerit sebagaimana orang-orang jahiliyah “</em></p>
<p>Kalau dengan dasar tangisan Rasulullah saat beliau menerima kabar dari Jibril, maka sesungguhnya beliau juga menangis ketika meninggalnya Ibrohim putra beliau, Khodijah istri beliau, Abi Tholib paman beliau dan Jakfar Atthayyar sepupu beliau, juga anak dari Zaenab putri beliau dan masih banyak yang lainnya. Beliaupun tidak pernah mengadakan hari berkabung untuk kematian Nabi Zakariya dan Yahya yang juga dibunuh dengan cara dholim. Alhabib Abdullah Alhaddad menerangknan dalam kitab <em>Tatsbitul Fu’ad </em>halaman 223 :<em> </em></p>
<h3 style="text-align: right;">واما عاشوراء فانما هو يوم حزن لا فرح فيه ، من ان قتل حسين كان فيه ، ولم يصح فيه اكثر من انه يصام ويوسع فيه على العيال ، ولكنه في نفسه يوم فاضل .</h3>
<p><em>Adapun Asyura’ adalah hari sedih dan tidak mungkin ada kebahagian di dalamnya dikarenakan mengingat terbunuhnya sayyidina Husein di hari itu. Namun tidak dibenarkan pada hari itu melakukan ritual yang lain melebihi dari berpuasa dan tausi’ah (memberi belanja lebih) pada keluarga karena pada dasarnya hari itu sendiri adalah hari yang utama “</em></p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong> : Janganlah melakukan perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah di hari yang mulia itu, apalagi berlabelkan cinta kepada Ahlil bait. Akan tetapi tingkatkan ibadah di hari itu khususnya dengan yang diajarkan oleh Nabi, karena itu adalah seruan Allah dan Rasul juga ahlil bait. Simaklah apa yang dikatakan oleh Rasul ketika mengubur anak beliau Ibrahim :</p>
<h3 style="text-align: right;">عن النبي صلى الله عليه وسلم لما دفن ولده إبراهيم وقف على قبره، فقال: &#8221; يا بني القلب يحزن، والعين تدمع، ولا نقول ما يسخط الرب، إنا لله وإنا إليه راجعون،</h3>
<p><em>Ketika putra beliau Ibrohim dikebumikan, Rasulullah SAW berdiam di atas kuburannya seraya berkata : Wahai anakku, hati bisa berduka, mata bisa meneteskan air mata, tapi tidak akan Aku katakan perkataan yang membuat Tuhan-Ku murka. Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya”</em></p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=1195&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/asyura-hari-berkabung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>136</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musibah Selalu Melanda Negeri Kita</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/musibah-selalu-melanda-negeri-kita/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/musibah-selalu-melanda-negeri-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 11:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=1019</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,
Salam takdhim teruntuk Habib Taufiq Assegaf, Semoga senantiasa diberkahi oleh Allah SWT berikut seluruh kru Forsan Salaf.
Izinkanlah saya untuk mengajukan beberapa pertanyaan titipan dari teman saya sebagai berikut:
a. Bagaimana kita memaknai musibah yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: normal;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-1025" title="gempa-padang (1)" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/11/gempa-padang-1.jpg" alt="gempa-padang (1)" width="240" height="180" />Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,</em><br />
Salam takdhim teruntuk Habib Taufiq Assegaf, Semoga senantiasa diberkahi oleh Allah SWT berikut seluruh kru Forsan Salaf.<br />
Izinkanlah saya untuk mengajukan beberapa pertanyaan titipan dari teman saya sebagai berikut:<br />
a. Bagaimana kita memaknai musibah yang akhir-akhir ini terjadi?<br />
b. Sudah lama teman saya menabung ingin mengganti mobil, karena mobilnya yang sekarang sudah tidak cukup. Saat ini beliau mau merealiasasikannya, tapi hati beliau merasa tidak enak, karena melihat saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Apa sebaiknya yang perlu beliau perbuat?<br />
c. Banyak orang yang menghubungkan ayat-ayat Al qur&#8217;an dengan musibah yang terjadi, seperti waktu gempa di padang dengan nomor surat dan ayat dalam Alqur;an, bagaimana pendapat Habib ?<br />
d. Bagaimana cara melatih diri supaya &#8216;IKHLAS&#8217; ?<br />
Demikian pertanyaan teman saya tersebut. Atas segala penjelasan Habib Taufiq, saya haturkan terima kasih.<br />
Wassalam,  Fakhrurrozy<br />
<strong>FORSAN SALAF menjawab :</strong></span><span id="more-1019"></span><span style="font-weight: normal;"><br />
a.	Setiap musibah yang terjadi mengajak manusia untuk berfikir atas kesalahan yang telah dilakukan. Contoh : terjadinya banjir diakibatkan karena perbuatan manusia menggunduli hutan, atau terjadinya tanah longsor mungkin akibat penggalian tanah yang tak terkendali atau yang lainnya. Firman Allah :</span></p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="font-weight: normal;"><br />
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ ) الشورى(30</span></h3>
<p><span style="font-weight: normal;"><br />
“ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri ,”<br />
Namun harus tetap meyakini bahwa segala musibah terjadi atas kehendak Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT :</span></p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="font-weight: normal;"><br />
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ</span></h3>
<p><span style="font-weight: normal;"><br />
“ Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”<br />
Sehingga sekiranya terjadi musibah, dapat diterima dengan sabar dan tabah serta bersegera bertobat kepada Allah SWT atas kesalahannya.<br />
Musibah yang menimpa orang-orang kafir atau fasiq sebagai suatu ‘Uqubah (siksaan). Adapun yang menimpa orang-orang beriman sebagai ujian yang mendatangkan pahala dan mengangkat derajat mereka di sisi Allah SWT. Sebagaimana  firman Allah dalam A-Qur’an :</span></p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="font-weight: normal;"><br />
وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ  (الأنفال 17)</span></h3>
<p><span style="font-weight: normal;"><br />
“ dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “.<br />
Oleh karena itu, orang yang tidak saleh dengan adanya musibah, hendaknya segera bertaubat dan kembali kepada Allah SWT. Sedangkan bagi orang-orang saleh hendaknya menerima musibah itu dengan tabah hati, sabar dan ridha akan takdir Allah agar mendapatkan pahala yang besar serta terangkat derajatnya di sisi-Nya SWT.<br />
a.	Ketika kita dihadapkan pada dua perkara, maka kita harus menilai dan mendahulukan yang lebih penting dan lebih bermanfaat. Oleh karena itu, apabila pembelian mobil masih bisa ditunda, maka akan lebih baik disalurkan untuk kaum dhu’afa’ dari muslimin. Bahkan jika sudah menjadi suatu kewajiban (ta’ayyana  ‘alaihi) seperti tidak ada lagi yang bisa membantu kecuali dia, maka haram membeli mobil. Diceritakan bahwa,  Abdullah bin Mubarak ketika akan melaksanakan haji, di perjalanan menemui seorang wanita yang sedang mencabuti bulu bangkai ayam, maka Abdullah bin Mubarak menegurnya dan memberitahukan bahwa memakan bangkai itu haram. Perempuan itu menjawab : “berangakatlah kamu haji !. karena bagimu bangkai ini haram namun bagiku halal”. Abdullah bin Mubarakpun bertanya : “mengapa demikian?”. Jawabnya : “karena aku dalam keadaan mudhthar (terpaksa) dirumahku ada beberapa anak yatim sedang kelaparan, maka halal bagiku memakannya”. Abdullah bin Mubarak mulai curiga dengan ilmu agama perempuan tersebut. Beliaupun akhirnya bertanya : “siapa anda?” . maka ia menyabut nama orang tua kakek dan seterusnya, ternyata ia seorang wanita keturunan Rasulullah SAW. Akhirnya Abdullah bin Mubarak menyatakan : “bagaimana aku akan melaksanakan haji dan berziarah kepada Nabi sedangkan aku membiarkan cucu-Nya dalam keadaan menderita seperti ini”. Kemudian ia memberikan segala yang ia miliki termasuk perbekalan hajinya kepada perempuan tersebut. Maka batallah keberangkatannya untuk haji. Ketika orang-orang yang berhaji pulang,  Abdullah bin Mubarak datang kepada mereka untuk memberikan tahni’ah dengan mengucapkan : “Hajjan Mabrur (mudah-mudahan hajinya mabrur), sa’yan masykur (mudah-mudahan sa’inya dibalas kebaikan oleh Allah)”, mereka pun mengatakan : “kamu juga wahai Abdullah bin Mubarak, mudah-mudahan hajimu mabrur”. Abdullah bin Mubarak menjawab : “ tahun ini aku tidak jadi haji”. Sebagian dari mereka mengatakan : “kamu haji, aku melihatmu ketika thawaf”. Ada juga yang mengatakan : “ya, akupun menyaksikanmu ketika sa’i, bahkan aku bersama kamu ketika wuquf di Arafah”. Kejadian ini membuat Abdullah bin Mubarok terheran hingga ketika tertidur, beliau bermimpi bertemu Rasulullah seraya berkata “ ya Abdullah bin Mubarak, kamu telah memperhatikan cucuku hingga kau batalkan hajimu, maka Allah mengutus  malaikat  yang menyerupaimu untuk menghajikanmu  setiap tahunnya hingga hari kiamat”. Kisah ini menjadi satu gambaran betapa pentingnya bagi kita untuk memperhatikan amalan yang paling afdhal, paling baik dan paling besar pahalanya.<br />
b.	Banyak orang yang mengkait-kaitkan musibah yang terjadi seperti gempa di Padang dll dengan Al-Qur’an baik nomor surat atau ayat Al-Quran begitu juga hadist Nabi SAW. Saya kira, mentafsiri Al-Qur’an tidak bisa dilakukan oleh semua orang, akan tetapi harus dilakukan oleh orang-orang khusus yang ilmunya telah mumpuni. Oleh karena itu tidaklah benar mentafsiri Al-Qur’an dengan rekaan saja. Nabi SAWbersabda :</span></p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="font-weight: normal;"><br />
مَنْ فَسَّرَ الْقُرْآنَ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّار</span></h3>
<p><span style="font-weight: normal;"><br />
“	barang siapa mentafsiri Al-Qur’an dengan akal pikirannya, berarti dia telah menyiapkan tempat siksaannya di neraka”<br />
Kita harus melihat tafsir dari pakar-pakar tafsir yang mereka ambil dari riwayat hadits Rasulullah atau sahabat dalam kaitan ayat-ayat tersebut. Yang demikian lebih tepat daripada mereka-reka. Oleh karena itu, saya kurang setuju, karena Al-Qur’an kitab Allah tidaklah diturunkan untuk main-main apalagi sekedar untuk hitung-menghitung.<br />
c.	Ikhlas adalah Al-‘amal liwajhillah (amal yang hanya ditujukan untuk Allah SWT). Ikhlas merupakan Syartul qabul (syarat diterimanya amal). Meskipun suatu amal sah secara fiqih, namun tanpa ikhlas akan ditolak oleh Allah.  Ketika kita ingin diperhatikan dan dihormati oleh manusia, maka akan melahirkan satu amalan bukan dalam wujud aslinya. Bacaannya lebih baik atau shalat dalam bentuk yang baik, hanya karena ingin dipuji oleh orang yang menyaksikannya.<br />
Ciri amalan yang ikhlas yaitu استواء السر والعلانية (amalan yang sama ketika sendiri atau di hadapan manusia). Karena itu latihlah diri Anda dengan beramal yang sama bukan berubah ketika di hadapan orang. Misal : jika Anda shalat Dhuha di hadapan manusia delapan rakaat, maka shalatlah delapan rakaat pula ketika sendiri. Jika Anda membaca Al-Qur’an satu juz di hadapan manusia, maka bacalah satu juz pula ketika dalam keadaan sendiri. Untuk mengetahui cara ibadah dengan ikhlas secara mendetail, bacalah kitab Ihya’ ulumiddin karangan Imam Ghazali dalam bab ikhlas.</span></p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=1019&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/musibah-selalu-melanda-negeri-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Pendamping Hidup</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/memilih-pendamping-hidup-2/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/memilih-pendamping-hidup-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 12:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=937</guid>
		<description><![CDATA[Ass..wr. wb, habib taufiq.
Sy seorg wanita umur 30 -an.bukanya sy takabur, byk org laki-laki yg mau lamar,tp hti sy slalu menolak krn tdk cocok.di saat sy cocok dg seseorg,kendalanya ada aja.apa sy hrs memaksakan diri utk ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-938" title="pasangan" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/10/pasangan.jpg" alt="pasangan" width="67" height="100" />Ass..wr. wb, habib taufiq.</p>
<p>Sy seorg wanita umur 30 -an.bukanya sy takabur, byk org laki-laki yg mau lamar,tp hti sy slalu menolak krn tdk cocok.di saat sy cocok dg seseorg,kendalanya ada aja.apa sy hrs memaksakan diri utk menikah dg org yg sy tdk cocok?</p>
<p>* Pertayaan : Bagaimana hukumnya klo seorg wanita tdk menikah dn tdk ditaqdirkan Allah utk menikah smpai akhir hayatnya,sedangkan dia puya kemauan utk menikah.apa ini merupakan kesalahan wanita itu,apa memang ini kehendak Allah yg hrs di terima dg ikhlas .</p>
<p><strong><span style="color: #008000;">FORSAN SALAF menjawab :<span id="more-937"></span><br />
</span></strong></p>
<p>Kecocokan pasangan hidup bisa dinilai dari segi agama dan fisik. Jika Anda telah cocok dari dua segi tadi, begitu juga calon pasangan Anda, maka itu adalah pasangan terbaik bagi keduanya. Namun jika yang Anda dapati hanya kecocokan agamanya bukan fisiknya, mungkin ada suatu kebaikan yang telah ditetapkan Allah SWT untuk Anda. Oleh karena itu, lebih baik Anda melangsungkan pernikahan dari pada mempertahankan untuk tidak menikah hingga akhir hayat, karena dalam pernikahan ada suatu hikmah yang besar. Pilihlah pasangan yang baik dari segi agama, keturunan dan keluarga serta mempunyai akhlaq yang mulia. Rasulullah SAW bersabda :</p>
<h3 style="text-align: center;">شِرَارُكُمْ عُزَّابُكُمْ وَأَرَاذِلُ مَوْتَاكُمْ عُزَّابُكُمْ</h3>
<p><em>“ sejelek-jelek kalian adalah yang tidak mau melaksanakan pernikahan, dan sehina-hinanya mayit-mayit kalian adalah yang tidak pernah menikah (di atas dunia)“</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Karena orang yang tidak menikah di dunia pastinya nihil dari doa anak-anak yang sholeh. Oleh karena itu langsungkan pernikahan dengan orang-orang yang tepat utamanya dari segi agama, keturunan dan keluarganya.</p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=937&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/memilih-pendamping-hidup-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Teman Kita Berubah Akhlaq</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/ketika-teman-kita-berubah-akhlaq/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/ketika-teman-kita-berubah-akhlaq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[Sy byk mndpt ilmu yg brmanfaat dr C.nabawy,sbg majalah media dakwah yg tentunya utk kebaikan sy dn brbagi kebaikan dg org lain.Di rubrik Sakwah edisi bln syawal ust mnjelskn mslh TA&#8217;ARUF ( Adapun cara yg ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-924" title="teman" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/10/teman-225x300.jpg" alt="teman" width="158" height="210" />Sy byk mndpt ilmu yg brmanfaat dr C.nabawy,sbg majalah media dakwah yg tentunya utk kebaikan sy dn brbagi kebaikan dg org lain.Di rubrik Sakwah edisi bln syawal ust mnjelskn mslh TA&#8217;ARUF ( Adapun cara yg paling ampuh utk mngetahui karakter moral seorg wanita adalah dg brtanya siapa temanya.jika wanita brgaul dg org yg buruk akhlaknya maka bsr kemungkinan akhlaknya buruk jg ).yg jd mslh sy saat ini : Sy punya teman,dia org baik-baik,tp smenjak dia puya mslh kluarga jd turun kualitas moral dn imannya.meliht keadaan tmn sy sprti itu,timbul dlm hti sy utk membantu mengembalikn jati dirinya supaya dia kmbali ke jln Allah,krn sy tdk rela meliht saudara/teman sy sesama muslim mnjadi santapan empuk tipu muslihat org kafir.</p>
<p>* Pertayaan :Apa sy akn meningalkan teman sy yg mngalami krisis moral dn iman,ato sy tetap brteman dg tujuan mlakukan pndekatan dg membantu mngembalikan jati diri nya,kembali ke jln Allah,Dgn resiko: sy akn di fitnah org krn brteman dg org yg mngalami krisis moral dn punya akhlak gak baik.Terima kasih. Aminah han..Pasuruan.</p>
<p><strong><span style="color: #008000;">FORSAN SALAF menjawab :</span><span id="more-923"></span><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Wa’alaikum salam Wr. Wb.</em></p>
<p>Kepada saudari penanya, maksud kami dalam pembahasan tentang TA’ARUF pada konsultasi di majalah Cahaya Nabawiy bukanlah agar Anda meninggalkan orang-orang yang sedang membutuhkan nasehat Anda, tapi jika Anda ingin menilai seseorang maka nilai dari teman-teman dekatnya. Adapun jika dengan tujuan menasehati dan membimbing teman Anda, maka hal tersebut positif dengan catatan Anda adalah orang yang kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan teman. Untuk jawaban lebih terperinci, bisa Anda lihat pada jawaban kami di rubrik konsultasi dengan tema “ DAKWAH KEPADA TEMAN SEJAWAT”</p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=923&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/ketika-teman-kita-berubah-akhlaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat-kiat Khusyu&#8217; Dalam Shalat</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/kiat-kiat-khusyu-dalam-shalat/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/kiat-kiat-khusyu-dalam-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 05:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=908</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum,
Mohon diberikan petunjuk bagaimanakah kiat2nya agar kita bisa khusyuk dalam melaksanakan ibadah sholat?
wassalamu’alaikum
FORSAN SALAF menjawab :

Shalat adalah ibadah anggota badan yang paling afdhol, oleh karena itu dalam rukun islam di tempatkan nomor dua setelah syahadatain. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-918" title="khusyu'" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/10/khusyu-300x206.jpg" alt="khusyu'" width="210" height="144" />Assalamu’alaikum,</p>
<p>Mohon diberikan petunjuk bagaimanakah kiat2nya agar kita bisa khusyuk dalam melaksanakan ibadah sholat?<br />
wassalamu’alaikum</p>
<p><strong><span style="color: #008000;">FORSAN SALAF menjawab :<span id="more-908"></span><br />
</span></strong></p>
<p>Shalat adalah ibadah anggota badan yang paling afdhol, oleh karena itu dalam rukun islam di tempatkan nomor dua setelah syahadatain. Shalat terdiri daripada bacaan-bacaan seperti takbir, surat fatehah, tasyahud, tasbih dan lain-lain, juga terdiri dari gerakan-gerakan seperti berdiri, ruku’, sujud dan lain-lain. Selain itu, dituntut juga ibadah hati dalam shalat yaitu khusyu’ dalam mengerjakannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :</p>
<h3 style="text-align: center;">قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ .الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ</h3>
<p><em>Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam sembahyangnya,</em></p>
<p>Cara-cara agar khusyu’ dalam mengerjakan shalat :</p>
<ol>
<li>Benar-benar meyakini bahwa shalat itu menghadap Allah, dan Allah tidaklah menilai hamba dari penampilan dan tampangnya tapi Allah menilai dari hatinya. Gerakan shalat yang bagus, bacaan yang indah namun tidak diiringi dengan hati yang baik, seperti penuh dengan cinta dunia, hasut, iri hati dan sombong, maka nilainya di sisi Allah tidaklah baik. Oleh karena itu diperlukan perbaikan hati terlebih dahulu sebelum pelaksanaan shalat.</li>
<li>Mengerti arti bacaan-bacaan dalam shalat serta merenunginya ketika membacanya.</li>
<li>Menunaikan hajatnya yang bisa mengganggu kekhusyu’annya dalam shalat. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda :</li>
</ol>
<h3 style="text-align: right;">عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدُكُمْ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلَا وَهُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ</h3>
<p><em>“ janganlah salah satu di antara kalian shalat ketika dihidangkan makanan atau dalan keadaan menahan kencing dan berak “</em></p>
<p>Ketika kita lapar dan makanan dihidangkan di depan kita, maka dahulukan makan agar dalam shalat tidak terpengaruh dengan kelezatan makanan atau yang lainnya sehingga bisa melaksanakan shalat dalam keadaan khusyu’.</p>
<p>4.    Melaksanakan shalat sesuai dengan ajaran Nabi serta menfokuskan pandangan pada tempat sujud untuk membatasi pandangan  pada satu tempat saja. Selain itu, dengan memandang tempat sujud, kita diajak untuk berpikir bahwa dari tanahlah kita diciptakan Allah, dan kedalam tanahlah akan dikembalikan (ketika mati) serta dari tanahlah kita akan dibangkitkan. Sebagaimana firman Allah SWT :</p>
<h3 style="text-align: center; ">مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى</h3>
<p><em>Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,</em><em> </em></p>
<p>Jika Anda ingin memperdalam lagi tentang cara-cara khusyu’ dalam shalat, maka bacalah kitab-kitab tasawwuf karangan Imam Al-Ghozali, Imam Al-Habib Abdullah Al-Haddad atau kitab <em>Shalat al-Muqorrobin</em> karangan AlHabib Hasan bin Sholeh Al-Bahr, di situ Anda akan mendapatkan keterangan yang lebih jelas lagi.</p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=908&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/kiat-kiat-khusyu-dalam-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dakwah Kepada Teman Sejawat</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/dakwah-kepada-teman-sejawat/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/dakwah-kepada-teman-sejawat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 10:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=868</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum.
langsung saja, saya mau tanya bagaimana cara kita dakwah di kalangan sahabat kita yg slalu ketemunya di waktu nongkrong/majlas saja? dan apabila kita pakai busana muslim mereka mala jauh? dan apabila kita jauhi mereka tambah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-869" title="begadang" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/10/begadang-225x300.jpg" alt="begadang" width="225" height="300" />Assalamualaikum.</em></p>
<p>langsung saja, saya mau tanya bagaimana cara kita dakwah di kalangan sahabat kita yg slalu ketemunya di waktu nongkrong/majlas saja? dan apabila kita pakai busana muslim mereka mala jauh? dan apabila kita jauhi mereka tambah brutal? terimah kasih sebelumya dan ma,af karna saya baru bisa kom.</p>
<p><em>Wassalam</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>FORSAN SALAF menjawab :<span id="more-868"></span><br />
</strong></p>
<p>Berdakwah adalah tugas suci yang menjadi tugas para Nabi beserta pengikut-pengikutnya. Allah SWT befirman kepada Nabi Muhammad SAW dalam Al-Qur’an:</p>
<h3 style="text-align: center;">قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي</h3>
<p><em>Katakanlah wahai Muhammad : &#8220;Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, (Q.S. Yusuf / 108)</em></p>
<p>Di dalam berdakwah, harus membekali diri terlebih dahulu. Apakah mampu dalam berdakwah kepada orang-orang yang melanggar agama. Artinya jika yakin bahwa akan kekuatan iman dirinya dan aman akan pengaruh orang-orang yang melanggar, maka itu menjadi perkara yang sangat baik. Akan tetapi jika masih meragukan kekuatan imannya serta kekokohan dirinya atas pengaruh, maka jangan sekali-kali berspekulasi atas keselamatan dirinya, karena bisa jadi bukan ia yang merubah mereka yang melanggar, akan tetapi ia yang berubah menjadi orang yang tidak baik. Apalagi jika meyakini dirinya akan terpengaruh, maka hal itu bukanlah hal yang bijak. Sama halnya dengan seorang dokter yang mengobati orang terkena penyakit kudis atau penyakit menular lainnya. Ia pasti mengantisipasi agar tidak tertular dengan cara memakai sarung tangan atau obat yang bisa mematikan bakteri. Namun jika bukan seorang dokter, maka jangan sekali-kali untuk mengobatinya, karena bisa jadi orang yang sakit sembuh tapi ia tertular penyakitnya. Atau sama dengan menolong orang yang tenggelam di lautan, jika dia sebagai perenang yang hebat maka sangatlah baik menyelamatkan orang tersebut. Namun jika dia bukan perenang yang hebat atau bahkan tidak bisa berenang sama sekali, maka jangan sekali-kali berusaha untuk menolongnya, karena bisa jadi orang itu selamat sedangkan dia tenggelam di lautan.</p>
<p>Ringkasnya selamatkan diri anda kemudian keluarga anda lalu orang lain.</p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=868&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/dakwah-kepada-teman-sejawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendamping Hidup Yang Tepat</title>
		<link>http://www.forsansalaf.com/2009/memilih-pendamping-hidup/</link>
		<comments>http://www.forsansalaf.com/2009/memilih-pendamping-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 10:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsan salaf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forsansalaf.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[From : nani &#60;nani.XXXi@gmail.com&#62;
Assalamualaikum.
Sungguh dengan adanya forum ini, sangat membantu saya yang sedang bingung. yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana sesungguhnya cari untuk mencari pendamping hadapi ? Di majalah nabawiy telah dijelaskan proses ta’aruf, tapi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-864" title="calon suami" src="http://www.forsansalaf.com/wp-content/uploads/2009/10/calon-suami-300x225.jpg" alt="calon suami" width="300" height="225" />From : nani &lt;nani.XXXi@gmail.com&gt;</p>
<p><em>Assalamualaikum</em>.</p>
<p>Sungguh dengan adanya forum ini, sangat membantu saya yang sedang bingung. yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana sesungguhnya cari untuk mencari pendamping hadapi ? Di majalah nabawiy telah dijelaskan proses ta’aruf, tapi untuk pria. Bagaimana untuk yang pihak wanita ? Apa yang harus dipertimbangkan seorang wanita dalam memilih imamnya ? saya sedang menghadap masalah dimana saya harus membuat keputusan untuk masa depan saya. saat ini saya sedang menjalan proses ta’aruf. Dalam proses ini, saya mengharapkan komunikasi yang nyaman dengan pihak laki-laki agar kita bisa selagi mengerti nantinya. Namun selama ta’aruf, pihak laki-laki tidak bisa memberikan hal tersebut. apakah kenyamanan hati pihak wanita perlu dikesampingkan ? ada pihak keluarga yang bertetangga dengannya dan berkat lingkungan rumah pihak laki-laki bagus. selama ta’aruf, saya sholat istikharah, dan yang saya rasakan saat ini adalah hati serasa ingin selalu menjauh darinya. pernah saya bermimpi dalam posisi menggandeng pihak laki-laki menaiki tangga karena dia tidak bisa <a href="http://melihat.tp/" target="_blank">melihat tap</a>i saat bermimpi saya tidak dalam keadaan telah sholat istikharah. ingin rasanya menghentikan proses ta’aruf ini. Namun di lain sisi, saya tak tega. saat ini saya hendak melakukan shalat istikharah sekali lagi. untuk memantapkan hati, saya pribadi orang yang cukup keras. Apakah mungkin perasaan yang muncul saat ini efek dari shalat istkharah atau hanya keegoisan yang muncul dari dalam hati saya, seolah-olah pihak laki-laki tidak bisa mengimbangi saya. untuk ditambahkan, pihak laki-laki menjadi pribadi yang berbeda ketika bertamu ke rumah. ketika selagi sms, begitu ceria. ketika bertatap muka, sulit untuk berkata-kata dengan lepas. inginnya memberikan perhatian dengan sentuhan. sungguh saya tak menginginkan itu. oleh karena itu, di forum ini, mohon berikanlah solusi untuk melancarkan ikhtiar saya dalam mencari pendamping hidup secara islami yang kelak membentuk keluarga sakinah mawaddah warohmah. atas perhatian dan solusinya,saya ucapkan banyak terima kasih.</p>
<p>Wassalamu’alaikum Wr. Wb.</p>
<p><strong>FORSAN SALAF menjawab :<span id="more-863"></span><br />
</strong></p>
<p><em>Wa’alaikum salam Wr. Wb.</em></p>
<p>Sesungguhnya Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Allah SWT berfirman :</p>
<h3 style="text-align: right;">وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً</h3>
<p><em>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.</em></p>
<p>Pasangan hidup ada kalanya baik dan ada kalanya tidak baik. Bagi orang baik, sepantasnya mendapatkan pasangan yang baik  pula. Demikian sebaliknya, bagi orang yang tidak baik sepantasnya mendapatkan pasangan yang tidak baik pula. Allah SWT berfirman :</p>
<h3 style="text-align: right;">الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ</h3>
<p><em>Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).</em></p>
<p>Karena itulah perlu memilih pasangan yang baik sebelum melaksanakan pernikahan dengaan menilai segi akhlaq, ibadah, perangai, perbuatan dan lain-lain.</p>
<p>Ta’aruf yang dibenarkan oleh islam dengan cara melihat fisik calon pasangannya (wajah dan kedua telapak tangan) ketika berminat untuk menikah. Hal ini dimaksudkan agar keduanya tidak kecewa setelah pernikahan. Melihat hanya dibolehkan menurut kebutuhan saja, walaupun berulang kali jika melihat pertama belum mantap.</p>
<p>Mengenal akhlaq bukan dengan cara ber-SMS atau berbicara secara langsung atau via telepon. Namun bisa diketahui dari lingkungan, keluarga, turunan dan teman-temannya. Anda dapat mencari informasi tentang akhlaqnya dan akhlaq keluarganya, pendidikannya dan pergaulannya di sekolah atau di pondok juga teman-temannya serta aktivitasnya. Karena itu semua menggambarkan keadaan laki-laki tersebut yang sebenarnya. Ini adalah ta’aruf (mengenali) yang baik, bukan dengan melanggar batas apalagi sampai pada persentuhan atau lainnya. Oleh karena itu janganlah menilai dari fisik (dhohir) saja, tapi juga dari lingkungan, keluarga, akhlaq dan teman-temannya.</p>
<p>Keraguan terhadap calon suami itu menjadi hak anda untuk berfikir menentukan pasangan anda dan calon ayah anak-anak anda. Tepat sekali istikharah dan musyawarah dengan orang-orang dekat dilakukan. Rasulullah SAW bersabda :</p>
<h3 style="text-align: center;">مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلَا نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ</h3>
<p><em>“ tidak akan sia-sia orang yang beristikharah dan tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah”</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<img src="http://www.forsansalaf.com/?ak_action=api_record_view&id=863&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forsansalaf.com/2009/memilih-pendamping-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
